Escape From You

Escape From You
Meeting



Mata Yuehen terus berkedut memikirkan kemungkinan yang terjadi antara Mo qi qi dan Tianmo. Dia sangat khawatir jika Mo qi qi terbutakan cinta hingga bersedia menjadi selir dari Tianmo.


"Akh mana mungkin Qi er bersedia menjadi selir... " gerutu Yuehen.


"Jika mengingat ulah Mo qi qi yang dulu bisa berbuat gila ketika jatuh cinta, menjadi selir bukanlah hal yang mustahil. "


Yuehen mondar-mandir di balkon kamarnya. Pagi ini dia mendapatkan informasi jika Mo qi qi dan Tianmo akan bertemu di cafe M yang berada di salah satu Mall cabang keluarga Song. Oleh karena itu dia sangat frustrasi.


"Bearti aku harus mengikut mereka. Aku akan mencegah Tianmo merayu Qi er untuk menjadi nyonya keduanya. "


"Lagi pula Qi er sudah menjadi milikku. "


"Dan sahabat tersayangku itu juga belum merasakan pembalasan dariku karena mempermainkanku tempo hari. "


Kepala Yuehen sekarang dipenuhi ide jahat untuk membalas Tianmo. Salah siapa memulai permusuhan dengan tuan muda Song. Hanya Mo qi qi yang bisa menyamainya dalam hal mempermainkan orang. Orang lain jangan bermimpi bisa lepas dengan mudah setelah mencabut kumis harimau.


.


.


.


Usai kelas berakhir Mo qi qi segera menuju gerbang kampus. Dia melihat pria berpenampilan mulia menunggunya di sebelah mobil sport berwarna hitam metalik. Senyumnya mereka ketika melihat Mo qi qi mendekat. Diapun membukakan pintu untuk Mo qi qi.


Mereka tidak tau jika diam-diam Yuehen mengintai mereka berdua dari balik pohon besar di pinggir jalan. Yuehen menunggu mobil Tianmo agak jauh lalu mengikuti mereka.


"Hen gege apa yang sedang kau lakukan disini? "


Yuehen ingin sekali mengutuk leluhurnya karena kesialan bertemu dengan Lin yue.


"Tidak ada, jangan memanggilku seakrab itu. Kau tidak layak," jawab Yuehen acuh tak acuh. Kakinya hendak melangkah pergi dari hadapan Lin yue.


"Maafkan aku. Tuan Song, aku minta maaf atas kebohonganku. Aku menyesal. " Air mata berderai dari mata Lin yue. Wajahnya tampak menyedihkan dan dia terlihat kurus tak terawat. Tentu saja, sebab dulu Yuehen menghabiskan dana untuk kecantikannya. Sekarang tentu saja tubuhnya akan kembali ke asal jika tidak dirawat.


Yuehen sama sekali tidak memberikan wajah pada Lin yue. Dia masuk dan menjalankan mobilnya. Saat ini yang terpenting adalah mengawasi Tianmo. Dia tidak bisa membiarkan Tianmo merayu Qi qi.


Lin yue hanya bisa meratap setelah ditinggal oleh Yuehen. Padahal semuanya sempurna. Mengapa semua ini menjadi kacau seperti ini.


"Ini salah ayah. Jika dia tidak menjadi orang yang gila judi maka nyonya Song meigui akan menyetujui pertunanganku dengan Yuehen. Lalu kami pasti sudah menikah dari dulu. " Kata-kata Lin yue terdengar oleh Lian Hua dan Jiang.


"Dasar, dia sama sekali tidak menyadari kesalahannya. "


"Gadis yang mengerikan. "


.


.


.


Qi qi dan Tianmo masih berputar-putar untuk melihat barang yang bagus. Mereka masih belum menyadari jika Yuehen mengikutinya hingga sebuah tepukan di punggung Tianmo mengalihkan perhatian Qi qi dan Tianmo dari barang yang menarik.


Mo qi qi memandang curiga pada Yuehen, " Apa kau mengikuti kami? " tanya Qi qi. Mata almondnya menyipit curiga.


"Tidak, aku punya urusan di sini. Jika kau tidak tau mall ini adalah usaha cabang keluarga Song. " Yuehen berusaha keras menyembunyikan wajah cemburunya. Dan itu nampak seperti seseorang yang butuh toilet.


Tianmo mengangguk, " Apa kau ingin makan bersama kami? "


"Tidak, aku ingin pekerjaanku segera selesai. Aku duluan. " Yuehen mengangkat tangannya untuk mengucapkan salam perpisahan.


'Aneh... ' batin Mo qi qi.


Merekapun melanjutkan langkahnya untuk menuju cafe yang semula mereka tuju. Namun seperti ada sesuatu yang salah dan itu mengganggu perasaan Tianmo dan Mo qi qi.


Para gadis yang lewat tiba-tiba memberikan tatapan genit pada Tianmo. Mereka melihat ke arah wajahnya kemudian ke arah tengah perutnya.


"Memang benar, sepertinya sangat wah, " bisik gadis-gadis yang melewati mereka dari belakang. "


Sekumpulan wanita dewasa juga memberikan pandangan aneh pada Tianmo. Mereka juga melakukan hal yang sama dengan gadis-gadis sebelumnya.


"Wow, aku jadi ingin mencobanya. Apa kau sudah mencatat nomornya?"


"Sudah, mungkin aku akan menghubunginya sebentar lagi. "


Mo qi qi dan Tianmo berpandangan. Ini sudah bukan hal yang normal lagi. Mengapa semua gadis menatap intens ke arah miliknya. Tidak hanya itu, para pria juga diam-diam meliriknya dengan penuh harap.


"Qi er ,sepertinya ada yang salah dengan sikap mereka. Coba kau lihat penampilanku, apa ada yang aneh? " tanya Tianmo.


"Tidak~ Qi qi mengamati Tianmo dari ujung kaki hingga kepala. Kemudian ia berputar mengelilingi Tianmo, saat itulah dia melihat ada kertas yang menempel di punggung Tianmo. Kertas itu bertuliskan sesuatu yang bisa membuat orang salah paham.


Aku berhasil memperbesar xxx ku dengan operasi plastik jadi jika ada yang berminat bisa hubungi aku di no +08xxxxx


Pantas saja para gadis tidak berhenti melihat arah selakangan Tianmo. Bahkan para pria juga seolah sangat penarasan ingin bertanya padanya. Tianmo dan Mo qi qi sudah menduga siapa pelaku iseng ini.


"Yuehen... kau sudah keterlaluan. "


"Hehehe tidak Qi er bukan Yuehen namanya jika tidak membalas kejahilanku yang dulu. "


"Tetap saja ini memalukan."


"Hari ini aku pasti akan sibuk menjawab telepon asing yang menanyakan masalah operasi pembesaran kelamin, " desah Tianmo. Ini memang resiko karena menggoda Yuehen.


.


.


Sementara itu Yuehen bersiap menyewa pasukan untuk menelepon Tianmo.


"Bersiaplah Tianmo. "


Tbc