Escape From You

Escape From You
Tangled.



Tanpa diketahui oleh Yuehen dan Mo qi qi, telah terjadi keributan di mansion Ning. Itu terjadi karena sang sopir menemukan segunung kond*m berbagai merk di jok mobil yang terparkir di halaman belakang rumah.


"Oh Dewa! " pekik sang sopir.


Tukang kebun yang tidak sengaja melihat sopir memekik langsung mendatanginya. Dia merasa khawatir terlebih wajah Sopir Xia mendadak merah.


"Ada apa? "


"I-itu... " tunjuk sopir Xia pada tukang kebun.


"Wah, aku tidak menyangka jika tuan muda Ning membeli persediaan sebanyak itu. Terlebih ukurannya sangat besar." Tukang kebun memandang takjub tumpukan benda itu.


"Ini tidak akan habis meskipun benda ini di pakai selama sebulan, kecuali tuan muda terlalu bersemangat hingga menghabiskan waktu di ranjang berkali-kali. "


"Hei, bukan hanya alat kontrasepsi. Di situ ada celana dalam juga. " Sopir Xia menunjuk tumpukan lain yang berada di sebelah tumpukan kond*m.


Mereka berdua jadi membayangkan Tianmo mendorong trolly di swalayan dan memborong kond*m dan celana pendek. Pasti para wanita disana berpikir jika Tianmo adalah pria yang mesum.


"Ini akibat tuan muda yang terlalu lama melajang. "


"Benar, kurasa sudah waktunya dia menikah. "


Dilain pihak Tianmo saat ini sangat pusing. Sedari tadi teleponnya tidak berhenti berbunyi. Karena jengkel, Tianmo memberikan teleponnya pada pengurus rumah tangga Ning.


"Yuehen membalas kejahilanku. Banyak sekali telepon yang mengganggu. Kau jawab dan atasi. "


"Hallo? "


"Tuan, aku memiliki masalah dengan ukuranku yang kecil. Ku dengar kau bisa memperbesarnya. "


"Itu hanya rumor. Kalau kau jarang melakukan hubungan xxx maka otomatis milikmu berukuran kecil. "


"Benarkah? "


"Iya, aku bisa menebak jika kamu masih perjaka. "


"Benar, bagaimana kau tau? "


"Dari suaramu yang sangat jelas seperti pria kurang belaian wanita. Hati-hati berkarat. "


Tut.


Pengurus keluarga Ning tidak merasa terganggu. Justru ia senang mendapatkan telepon dan menjahili orang-orang yang menelpon itu.


"Baiklah. Siapa lagi yang menelepon. " Pengurus keluarga Ning tidak sabar untuk menjahili lagi. Matanya terlihat bersemangat.


Drrt drrrt.


"Hallo? "


'Kali ini yang menelepon adalah seorang wanita, ' batin pengurus Ning yang bermarga Guan tersebut.


"Ya, bisa kubantu? "


"Apa benar tuan bisa mengoperasi milik pria. Jika tuan tidak keberatan aku ingin anda mengebiri suamiku? "


'Wanita ini gila, ' batin pengurus Guan. Wajahnya memucat mendengar kekejaman wanita di telepon ini.


"Kenapa anda ingin mengebiri suami anda, Nyonya? " tanya pengurus Guan.


"Sebab dia selingkuh. Aku tidak bisa menceraikannya karena aku mencintainya tetapi aku ingin dia berhenti meniduri wanita lain di luat rumah. "


"Nyonya aku bukan dokter, jika seperti itu kasusnya ada obat yang membuat milik pria tidak bisa bertempur. Itu lebih baik dari pada mengebirinya. "


"Benarkah? "


"Coba cari di internet atau dokter. Sayangnya aku bukan dokter Ning. Dia sedang cuti. "


"Baiklah, terima kasih atas saranmu. "


'Fiuh, ini bisa menjadi pelajaran bagi para suami. Jika seorang wanita sudah nekat maka mereka tidak peduli lagi bahkan bisa mengebiri suami. Ini menakutkan. "


Drrrt drrt.


Hallo? "


"Tuan, ini aku yang memberi produk kond*m tadi. Bagaimana? apakah tuan tertarik untuk menjadi model produk kami, kami hanya butuh foto anda dengan celana dalam saja. "


"Tidak. "


Tut...


.


.


.


"Sampai kapan kau akan bertindak seperti anak ayam, Yuehen? " tanya Mo qi qi. Hari sudah menjelang sore. Dia ingin berendam di bathup dengan bunga dan aroma terapi.


"Sampai kau bersedia menjawab perasaanku, " jawan Yuehen.


Mo qi qi melihat keseriusan di dalam matanya.


'Sepertinya dia tidak akan menyerah. Tetapi aku baru putus dari Tianmo. Setidaknya butuh waktu untuk menerima Yuehen. Yah, meskipun kami sudah bertunangan. '


"Baiklah, jika kau mengalahkan staminaku dalam bergulat maka aku akan menerima perasaanmu. "


"Bergulat, " beo Yuehen.


"Benar bergulat. Apa kau tidak menginginkan bergulat denganku?" Mo qi qi mengedipkan bulu mata ke arah Yuehen. Dia juga membuka blazer dengan gerakan menggoda. Meninggalkan tangtop yang menggoda.


"Apa kau yakin jika staminaku lebih kuat darimu maka kau akan menerima perasaanku? "


"Tentu saja. "


"Kapan? " tanya Yuehen dengan penuh semangat. Nafasnya bahkan memburu karena senang. Yuehen langsung membuka pakaian resmi yang ia gunakan.


'Oh aku tidak menyangka jika Qi er begitu menginginkanku. Memang kami sudah lama tidak melakukannya. Lebih tepatnya hanya sekali melakukannya. '


Mo qi qi tersenyum melihat Yuehen yang berdiri tegap dan siap diserang. Wajahnya bahkan memerah, entah apa yang ia bayangkan sehingga wajahnya bisa semerah itu.


"Kita bergulat disini saja, Okey. Karpet bulu ini sangat lembut. Kulitku tidak akan lecet jika bergesakan dengan karpet itu. " Mo qi qi memasang wajah imut. Dia bahkan menjilat bibirnya yang membuat Yuehen hampir menggila.


"Dimanapun aku bersedia. "


"Baiklah. "


Mo qi qi ikut berdiri di depan Yuehen.


"Apa aku siap? "


"Aku siap. "


"Satu, dua, tiga... "


Brak.


"Eh Qi er! "


Bruk.


"Ampun. "


Duagh.


"Aw... "


Yuehen berakhir dengan seluruh tubuh yang dikunci oleh Mo qi qi. Yuehen berada di bawah Mo qi qi. Tangannya di belakan punggung dan kepalanya. Kakinya di kunci oleh Mo qi qi. Kali ini Mo qi qi bertindak seperti pegulat nasional.


"Qi er, kau bilang ingin bergulat denganku. Mengapa kau mengunci gerakan tubuhku? "


"Lo, bukankah ini yang dilakukan oleh pegulat. Sekarang katakan kau menyerah atau aku akan mengikatmu. "


"Jadi... "Ternyata yang dimaksud bergulat ternyata bergulat sungguhan. Sialan, aku terjebak.


Wajah Yuehen memerah. Dia bersyukur Mo qi qi tidak bisa mendengar suara hatinya.


"Baiklah, lepaskan Aku menyerah. "


'Ini karena otak mesumku. '


"Hihihi... Kalau begitu berhentilah mengikutiku. Aku butuh bernafas dan dengan adanya kau disekelilingku membuatku sesak nafas, " ucap Mo qi qi. Dia tidak sadar jika ucapannya membuat Yuehen salah paham.


Deg.


Jantung Yuehen merasa sesak saat mendengar ucapan Mo qi qi.


'Ternyata dia menganggapku gangguan. ' Yuehen berdiri dan meninggalkan Mo qi qi dengan kecewa.


'Jika memang demikian aku akan menjauh darimu, Qi er. '


Mo qi qi merasa ada yang salah dengan ucapannya. Tetapi dia memang butuh beristirahat tanpa ada Yuehen yang mengganggunya. Tetapi mengapa ekspresi wajah Yuehen seolah dijatuhi hukuman mati.


"Sudahlah, besok saja dipikirkan. Aku benar-benar cape. "


Tbc