
Sang pendeta yang diundang pelayan datang dengan kernyit di dahinya. Dia kemudian diantar oleh pelayan menuju kamar Yuehen dan Mo qi qi. Saat ini Yuehen yang berada di tubuh Mo qi qi bergelung kayaknya tenggiling.
Sang pendeta memberikan gerakan seperti menghitung dengan jari, tak lama kemudian dia mengangguk dan hampir tersenyum geli.
"Ini sungguh kejadian yang langka, aku baru kali ini menemukan hal seperti ini, " ucap sang pendeta.
Mata mo Mo qi qi berbinar. Dia seolah mendapatkan hadiah beruba tas keluaran terbaru dari merek langganannya. Sebelum dia bertanya, ia menyuruh seluruh pelayan pergi dan menutup pintu kamar. Setelah mereka pergi, Mo qi qi mempersilakan pendeta itu duduk di sofa kamar dan menyuguhkan minuman dingin dari kulkas.
"Jadi tuan pendeta tau apa yang menimpa kami?" tanya Mo qi qi. Dia nampak antusias.
Kepala Yuehen yang ikut penasaran menyembul dari balik selimut. Dia juga penasaran dengan kemampuan pendeta ini.
"Bertukar jika adalah kasus yang langka, bahkan orang hina inipun tidak sanggup mengembalikan kalian ke tubuh masing-masing. "
Ucapan pendeta menghancurkan harapan Mo qi qi. Dia nampak bingung dan sedih. Sedangkan Yuehen hanya menatap mereka dari ranjang dengan ekspresi tak terbaca.
"Jadi kami tidak akan bisa kembali lagi ke tubuh kami masing-masing? " tanya Mo qi qi.
"Sebenarnya ini hal mudah. Menurut perhitunganku kalian bisa kembali ke tubuh kalian masing-masing jika ada kerelaan melepas tubuh yang ditempati. Dengan kata lain ada diantara kalian yang tidak rela kembali ke tubuh aslinya, " ucap pendeta. Dan itu membuat tatapan Mo qi qi ke Yuehen menajam.
'******** itu ternyata ingin terus mengrepe tubuhku dan tidak ingin kembali rupanya? '
Yuehen mengerutkan lehernya ke dalam selimut seperti kura-kura. Dia menyadari jika yang diucapkan pendeta itu benar adanya. Dia sebenarnya masih ingin merasakan tubuh istrinya tanpa meminta terlebih dahulu.
"Ingat kata intinya, *Rela dan Tidak dipaksa.* "
"Baik, terima kasih atas petunjuknya tuan pendeta. "
Pendeta itu beranjak dari kursi. Dia pamit karena tidak bisa berlama-lama di sini.
Mo qi qi mengantar pendeta itu ke depan. "Saya akan mengirimkan pegawai saya untuk beramal ke kuil anda. "
"Terima kasih. Saya harap masalah anda cepat selesai. ''
Pelayan mengantar pendeta itu ke mobil. Sopir keluarga Song segera mengantarkannya.
.
.
.
"Itu, a-aku sebenarnya hanya ingin tinggal lebih lama lagi di tubuhmu, " jawab Yuehen gugup. Pria ini benar - benar harus masuk asosiasi suami takut istri.
"Mengapa kau tidak mengerti penderitaanku Suamiku. Aku sungguh tidak tahan dengan benda yang terus hidup tanpa bisa aku kontrol. Aku tidak tahan berjalan sedangkan ada yang mengganjal di antara dua kakiku. Ini sangat menyiksa! hiks hiks. "
Yuehen sebenarnya merasa iba dengan Mo qi qi sayangnya hati kecilnya masih menolak untuk kembali. Meskipun saat ini dia mengalami apa yang namanya kedatangan bibj besar, baginya hal itu bisa ditahan. Apalagi perutnya tidak lagi sakit seperti tadi.
"Sayangku... Aku ingin kembali percayalah... " ucap Yuehen. Sayangnya tubuhnya tidak berbohong. Tangan Yuehen saat ini masih berada di tempat terlarang tubuh Mo qi qi. Dia masih asyik memainkan bulatan itu di bawah selimut.
"Baiklah, sepertinya kau harus merasakan rasanya hamil Yuehen. Setelah bibi besar lewat aku akan menghamilimu!"
"A-apa? "
"Jika kau mencintai tubuhku maka kau harus bersiap untuk merasakan apa yang bisa ditanggung tubuhku. Dan sekarang silakan menikmati kram perutmu. "
Mo qi qi meninggal Yuehen di kamar. Rasanya percuma membujuk Yuehen agar rela bertukar tubuh kembali. Sepertinya dia harus diberi pelajaran.
Yuehen hanya mengangkat bahu. "Memangnya apa yang berat dengan hamil. Bibi besar yang tadinya hampir membuatku mati saja sekarang aku bisa menahannya, apalagi hamil. Kerjaan ibu hamilkan hanya makan saja, " gerutu Yuehen.
"Jelas aku tidak akan membiarkan tubuh ini hamil lagi. "
Dia kembali melirik tubuh Mo qi qi yang indah ini. "Bagaimana mungkin aku sanggup melepas tubuh seindah ini. "
Yuehen kembali meringkuk dalam selimut. Dia masih enggan berdiri. Hilang sudah aura dingin, tiran dan sombong yang menjadi ciri khasnya.
Sedangkan Mo qi qi keluar untuk menemui teman-teman Yuehen. Dia ingin mengudang mereka olah raga bersama di kediamannya. Seperti yang Yuehen inginkan, dia akan bersenang-senang dengan tubuh ini.
"Lagi pula yang menggangu hanya benda menggantung ini, " getutu Mo qi qi.
"Paman, bibi siapkan jamuan. Aku akan mengadakan pesta hari ini! " teriak Mo qi qi.
Hampir aja semua pelayan di rumah ini terjungkal karena terkejut. Mereka semua merasa heran tuannya yang elegan mengeluarkan suara melengkik seperti nyonya mereka.
"Baik, " jawab mereka serempak. Dan dimulailah kecerewetan Mo qi qi dalam. tubuh Yuehen. Pria yang berwibawa berubah menjadi bebek cerewet yang menata semuanya sambil berkaca pinggang. Bahkan pose Yuehen yang sedang mengatur mereka terlihat aneh. Nampaknya tuannya jadi melambai seperti waria.
'Ini menakutkan, jangan-jangan tuan berpindah haluan,' batin bibi Li.
Tbc.