Escape From You

Escape From You
Di Kantor.



Jika tadi pagi Mo qi qi yang mengeluh lantaran tidak terbiasa dengan benda menggantung di antara kedua pahanya. Maka kali ini Yuehen yang ingin menenggelamkan diri ke dada tubuh yang ia tempati, Eh?


Sebab, hari ini dia terpaksa memakai perangkat wanita yang sangat merepotkan. Lihat saja bra berenda lucu ini. Meskipun nyaman tapi membuat dia sama sekali tidak bisa fokus. Tangannya gatal ingin menyelusupkan jarinya dan bermain-main dengan mereka. Bagaimanapun juga dia yang menempati tubuh Qi qi. Oleh karena itu matanya tidak bisa lepas melihat dirinya sendiri. Dia tidak berhenti melihat cermin dan nampak narsis. Bahkan Qi qi sendiri kesulitan menarik Yuehen agar lepas dari cermin.


Satu persatu siksaan datang pada Yuehen. Selain bra, dia harus mengenakan segitiga tipis. Melihat ini mau tidak mau membuat dirinya basah. Oh Great ini tidak nyaman sama sekali.


'Bagaimana aku bisa beraktifitas jika mataku dihadapkan pada tubuh yang ingin aku pegang-pegang. Ini seperti kucing yang di hadapannya ada daging tetapi ia harus berpuasa. '


Yuehen kembali mendesah. Siksaan lainnya datang dalam bentuk rok. Kakinya jadi merasa sejuk karena kondisinya yang terbuka. Ditambah sepatu berhak yang menjadi siksaan kau wanita tetapi mereka tidak keberatan demi tampil modis. Untuk berjalan dari ranjang ke pintu saja, Yuehen harus terjungkal beberapa kali. Sungguh siksaan yang hakiki.


"Qi er bisakah aku tidak mengenakan sepatuh ber higth heels ini? "


Mo qi qi yang memasang dasi di kemejanya menggelengkan kepalanya. "Sepatu yang kau kenakan tidak cocok jika harus menggunakan sepatu flat. Ini salahmu sendiri yang memilih rok span mini itu, " jawab Qi qi.


Yuehen cemberut. Memang alasannya memilih memakai rok span pendek ini karena kagum dengan kaki tubuhnya yang tinggi, jenjang dan mulus. Jadi maksud Yuehen mengenakan rok ini agar bisa dengan bebas mengagumi dan memegang kaki panjang tubuh istrinya.


"Nah suami, jika kau ingin bebas dari siksaan sepatu itu maka ganti bajumu dengan celana ini. " Mo qi qi menunjukkan celana hitam berbahan kulit yang terlihat nyaman dikenakan. Kemudian pandangannya beralih ke sepatu boot berwarna cokelat yang tidak memiliki hak terlalu tinggi.


"Baiklah--" putus Yuehen pasrah. Demi keselamatannya, Yuehen menurut pada Mo qi qi.


Mo qi qi membantu Yuehen untuk memakai pakaian. Tanpa di duga, ada sesuatu yang salah pada tubuhnya.


''Oh Damn, mengapa tubuhmu mudah sekali bereaksi, Suami!? " pekik Qi qi setelah melihat tubuh bagian bawahnya menggembung.


"Jadi sebenarnya selama ini kau berpikir mesum? " tanya Qi qi.


Yuehen memalingkan wajahnya yang memerah. Dia tidak menyangka jika ketahuan karena peristiwa bertukar tubuh ini.


"Kau kan istriku, jadi wajar jika aku selalu berpikir mesum tentangmu. "


"Jangan lama-lama sayang, " goda Yuehen geli. Meski berkata demikian, Yuehen masih tidak ingin berpisah dengan cermin.


.


.


.


Setelah berbagai halangan akibat tubuh mereka bertukar tempat, akhirnya Yuehen dan Mo qi qi sampai di Song Ltd. Para pegawai di sana terkejut dengan kedatangan nyonya Song / Mo qi qi yang turut serta. Padahal biasanya Mo qi qi tidak pernah ikut ke kantor dan hanya datang ketika membawakan makanan.


"Awas saja jika juniormu bereaksi ketika melihat wanita cantik. Aku tidak akan ragu untuk pergi ke dokter dan menjadikanmu kasim. " Mo qi qi memberikan death glare pada Yuehen. Melalui peristiwa ini, Mo qi qi jadi bisa mendeteksi apakah muncul benih-benih perselingkuhan nantinya seperti yang ia baca di novel percintaan.


Glek.


Yuehen yang berada di tubuh Mo qi qi memucat. Sesaat kemudian dia menghela nafas panjang. Bagaimanapun dirinya sendiri yang tau jika tidak memiliki gairah pada wanita lain. Sangat berbeda dengan jika berdekatan dengan sang istri. Tubuhnya seperti mengamuk maka dari itu jangan heran jika mereka memiliki tiga anak yang usianya cukup berdekatan. Jika saja Mo qi qi tidak meminum pil pengontrol kehamilan, bisa jadi rumahnya sudah terdapat tim kesebelasan sepak bola.


"Kau bisa mempercayai ku Qi er? "


Sungguh pemandangan yang membuat iri. Yuehen yang berada di tubuh Mo qi qi tidak berhenti menempel dan duduk di pangkuan Mo qi qi yang berada di tubuh Yuehen. Sang sekretaris bahkan bingung saat nyonya Song yang memegang dokumen tetapi bermanja-manja di paha tuan Song. Mereka bingung dengan ulah kedua orang ini.


"Sudah waktunya kita menemui pendeta? Aku tidak ingin berada lebih lama di tubuh ini. "


"Baiklah. Sekarang perintahkan kepala sekertaris Cha menangani berkas ini. Lalu bilang untuk menunda rapat dua jam. "


Mo qi qi menelpon ketua sekretaris Cha dan menyampaikan apa yang Yuehen katakan. Mereka kemudian bersiap menuju ke tempat pendeta untuk berkonsultasi.


Tbc