Escape From You

Escape From You
Wedding



Akhirnya hari ini terlaksana. Setelah perjuangan panjang Yuehen untuk memenangkan hati Mo qi qi kembali, mereka mengadakan upacara pernikahan yang cukup megah di Pulau pribadi. Hanya sedikit wartawan yang boleh meliput pesta mereka.


Itu memang nampak sempurna bagi orang awam. Tetapi tidak bagi Yuehen. Dia merasa jika keluarganya dan keluarga mertuanya bekerja sama membuatnya tidak berdaya.


"Ayah mertua, bisakah aku kembali ke kamar? aku sudah sangat lelah, " tanya Yuehen. Dia sangat ingin melarikan diri dari keluarganya yang berubah menjadi musuhnya sejak resepsi tiga hari yang lalu.


"Hei, aku baru minum dua botol. Temani aku hingga tiga botol, okey? " tanya Wucai. Dia tidak memperdulikan wajah menyedihkan dari Yuehen. Wucai menganggap ini sebagai balasan darinya karena menyakiti putrinya dulu. Dan siapa yang bisa menyangka jika ternyata pria ini akan menjadi suami Qi qi mengingat kerasnya penolakan Yuehen sebelum pertunangan dan Qi qi yang menjalin hubungan dengan Tianmo setelah acara pertunangan pertama yang gagal.


'Ini sudah tidak lucu lagi. Aku adalah satu-satunya pengantin pria yang tidak bisa merayakan malam pengantin setelah resepsi pernikahan. Bahkan saat ini adalah malam ketiga aku melewati malam tanpa melakukan apapun pada istriku, ' batin Yuehen frustasi.


"Ayah, Qi er pasti menungguku. Apakah anda tidak menginginkan cucu yang gemuk?" rayu Yuehen. Biasanya orang tua akan sangat senang jika berbicara tentang cucu. Jadi Yuehen mengangkat topik ini agar bebas dari Wucai tanpa harus menyinggung perasaannya.


"Kalau hal itu kamu tidak perlu khawatir, lihat saja Qingyun. Dia bahkan sudah memberikan cucu sebelum resepsi di adakan. Jadi sebentar lagi aku juga akan menyelenggarakan resepsi untuk kakak iparmu. "


'Sial, trik ini tidak berhasil. '


"Suamiku, kau tidak boleh terlalu banyak minum. Ingat Yuehen adalah pengantin baru jadi dia pasti ingin menghabiskan waktu bersama Qi qi kita hehehe. " Wan wan datang menyelamatkan Yuehen. Saat ini Yuehen menganggap ibu mertuanya seperti dewi penyelamat.


"Baiklah, kau boleh pergi. Tetapi besok kamu harus menemaniku minum lagi. "


"Baik. Jadi menantu permisi, Ayah mertua. "


Yuehen pun meninggalkan mereka berdua. Setelah Yuehen menghilang dari pintu lift, Wan wan menjewer telinga Wucai.


"Apakah kamu tidak keterlaluan, kamu menahan Yuehen hingga tidak bisa merayakan malam pernikahannya, " gerutu Wan wan.


"Biar saja, ini sedikit hukuman karena membuat Qi qi kita menderita dulu. Aku bahkan belum melupakan penghinaannya ketika dia tidak datang pada pesta pertunangan dulu. "


Wan wan menghela nafas berat, " memang benar, tetapi itukan karena salah paham. Andai gadis bernama Yue itu tidak membohongi Yuehen maka menantu kita tidak akan berbuat demikian."


"Sudahlah, bukankah aku sekarang sudah melepasnya. "


"Ah, aku jadi tidak sabar menantikan cucu dari Qi qi, " ucap Wan wan bersemangat. "Terlebih aku juga akan memiliki cucu dari Qingyun. "


"Mansion kita akan lebih hidup. "


.


.


.


"Istriku~" nada suara Yuehen yang manja memenuhi kamar hotel. Yuehen sangat tidak sabar menantikan malam ini.


"Akhirnya aku bisa melakukan malam pengantin. " Yuehen mencari-cari Mo qi q. Dia sudah tidak sabar lagi memproduksi keturunan Song. Dia bertekad tidak hanya satu bayi tetapi akan ada bayi-bayi lainnya.


Ternyata Mo qi qi berada di balkon hotel. Dia membaca majalah sambil mendengarkan musik.


Yuehen terbang menuju Mo qi qi. Mo qi qi hampir saja melempar majalah yang ia baca pada Yuehen.


"Yuehen, apa kau tidak minum-minum bersama ayah? " tanya Mo qi qi.


"Ayah sudah membebaskan aku sehingga kita sudah bisa mencetak keturunan Song."


"..."


" Kenapa? mengapa kau terlihat muram? "


"Sebenarnya... "


.


.


.


Wucai yang sedang menikmati bir dingin di tepi pantai bersama dengan Qingyun dan kakek Song. Mereka tertawa bersama hingga terdengar dari lobi hotel.


Ditengah acara mereka, kemunculan Yuehen menarik perhatian mereka bertiga.


"Mengapa kau tidak berada di kamar hotel bersama Qi qi, Yuehen? " tanya Qingyun.


"Jangan bilang kau mampu bertahan hanya sepuluh detik seperti yang Qi qi katakan ketika menjahilimu dulu? " tanya Qingyun lagi. Sedangkan Wucai dan kakek Song juga penasaran dengan Yuehen.


Yuehen hanya menatap kosong hamparan pantai yang bergulung-gulung. Dia menghela nafas berat sebelum menjawab pertanyaan Qingyun.


"Qi er, kedatangan bibi besar ( datang bulan), "jawab Yuehen. Sontak hal tersebut memancing gelak tawa dari ketiga pria itu. Mereka menertawakan kesialan Yuehen yang tanpa di duga.


"Baiklah, ayo kita minum lagi. "


"Benar, ayo minum sampai pagi. "


Yah peristiwa itu sudah berlalu lima tahun yang lalu ketika Qi qi belum lulus kuliah. Saat ini mereka sudah memiliki dua anak yang masih kecil.


Flash back off.


Ketika mengingat hal tersebut, Mo qi qi hanya bisa tersenyum. Kenangan itu begitu berharga hingga mampu membuatnya bertahan dari cobaan apapun.


End.


Aku berniat melanjutkan dengan season dua. Tetapi aku masih memilah temanya biar ga ngeblank di tengah jalan. Bye