Escape From You

Escape From You
Mood.



Apa yang sedang terjadi di sini? Mo qi qi merasa ada yang salah dengan sikap Yuehen. Dia sedari tadi mengabaikan dirinya. Dari sarapan hingga makan siang, Yuehen enggan bertatap wajah dengannya.


"Apa dia kembali terjerat oleg Lin yue?" guman Mo qi qi.


"Baiklah, aku tidak yakin kau bisa mengabaikan aku terus menerus. "


Mo qi qi memakai bikini pantai. Kemudian mengundang teman-teman di kampusnya untuk berpesta di mansion Song. Mumpung Kakek song dan ibu Meigui tidak berada di sini maka Mo qi qi ingin memanfaatkan kesempatan itu.


"Qi qi, aku datang! " Jiang mo sekarang sudah menjadi temannya. Semenjak mereka mengetahui sifat asli Lin yue, mereka mendekat ke Mo qi qi.


"Mana yang lainnya? "


"Itu mereka. "


"Maaf terlambat, aku mengumpulkan teman-teman dahulu. " Lian hua muncul dengan beberapa gadis. Mereka sudah siap dengan peralatan untuk pesta.


"Kau yakin tidak ada yang marah jika kita berpesta di sini? " tanya Jiang mo.


"Sangat yakin, " jawab Mo qi qi. Dia menyuruh para gadis itu mendekatkan telinganya.


"Dari tadi Yuehen mengabaikanku. Jadi kita lihat bagaimana dia masih mengabaikan aku yang berpesta dengan kalian. "


"Wah, benarkah Yuehen melakukan hal itu!?"


"Benar, dia sangat kekanakan. Sangat berbeda jauh dari kesannya yang biasanya dingin.


Sebenarnya di sisi lain dari kolam, Yuehen sedang duduk sambil membaca majalah. Dia memasang telinganya lebar-lebar untuk mendengarkan apakah Qi qi membicarakan pria lain. Terutama Tianmo. Jadi dia pura-pura membaca koran. Sayangnya dia tidak tau jika koran yang ia baca kondisinya terbalik.


Para gadis yang melihat kondisi ganjil itu langsung terkikik. Sebelum suara tawa mereka keluar, mereka langsung membungkam mulutnya dengan tangan.


"Dia benar-benar jatuh cinta padamu, Qi qi, " ucap Mia lin lin.


"Aku tau. "


Merekapun meneruskan acara bersenang-senang di tepi kolam. Yuehen terpaksa meninggalkan tempat duduknya agar tidak dikira mesum. Meskipun dalam hati dia ingin sekali melihat Qi qi yang tertawa. Itu terlihat sangat cantik.


Di saat Yuehen berada di dalam mansion, lebih tepatnya di kamarnya. Qingyun datang dan membuat kehebohan. Pria yang berhasil di cuci otak oleh Yuehen ini menarik semua gadis yang datang. Akhirnya Mo qi qi meninggalkan mereka karena para gadis itu lebih suka mengelilingi Qingyun.


"Sekarang dia berubah menjadi playboy. Ck, ini buruk. Aku telah menciptakan monster. "


"Qi qi, kamu mau kemana? "


"Bercinta dengan Yuehen. "


"Baiklah, buatkan aku keponakan yang banyak, " ucap Qingyun.


'Dasar kakak gila. '


Mo qi qi pergi mencari Yuehen. Sepertinya menggoda pria itu lebih menyenangkan dari pada melihat kakaknya menjadi menyebalkan.


.


.


.


Mo qi qi menemukan pintu kamar Yuehen terbuka. Qi qi pun nekat mengintip ke dalam kamar Yuehen. Tanpa di duga, Mo qi qi menemukan jika Yuehen tengah melukis.


Jari tangannya yang panjang bergerak mengarahkan kuas untuk menorehkan cat minyak pada kanvas. Mata gelapnya tetap terfokus. Ia begitu serius seolah hanya ada dirinya dan lukisan itu di dunia ini.


Diam-diam Mo qi qi mendekat hingga tepat berada di belakang Yuehen. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat jika sebenarnya Yuehen tengah melukis dirinya yang sedang menari.


'Bukankah di kehidupan lampau ia bahkan tidak perduli dengan tarianku? mengapa ia bisa melukisku begitu detail?'


'Jangan-jangan dia stundere. '


Helaan nafas Yuehen menarik perhatiannya.


''Meskipun aku tidak memilikimu, setidaknya aku memiliki lukisan cantikmu, " guman Yuehen. Tentu saja Mo qi qi yang berada di belakangnya bisa mendengar gumanan Yuehen.


"Aku bisa gila, jatuh cinta pada seseorang yang tidak membalas perhatian kita ternyata sangat buruk. Pantas saja kau dulu begitu agresif agar dapat menarik perhatianku. "


Mo qi qi terdiam, sejujurnya dia sama sekali tidak membenci Yuehen. Perasaannya justru tidak berubah meski ia mengalihkan perhatiannya pada Tianmo.


"Cukup bersabar maka aku akan memberikan hatiku padamu, " jawab Qi qi.


Begitu mendengar jawaban Qi qi yang datang dari belakang tubuhnya, Yuehen langsung berbalik. Ia terkejut melihat Qi qi berada di belakangnya.


Mo qi qi tersenyum canggung. Dia agak malu melihat pria tampan di depannya.


"Qi er aku pasti akan menunggumu. Dahulu kau yang menungguku sekarang giliranku yang melakukannya. " Yuehen memeluk Qi qi.


Dia merasa ucapan Qi qi adalah persetujuan agar bisa memilikinya.


Mereka pun berpelukan, tanpa mengetahui jika Qingyun dan gadis-gadis yang lain mengintip momen itu.


"Awas, jangan dorong - dorong. "


"Mundur dikit. "


"Hei, aku tidak bisa melihat mereka. "


Bruk...


Gerombolan gadis-gadis itu terjatuh karena pintu kamar Yuehen menjeplak sempurna. Mereka saling tumpang tindih. Tetapi tetap saja Qingyun yang menang banyak di sini.


Yuehen dan Qi qi terkejut melihat sekumpulan gadis-gadis yang terjatuh di tengah pintu masuk.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Qi qi.


Para gadis itu bertatapan antara satu dengan lainnya.


"Mereka tidak sabar ingin memberimu keponakan oleh karena itu kami tergesa-gesa sehingga terjatuh di pintu kamar ini. " Qingyun menjawab dengan polos.


"Kak Qingyun, jangan bilang kau ingin mendirikan harem? "


"Jika mereka tidak keberatan maka--" Qingyun tidak jadi melanjutkan ucapannya ketika melihat Qi qi yang memegang gunting dan pisang. Dia mengunting pisang itu dan memberinya pandangan yang mengerikan.


Glek.


"Tidak tidak. Aku hanya bercanda. Qi qi, aku adalah wanita setia. Hehehe. "


"Gadis-gadis yang lain kecewa setelah mendengar ucapan Qingyun. Mereka mengira jika bisa menjadi salah satu kekasih pria dewasa yang mapan pewaris keluarga Mo ini.


"Kau pembohong. "


Plak.


"Aku benci kamu. "


Dan terakhir Jiang Mo yang geram langsung memberikan tendangan di akar Qingyun hingga membuatnya pingsan.


"Ini hukuman agar tidak mempermainkan hati kami. "


Duaagh!


"Akh! "


'Itu pasti menyakitkan, ' batin Yuehen dan Qi qi.


"Apa kau masih hidup? " tanya Qi qi.


"Aw sakit sekali. Qi er, keturunan keluarga Mo akan terputus. Aduh. "


"Rasakan. "


Yuehen dan Qi qi meninggalkan Qingyun yang masih terkapar di lantai. Biarlah dia menikmati rasa sakit itu agar tidak mempermainkan wanita lagi.


Tbc