Escape From You

Escape From You
Sebuah Masalah.



Baiklah, hari ini dimulai dengan senyum yang lebar, jiwa yang segar dan suami yang tampan. Mo qi qi membuka matanya untuk melihat ketampanan suaminya yang bahkan masih terlihat tampan ketika merangkak keluar dari tempat tidur.


Sayangnya bukan wajah tampan yang ia dapatkan, tetapi wajah cantik berbibir imut yang sangat ia kenal. Dalam kondisi yang masih berusaha mencerna situasi dan mengumpulkan kesadarannya setelah bangun tidur, Mo qi qi akhirnya meneliti tubuhnya sendiri.


"Huaaaa! "


"Ada a---pa!? " Yuehen yang bangun tidur juga terkejut dengan situasi yang ia alami. Kondisinya yang baru bangun tidur tidak membuatnya gagal fokus. Yuehen sudah terbiasa berpikir cepat dan fokus jadi kali ini belum mampu mencerna apa yang terjadi pada tubuhnya.


"Mengapa aku bisa melihat diriku? " tanya Mo qi qi.


"Mengapa aku punya buah dada? " balas Yuehen.


"Mengapa pantatku empuk? "


"Mengapa pinggulku besar tapi pinggangku kecil. "


"Tunggu dulu, mengapa aku tidak memiliki juniorku? apa kau yang mencurinya Qi er, padahal setiap hari kau memilikinya ck aku tidak menyangka kau ingin memilikinya?" tanya Yuehen dengan sedikit menggoda.


"Hentikan bercandamu Yuehen, " bisik Mo qi qi. Ibu rumah tangga ini tidak pernah berpikir jika suaminya bisa menjadi pria konyol setelah menikah dengannya. Padahal dulu pria ini pernah ia juluki raja neraka karena hawa dingin yang ia keluarkan dimanapun ia berada.


"Mana mungkin aku mau benda itu. "


"Benarkah? Padahal yang ku tau kau sangat menantikannya. "


"Sudah, jangan teruskan lagi! "


Beberapa saat kemudian mereka menyadari jika sudah bertukar tubuh. Mo qi qi sangat panik, dia tidak bisa membayangkan harus beraktifitas menggunakan tubuh Yuehen. Terutama ada sesuatu yang hidup di antara kedua kakinya.


"Ugh... Bagaimana cara menidurkan benda ini? " keluh Mo qi qi yang masih bersandar di kepala ranjang. Dia putus asa melihat milik Yuehen dan bersemangat, padahal dia harus memasak sarapan untuk dirinya dan Yuehen. Beruntung anak-anaknya sedang liburan bersama Qingyun.


Tidak seperti Mo qi qi, Yuehen justru bersemangat ketika tau dia masuk ke tubuh istrinya. Dengan seringai mesum, tangannya terus berada di tempat favoritnya.


'Lumayan, tidak perlu merayu Qi qi ketika aku ingin menyentuhnya,' batin Yuehen. Tangannya terus bergerilya memeriksa tubuh barunya.


"Suamiku, bagaimana cara menidurkan ini~,aku harus memasak untuk kita, " ucap Mo qi qi sambil cemberut.


Yuehen agak shock melihat wajahnya yang tanpa ekspresi mengerucut. Sangat tidak Yuehen sama sekali.


"Qi er tolong jangan mengerucut dengan menggunakan wajahku, " pinta Yuehen. Tangannya memegang wajahnya atau lebih tepatnya tubuhnya yang kini ditempati Qi qi.


"Kondisi ini sangat aneh. Kita harus menemui pendeta di kuil. "


Dengan terpaksa Mo qi qi menuju kamar mandi. Dia ingin menyegarkan diri di bak mandi. Sayang dia masih risih dengan benda menggantung di pangkal pahanya saat berjalan.


'Akh bagaimana caranya agar aku kembali ke tubuhku sendiri? '


Sedangkan Yuehen, dia masih asyik dengan tubuh barunya. Dia seolah menikmati peran istrinya. Dia berjalan ke arah walk in closet. Lalu berdiri tegak dan mengambil beberapa pose menggoda di depan cermin.


"Hai Mo qi qi, berani sekali kau tampil secantik ini. Lihatlah dirimu, bagaimana mungkin Yuehen tidak tergila-gila padamu. Aku harus kasihan pada wanita di luar sana karena tidak memiliki kesempatan menggoda Yuehen, " ucap Yuehen yang berada di tubuh Mo qi qi. Berkali-kali Yuehen berpose seperti model profesional. Kemudian ia mengeluarkan kamera dan memasang timer untuk mengambil gambar dirinya sendiri.


Cekrek.


Cekrek.


Yuehen masih asik berpose sensual di walk in closet. Dia kemudian memeriksa foto hasil tangkapan kamera otomatis.


"Gambar yang bagus. "


Sedangkan Mo qi qi yang melihat ulah Yuehen di dalam tubuhnya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Aku tidak pernah berpose segenit itu, Suami. "


"Oleh karena itu aku mengambil foto ini. Kau sangat cantik ketika berpose seperti ini. " Yuehen menyodorkan pinggulnya ke Mo qi qi yang membatu. Semakin lama Mo qi qi menyadari jika benda di antara pahanya kembali hidup.


"A-aku butuh mandi lagi. "


Brak.


"Huh akhirnya kau tau rasanya disiksa libido, Istriku. " Yuehen tersenyum geli. Dia yang sudah terbiasa dengan siksaan hormon di pagi hari tidak pusing dengan hal itu.


"Oh akhirnya, mengapa benda itu tunduk pada air dingin ya? " keluh Mo qi qi. Mo qi qi yang ditubuh Yuehen terlihat konyol karena memakai handuk sebatas dada.


"Sayang, kamu tidak perlu memakai handuk sebatas dada. Cukup sampai pinggan saja. "


"Tapi aku tidak terbiasa, " ucap Qi qi.


"Sabarlah, mari kita bersiap menemui pendeta. Barang kali mereka tau mengapa hal ini menimpa kita. "


"Baiklah. "


Tbc