
Pesta yang dipenuhi pria-pria tampan sudah dimulai. Para kolega Yuehen yang berumur dibawah empat puluh tahun, tampan, panas dan berotot khusus diundang oleh Mo qi qi. Ibu rumah tangga itu ingin menguji Yuehen apakah dia masih kuat bertahan jika dirinya berdekatan dengan pria-pria tampan. Atau dia masih terlena dengan acara *****-***** tubuhnya.
Lalu di sisi lain ruangan, Yuehen menemani istri dari para koleganya. Telinganya serasa berdengung mendengar ocehan mereka yang selalu berputar antara merk tas, sepatu, lipstik dan menyombongkan kekayaan suaminya.
'Mengapa mereka suka sekali mengoceh? ' batin Yuehen.
Dan bau parfum yang bertabrakan antara satu dengan lainnya membuat kepala Yuehen serasa pusing.
'Ini menambah nilai plus tubuh Mo qi qi yang wanginya segar dan tidak menyengat. '
Andai Mo qi qi tidak menyeretnya dari ranjang untuk menyambut tamu wanita dia pasti saat ini masih bergelung manja di ranjangnya. Dia juga pasti sedang mengabadikan foto-foto Mo qi qi yang berpose menggoda. Maklum saja, istrinya termasuk pemalu jadi dia tidak pernah berpose nakal.
Mo qi qi masih asyik mengagumi tubuh Yuehen. Otot suaminya memang bagus tetapi membandingkan dengan otot suami temannya yang lain juga tidak ada ruginya. Lagi pula dia terlalu asyik mengagumi tubuhnya.
Oh, ingin sekali Mo qi qi membuka isi otak suaminya itu.
"Baiklah bagaimana kita adu panco, " usul Tianmo. Pria itu turut diundang oleh Mo qi qi untuk menambah panas suasana. Mo qi qi hanya menyeringai dan mengangguk. Diam-diam dia memperhatikan penampilan pria-pria tampan dan mapan ini.
'Inilah surga, ' batin Mo qi qi.
Sayang sekali hal itu tertangkap mata Yuehen. Dia tidak terima melihat Mo qi qi yang mengagumi tubuh pria lain.
"Apa yang kau lakukan suami? " tanya Yuehen sambil menggertakan giginya. Baiklah, dia sangat cemburu sekarang.
"Aku sedang bersenang-senang dengan kolegaku, Sayang. Jadi kau silakan bersenang-senang dengan istri mereka. "
Reaksi Yuehen adalah wajah yang tidak bahagia. Ada kedutan di pelipis dahinya.
"Dengan memandang tubuh mereka? "
"Hei, aku hanya membandingkan otot perut dan lenganku. Tidak ada yang salah dengan itu. "
"Tapi mengapa air liurmu nampak menetes? "
"Apa!? tidak, aku tidak --"
Bruk
Brak
Teman-teman Yuehen menjauh setelah mendengar ucapan Yuehen dalam tubuh Mo qi qi. Mereka jadi curiga jika Yuehen mendadak menjadi gay. Terlebih dari tadi dia terlihat kalem dan anggun. Demi Tuhan sungguh bukan Yuehen yang biasanya mereka kenal.
Tianmo adalah orang yang maju pertama kali. Dia nampak curiga dengan sikap kedua orang ini. Akhirnya dia memilih untuk menggoda Mo qi qi.
"Qi er apa Yuehen kurang memuaskanmu? "
Meskipun yang ditanya adalah tubuh Mo qi qi namun jiwanya masih Yuehen. Jelas di tuduh seperti itu menyinggung harga dirinya.
Mo qi qi melihat kesempatan itu. Dia ingin membuat Yuehen ingin kembali ke tubuhnya sendiri.
"Jadi--" Tianmo mengikuti alur. Dia seperti berbicara dan bekerja sama dengan Qi qi seperti hari-hari biasanya menggoda Yuehen. Sayangnya Tianmo merasakan jika berbicara dengan Yuehen seakan berbicara dengan Mo qi qi.
'Apa yang sebenarnya terjadi? ' batin Tianmo. Dia mengawasi tindak tanduk kedua orang itu dengan saksama. Semakin dilihat maka Tianmo merasa jika mereka seperti tertukar.
Yuehen di tubuh Mo qi qi semakin jengkel. Bagaimanapun Tianmo dulu adalah saingan cintanya dan kini Mo qi qi bilang dia kurang jantan, jelas Yuehen tidak terima. Dan sekarang selain dia merangkul Mo qi qi yang berada di tubuhnya, dia juga mempertanyakan kemampuannya. ┌∩┐(◣_◢)┌∩┐
"Istriku, sekarang kamu kembali ke perkumpulan para istri ya. Tidak baik meninggalkan mereka tanpa tuan rumah, itu tidak sopan, " ucap Mo qi qi.
'Alasan, bilang saja kau ingin berduaan dengan Tianmo,' batin Yuehen.
"Tidak, lebih baik mereka di panggil ke sini. "
"Hei, kami akan adu panco dan melihat siapa yang menang. Jadi jangan ganggu kami yang bersenang-senang, " ucap Mo qi qi yang sekarang melihat dengan mata mengancam. Dia sudah jengah dengan keras kepala Yuehen.
"Itu benar, " Tianmo mendukung ucapan Mo qi qi, setelah ini dia akan bertanya tentang kecurigaannya. Yuehen pun mendengus dan menurut.
'Sungguh sifat mereka seperti tertukar. '
"Hei, mengapa kalian menempel tembok! " Tianmo berteriak pada para pria yang ketakutan. Mereka tidak pernah berharap Yuehen akan menjadi gay.
"Tapi, Mo qi qi tadi... "
"Ah, dia sedang masa sensitif jadi sangat pencemburu. "
Mereka akhirnya lega, "Jadi Mo qi qi sekarang hamil? Pantas saja."
Para pria itu pun mulai adu panco. Mereka bertaruh yang kalah mentraktir liburan bulan depan ke villa mereka masing-masing.
Mereka sama sekali tidak memperhatikan Yuehen yang melototi mereka semua karena cemburu. Bagaimana tidak, Mo qi qi sekarang terbengong-bengong melihat otot-otot para pria itu. Juga si bajing*n Tianmo yang terus menempel padanya. Ingin rasanya dia mengusir semua orang ini.
"Nyonya Mo, bagaimana dengan anda. Apa yang tuan Song berikan pada anda saat ulang tahun pernikahan? "
Jika di sana matanya sakit karena melihat istrinya yang nempel ke pria berotot. Maka di sini telinga Yuehen sakit karena ocehan mereka. Sungguh Yuehen penasaran makanan apa yang diberikan suami mereka pada wanita ini hingga suka sekali menggosip dan pamer.
"Di malam ulang tahun pernikahan kami Yuehen tidak akan membiarkan aku pergi dari kamar. "
Jawaban Yuehen membuat semua istri diam. Dan kebetulan di tempat para pria itu juga sedang sepi. Jadi suaranya terdengar jelas hingga ke tempat para pria.
Mo qi qi yang juga mendengarnya tidak bisa mengendalikan rona merah yang menjalar di pipi.
"Eh mengapa diam, ayo lanjutkan. Sekarang giliran Liang shu. Ayo cepat, " Mo qi qi segera mengalihkan pembicaraan.
"Ini memalukan, Yuehen memang benar tapi mengapa dia memberitahu pada mereka. "
Tbc.