
Malam itu Song yuehen tidak lagi membiarkan julukan pria satu detik melekat padanya. Ia membuktikan dengan langsung kesombongan dan stamina yang ia miliki.
Dia tidak perduli jika Qi qi menolak. Ia memiliki cukup kepercayaan diri sebagai pria sejati.
"Song yuehen ... Aku kesakitan ~"
"Sebentar lagi kau akan terbiasa. Lalu kita nikmati malam ini. Aku jamin tidak akan berakhir selama sepuluh detik. "
"Tapi... " Qi qi takut segalanya akan seperti kehidupan sebelumnya jika hari ini berakhir. Song yuehen akan kembali pada Lin yue yang mampu membuatnya tergilas-gila. "Kau memiliki Lin yue... " Qi qi berkata dengan sedih.
Pasti karena hatinya terlalu lemah sehingga kembali terperosok ke dalam pesona Song yuehen.
Song yuehen segera mencium kembali bibir Qi qi, ada rasa bersalah pada dirinya ketika dia menyebutkan nama terkutuk yang menipu dirinya dan membuat hidupnya dalam kegelapan.
"Dia sama sekali tidak pantas berada di antara kita, bahkan nama penipu itu terdengar menjijikkan. "
"Eh? "
"Kaulah seharusnya yang aku perlakukan baik. Bukan penipu yang mengaku menyelamatkan ku, jadi aku berhutang budi padanya sehingga aku tidak bisa menerima mu. Ternyata kaulah sang dermawan ku. "
"Apa maksudmu? "
"Malam kau akan mengundang keluarga kita untuk melihat kembang api, kau mendorong ku agar tidak tertabrak mobil. Tapi Yue mengakui kebaikan mu."
"Aku tidak ingat, " jawab Qi qi.
"Waktu itu kau mengalami shock sehingga melupakan peristiwa penting itu. Hal tersebut dimanfaatkan Yue membuatku berhutang nyawa padanya."
"Sudahlah Qi er, lupakan nama gadis penipu itu. Sekarang hanya ada aku dan dirimu. Mungkin juga Song kecil akan terbentuk. "
"Jadi menurutmu aku harus memaafkanmu karena kau mengetahui kebenarannya. Maaf saja ya, aku tidak akan memaafkanmu semudah itu. "
"Qi qi, aku tau aku salah. Tolong beri aku kesempatan. " Ucapan Yuehen terdengar tulus. Namun tidak semudah itu memaafkan pria ini.
"Kita lihat nanti, " jawab Qi qi. Otaknya masih kusut. Dia tidak ingin berpikir hal berat saat ini.
"Benar, untuk saat ini yang penting adalah menikmati malam ini dengan baik. "
"Apa maksudmu... Eh Yuehen. Berhenti. Kyaa."
.
.
.
"Ah hen kau begitu jahat. Ini tidak lagi sepuluh detik tapi semalaman. Aw sakit sekali. "
"Maafkan aku, tapi salahkan juga dirimu yang memiliki aset menggoda." Mata Song yuehen menatap mesum pada Qi qi yang penuh bercak merah dan biru. Song yuehen tidak ingat berapa banyak ia menggigit dan menghisapnya dengan keras.
"Lihat bercak merah di seluruh tubuhku. Aku seperti harimau tutul, ah kau mengerikan... Dan berhentilah pegang-pegang disana, itu geli. "
Tidak ada yang berani mengetuk pintu untuk mengintrupsi kegiatan dan percakapan mesum tuan dan calon nyonya Song.
'Ah tuan dan nyonya, bisakah kalian melanjutkannya di rumah. Kami di sini tersiksa. '
"Song yuehen kau bukan nyamuk!! kyaa... "
.
.
.
Beruntung mereka mampu mengendalikan hasrat sang naga yang berkobar. Qi qi yang menyadari jika telah muncul tim khusus Song yuehen segera mengancam Song yuehen agar berhenti berbuat mesum. Hasilnya para anak buahnya mendapatkan pelototan maut sang tuan yang lagi mupeng.
"Wah aku senang kalian sangat tanggap. Besok berangkat ke afrika selatan untuk pelatihan agar suara kalian tidak terdengar. "
Dalam hati anak buah Song yuehen harus menjerit dalam hati karena merasa diperlakukan tidak adil.
"Baik. "
'Ibu tolong kami sang tuan sangat tidak berperasaan,' batin anak buah Song yuehen.
"Sudahlah, mereka sudah cukup profesional. Tidak perlu latihan lagi. "
Ucapan Qi qi seperti angin surga bagi mereka. Sosok Qi qi berubah menjadi sosok imajiner yang memiliki sayap seperti peri.
"Baiklah. Segera temukan mobil yang berani mencoba mencelakakan ku dan Qi qi. Ayo segera kembali ke mansion. "
"Baik! " jawab mereka serempak.
"Kita kembali sayang. " Song yuehen mengangkat tubuh Qi qi yang lemas plus kaki terkilir. Diam -diam Song yuehen bersyukur Qi qi terkilir, dengan begini kapanpun dia minta Qi qi tidak akan bisa bergerak. Jadi dirinya bisa menyerang Qi qi selama yang ia inginkan.
"Ah hen, apa yang kau pikirkan? "
"Memutuskan gaya apa yang aku praktekkan setelah sampai nanti. "
"Cabul! " Qi qi mencubit Song yuehen sayang. Sulit dia sangkal jika bagian bawahnya basah hanya karena bisikan Song yuehen ditelinganya.
"Dan ingat, aku masih belum memaafkanmu. "
"Qi qi ~"
"Jika Tianmo memiliki anak maka masih banyak pria lain. "
"Aku akan mengebiri mereka semua. "
"Ah, itu terlalu kejam Yuehen. "
tbc