
Untuk kali ini interaksi di antara mereka berjalan damai. Tidak ada lagi skema dari kedua orang yang tengah berkencan di tengah kota. Untuk sesaat mereka menikmati suasana tenang di kota yang indah. Di sini, pihak yang paling berbahagia adalah Yuehen.
Taman kota adalah pilihan dari Yuehen. Dia ingin merasakan bagaimana berkencan secara normal. Dibandingkan dengan berkencan ala kaum eksklusif yang monoton dengan lilin di hotel mahal dan pemain biola, Yuehen ingin merasakan bagaimana bersenang-senang seperti yang ada di novel romantis.
Sebenarnya tadi malam Yuehen begadang untuk membaca novel agar tidak terlihat bodoh di depan Qi qi. Mana mungkin orang perfeksionis seperti dia menggagalkan kencan pertamanya dengan bertindak pasif.
"Qi er, ayo kita makan-makan di sana, " ajak Yuehen. Dia menunjuk ke arah para pedagang di pinggir jalan.
"Apa kau yakin perutmu akan baik-baik saja? Jika tidak salah ingat, perutmu agak sensitif dengan masalah kebersihan. " Mo qi qi sebenarnya ingin mengikuti upacan Yuehen. Ini pertama kali dia jalan-jalan di taman pinggir jalan kota. Banyak sekali para pemuda yang berlalu lalang sambil menggandeng kekasihnya. Mereka juga asyik memilih jajanan di tempat khusus untuk para pedagang makanan. Disitu disediakan tempat duduk di sekitar pedagang makanan.
"Aku baik-baik saja. Ayolah Qi er jangan membawa kebiasaan membosankan kaum Taipan. Hari ini kita harus bersenang-senang," ucap Yuehen dengan bibir mengerucut. Dia tidak pernah menyadari jika ulahnya itu akan membuat para wanita pingsan karena terpesona.
"Baiklah, " jawab Mo qi qi dengan senyum lebar.
Yuehen dan Mo qi qi memilih makanan yang membuat mereka tertarik. Mo qi qi tidak berhenti mengunyah jajanan hingga perutnya bundar.
Tetapi ada yang salah dengan tatapan para gadis kepada Yuehen. Pandangan mereka seperti singa betina kelaparan yang kelebihan hormon. Entah sejak kapan mereka membawa bingkisan parfum di tangan mereka dan mendekati Yuehen pelan-pelan.
Mo qi qi menyadari jika ada yang tidak beres di sini. Tanpa sengaja matanya melihat papan pengumuman di taman.
Siapapun pria yang menerima bingkisan parfum harus bersedia menikahi sang gadis.
Pandangan Mo qi qi mengarah di sekelilingnya, ternyata para pasangan yang membawa kekasihnya menghindari area perjodohan yang tanpa sengaja dimasuki Yuehen dan Qi qi.
'Ini bahaya, ' batin Qi qi.
"Lari! " teriak Mo qi qi.
Yuehen secara spontan mengikuti langkah Mo qi qi yang lari menuju area aman. Sayangnya para gadis singgel di area situ tidak membiarkan Yuehen lepas dengan mudah. Mereka turut mengejar Yuehen. Mana mungkin mereka akan membiarkan pria setampan Yuehen lepas dengan mudah.
"Menikahlah denganku tampan! "
"Denganku saja! "
"Ku jamin kau akan puas! "
"Aku sangat seksi...kau tidak akan menyesal menikah denganku. "
Mo qi qi dan Yuehen tidak memperdulikan teriakan para gadis itu. Yang terpenting saat ini adalah segera lari ke wilayah aman.
Para pengunjung taman yang lewat berhenti untuk melihat seorang gadis dan pria tampan dikejar-kejar puluhan gadis yang mengajak menikah. Hal yang jarang terjadi, itu karena penduduk sekitar hanya mengadakan acara ini setahun sekali. Sialnya, Yuehen tersasar dan terjebak pada acara ini di saat kencan pertama dengan Mo qi qi. Dan yang paling aneh adalah Mo qi qi dan Yuehen sudah berhasil keluar dari zona perjodohan tapi mengapa para gadis itu masih belum berhenti mengejar mereka.
Yuehenpun menuruti Mo qi qi. Dia menyeret Mo qi qi masuk ke mobil. Awalnya dia berniat mengendarai mobil Aston Martin untuk segera pergi dari sini. Sayangnya para gadis itu seolah memiliki kekuatan super. Mereka berhasil memenuhi jalan dan mencari keberadaan mereka berdua.
Terpaksa Yuehen dan Qi qi meringkuk diam di kursi belakang agar tidak ketahuan. Mereka tidak berani bergerak karena terlalu tegang.
"Ini salahmu, mengapa kamu terlalu tampan, " bisik Mo qi qi.
"Bukan, ini salahmu yang mencuri hatiku. Andai aku tidak jatuh cinta padamu maka aku bisa saja menikahi salah satu diantara mereka. "
"Jadi ini salahku? Memangnya siapa yang mengajakku jalan-jalan di sini. Seharusnya kau sudah menyiapkan bodyguard untuk mengawal kita. "
Tiba-tiba Yuehen teringat dengan salah satu tulisan tangan karyawannya.
Aturan nomor satu \= **Pacar selalu benar.
Aturan nomor dua \= Jika pacar salah maka aturan nomor satu masih berlaku**.
"Iya ini salahku, " ucap Yuehen. "Aku tidak berguna karena membuat kencan kita berakhir menyedihkan seperti ini, " lanjutnya.
"..." Mo qi qi terdiam. Dia tidak menyangka jika Yuehen mengalah padanya.
"Oleh karena itu aku bersedia dihukum. "
"Dihukum, aku tidak ingin menghukummu, " ucap Mo qi qi. Dia hanya ingin pergi dari sini dan terlepas dari kerumunan gadis yang memburu Yuehen.
"Baiklah, aku akan mewakili dirimu untuk menghukum diriku sendiri, " ucap Yuehen.
Mo qi qi hendak mengucapkan kalimat untuk mencegah Yuehen untuk menghukum dirinya. Tanpa dia ketahui jika hukuman yang dimaksud Yuehen sebenarnya menguntungkan Yuehen sendiri.
'I-itu tidak --"
Chup.
Ciuman Yuehen pada bibirnya cukup mengejutkan Mo qi qi. Ingin sekali Mo qi qi berontak dan mendorong Yuehen. Sayangnya tenaganya seolah menghilang. Lama kelamaan Mo qi qi terhanyut dalam ciuman manis itu.
Tanpa menghiraukan sekumpulan gadis-gadis yang menggila karena putus asa mencari Yuehen, mereka berdua berciuman di Aston Martin sambil bersembunyi.
Tbc.