
Demi membuktikan kesetiaan Yuehen, Mo qi qi melakukan pemindaian terhadap setiap gadis seksi yang ada di kantor. Dia melakukan hal ini karena menyadari jika tubuh Yuehen bekerja sendiri secara naluriah tanpa bisa ia kontrol. Buktinya adalah kejadian sebelum mereka ke kantor. Dan kini Mo qi qi harus mendeteksi lebih lanjut barang kali suaminya yang panas ini memiliki idaman yang lain.
Mo qi qi pun memutuskan untuk berkeliling sejenak. Seandainya ada wanita cantik berpakaian minim Mo qi qi sebisa mungkin mendekatinya tanpa membuat gadis itu curiga.
Seperti kali ini, Mo qi qi sedang mendekat ke arah Sha sha -- sekertaris direktur perencanaan. Gadis ini terlihat cantik dan mengenakan pakaian minim. Kebetulan gadis itu sedang berada di dapur untuk menyiapkan kopi.
"Oh, tuan Song. apa ada yang bisa saya bantu? "
"Tidak, aku akan membuat kopi sendiri. " jawab Qi qi.
"Baik. "
Sha sha segera menyelesaikan urusannya dalam membuat kopi. Kemudian dia pamit dari Yuehen.
"Fiuh, ternyata yang dikatakan Yuehen benar. Tubuhnya sama sekali tidak bereaksi pada wanita lain. '
Ribuan kupu-kupu bagai menggelitik perut Mo qi qi. Dia sangat bahagia karena Yuehen ternyata pria yang setia.
Suara langkah kaki mengalihkan perhatiannya dari kopi yang ia bawa.
"Qi er apa yang kau lakukan di sini. " Ternyata Yuehen muncul dari arah pintu dapur.
Qi qi hampir tersedak kopi saat melihat gaya berjalan Yuehen yang seperti ular. Dia meliuk-liukkan pinggulnya dengan menggoda. Yang lebih parah lagi ternyata sesuatu yang tadinya tidak mau berdiri seolah sedang melakukan semedi kini perlahan menunjukkan reaksi.
"Mengapa kau berjalan seperti itu, Suami!? " pekik Qi qi.
'Ini gawat, mengapa dia bangun di tempat ini? '
Mungkin yang menikmati kesialan ini hanyalah Yuehen seorang. Dia sangat menikmati perannya sebagai wanita cantik. Yuehen sama sekali tidak ragu berlenggak lenggok saat berjalan. Beruntung tidak ada kecelakaan fatal di kantor, hanya sedikit tabrakan antar pegawai pria yang membawa kopi atau terjungkal karena mereka terlalu asyik memperhatikan pinggul Qi qi yang bergoyang.
"Aku mencarimu, ayo kita menemui pendeta yang terkenal dengan kemampuannya itu? "
"Aku tidak keberatan... hanya saja juniormu kembali membuat ulah, " keluh Mo qi qi. Harus berapa kali dia masuk ke kamar mandi hanya untuk menjinakkan benda keras ini.
"Itulah yang terjadi Sayang. Setiap melihatmu aku tidak bisa mengendalikan diriku. "
"Haruskah aku tersanjung? "
"Tidak perlu, Ayo kita berangkat... "
Yuehen dengan genit menggandeng Mo qi qi. Saat ini Mo qi qi dalam suasana hati yang baik karena merasa lega. Dia tidak lagi curiga pada Yuehen. Sensor tubuh Yuehen adalah alat detektor yang lebih akurat dari pada apapun.
"Tunggu dulu. " Yuehen menghentikan langkahnya. Dia merasa ada yang tidak beres dengan tubuh Qi qi.
"Ada apa suami. Mengapa kau terlihat pucat?" tanya Mo qi qi khawatir.
Sesaat kemudian Yuehen menunduk dan memegangi perutnya.
"Qi er apa yang terjadi pada tubuh ini, mengapa perut bagian bawahku terasa aneh. Seperti ada sesuatu yang basah di sana, " jelas Yuehen.
"Suamiku, sepertinya kau sedang kedatangan bibi besar (datang bulan.)" ucap Qi qi dengan wajah prihatin. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana Yuehen melalui masa datang bulannya.
Jederrr.
Seperti di sambar petir, Yuehen ingin pingsan waktu mendengarnya.
'A-aku yang lelaki tulen ini harus mengalami datang bulan. Tiiiidaaaak!? '
Mo qi qi sadar jika Yuehen sedang dalam kondisi terguncang. Dia pasti tidak bisa menerima kenyataan jika mengalami hal feminis seperti ini.
"Kita pulang saja, lebih baik kita suruh sekretaris Cha mengundang pendeta itu, " usul Mo qi qi. Dengan perlahan dia memanpah Yuehen yang jiwanya masih kosong. Sedangkan Yuehen menuruti ucapan Mo qi qi. Dia memang terlalu percaya diri, awalnya Yuehen sangat senang bertukar tubuh dengan Mo qi qi karena dorongan otak mesumnya. Siapa yang menyangka dia harus mengalami datang bulang. Ditambah perutnya yang sakit dan terasa kembung.
"Ugh Cepat panggil pendeta Qi er. ''
Mereka berdua kembali tiba ke rumah Song. Mo qi qi segera menyeret Yuehen ke kamar dan mengambil celana dalam dan pad.
"Sayang ayo pakai ini, " bujuk Mo qi qi.
Ingin rasanya Yuehen menangis darah. "Aku yang seorang lelaki sejati harus memakai pembalut!? " teriak Yuehen frustrasi. Terlebih ketika benda itu menempel ke milik Mo qi qi.
'Oh bunuh saja aku sekarang. "
Yuehenpun memutuskan untuk tidak keluar kamar satu langkahpun. Dia merasa tidak berani menghadapi dunia. Harga dirinya sebagi pria sejati benar-benar terluka.
Dari arah pintu Yuehen mendengar jika Mo qi qi memerintahkan sekretaris Cha mengundang pendeta Long.
"Tolong segera memanggil pendeta di kuil xxx. Iya segera. "
"...."
"Jangan lupa, lakukan dengan rahasia. "
Tut.
Mo qi qi mendekati Yuehen yang membentuk badannya menjadi bola di ranjang. Dia merasa geli melihat tingkahnya yang berbeda seratus delapan puluh derajat dari pada pagi tadi.
"Sabar suamiku, Ah beruntung aku tidak hamil. Bayangkan jika kau yang hamil. "
"Ng~"
"Untung saja kita tidak bertukar tubuh pada saat aku hamil. Ah aku tidak bisa membayangkan kau merasakan rasanya hamil, " ucap Mo qi qi geli. Rasanya sangat menyenangkan menggoda suaminya ini.
Ucapan Mo qi qi mengirim bulu kuduk Yuehen meremang.
'Aku ingin kembali ke tubuhku lagi, sekarang!!"
tbc