
Mo qi qi masih enggan bangun pagi-pagi. Dia masih jengkel dengan Yuehen yang mengerjainya. Disamping itu, Mo qi qi juga masih malu karena berpikir yang tidak-tidak pada saat Yuehen memakai handuk.
'Lagi pula, di dunia ini cuma Yuehen yang memakai handuk ketika berolah raga. '
Tok tok tok.
Bibi Liu muncul dari balik pintu kamar.
"Nona Mo... Tuan menunggu anda sarapan di bawah. "
"A-apa? Bilang aku tidak sarapan di rumah. Aku akan sarapan di kampus. "
"Tidak bisa, " ucap Yuehen yang muncul dari belakang bibi Liu. Bibi Liu menunduk sekilas dan berpamitan. Meninggalkan Yuehen dan Qi qi di kamar.
"Aku ingin kau menemaniku sarapan lalu aku akan mengantarmu kuliah. "
Qi qi memperhatikan penampilan Yuehen. Pakaian lengkap yang ia kenakan menonjolkan badannya yang tegap. Sudah pasti semua hasil dari olah raga. Tinggal di mansion Song membuat Qi qi tahu kebiasaan Yuehen.
"Aku tidak nafsu makan. "
"Bearti kau bernafsu untuk lainnya?"
"Tentu tidak. Yuehen... berhentilah berpikiran mesum!" teriak Mo qi qi.
"Bukankah seseorang yang pingsan karena handukku melorot ... itu kamu, jadi orang yang berpikiran mesum saat ini jelas bukan aku. "
Tak pernah Mo qi qi merasa putus asa karena Yuehen berhasil membalas kata-katanya. Terpaksa Mo qi qi turun dari ranjang dan mulai mandi. Dia bahkan tidak repot-repot mengusir Yuehen dari kamar.
.
.
.
Mo qi qi sudah berada di kampus. Jelas dia akan menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sini. Bagaimana tidak... Yuehen yang mengantarkan dia ke kampus dan bak seorang pangeran, dia membukakan pintu dan mengulurkan tangannya pada Mo qi qi.
Yuehen tidak memperdulikan semua tatapan yang menuju ke arahnya. Ketika matanya bertemu dengan Lin yue, hanya ekspresi jijik yang ia tunjukkan. Lin yue hanya diam membeku bersama dengan sahabat-sahabatnya. Matanya berkaca-kaca dan nampak menyedihkan. Hal itu memicu kebencian teman-temannya terhadap Qi qi semakin besar.
Lin yue memang tidak pernah bicara langsung jika Yuehen memutuskannya karena dia ketahuan berbohong. Dia hanya berbicara jika karena pertunangan yang dipaksakan Yuehen terpaksa harus putus dengannya. Tapi dalam ucapannya mengisyaratkan jika Mo qi qi yang menyebabkan putusnya hubungannya. Dia bertingkah seperti teratai putih yang murni. Oleh karena itu banyak orang yang iba.
Sudah rahasia umum jika dulu Qi qi terus mengejar Yuehen. Oleh karena itu orang-orang menganggap jika Qi qi menggunakan cara kotor untuk memaksa Yuehen putus dari Lin yue.
Mo qi qi yang tidak sadar jika Lin yue telah menghitamkan namanya tetap berjalan santai ke kelas. Namun di tengah jalan dia di hadang oleh gerombolan Lin yue.
"Jadi nona Mo akhirnya bisa mendapatkan Yuehen, kau menggunakan cara licik agar Yuehen memutuskan hubungan dengan Yue, sungguh tidak tau malu. " Salah satu gadis bicara. Jika tidak salah dia dari keluarga Jiang.
"Jiang ni. Sudahlah, semua sudah menjadi keputusan Yuehen. Aku tidak bisa berbuat apapun. " Lin yue memasang wajah iba. "Ini salahku karena terlahir dari keluarga sederhana, sama sekali bukan salah nona Mo."
"Kau jangan membelanya, dia wanita licik yang merayu pacar orang. "
Mo qi qi mengangkat satu alisnya. "Jadi kalian mengira jika Yuehen memutuskan hubungan dengan Lin yue karena aku? " tanya Qi qi.
"Tentu saja, buktinya adalah kau datang ke kampus diantar oleh Yuehen, " ucap gadis bernama Chi chi.
"Apakah Yue tidak bercerita jika dalam pesta dia kentut dan buang air besar di depan banyak tamu. Terlebih para tamu itu berasal dari klan taipan," Mo qi qi bicara dengan lantang. Dia tidak akan membiarkan Yue berhasil menyudutkannya. Jadi sebagai balasan Mo qi qi tidak akan ragu mempermalukan Yue.
Ucapan Qi qi menimbulkan gelak tawa dari siswa yang melihatnya. Memang sudah menjadi gosip jika kekasih Yuehen mengeluarkan kentut di acara pesta.
Mungkin saja Yuehen terlalu malu memiliki kekasih yang kentut di hadapan banyak orang karena itu dia memutuskan hubungan dengannya.
Ha ha ha
Sangat memalukan.
Tidak sopan.
"Itu karena ada yang menaruh obat pencahar di minumanku. Aku tidak tau siapa yang melakukannya, " jawab Yue. Semua orang jadi terdiam.
Otomatis perasangka mengarah pada Mo qi qi.
"Aku yakin pada saat itu kau baik-baik saja sebelum aku datang, bukankah kau yang mengambilkan minuman di gelasku. Dan karena gelasmu kosong maka aku memberikan minuman yang kau ambilkan ke gelasmu. Entah kenapa sesaat kemudian kau sakit perut... "
Yue memucat. Dia tidak menyangka jika Mo qi qi menyadari rencananya.
Siswa di sana mulai berbisik-bisik. Dari ucapan Mo qi qi sudah jelas dia ingin menjebak Qi qi di pesta itu.
Ternyata dia sangat licik.
Aku tidak percaya wanita yang bertingkah seperti kelinci ternyata hatinya menghitam.
Aku tidak menyangka...
"Satu lagi, tolong bilang kepada geng-mu jika Yuehen memutuskan hubungan denganmu bukan karena aku melainkan karena dia tau jika kau berpura-pura menyelamatkan dirinya. " Ucapan Qi qi mengejutkan teman-teman Linyue.
"Kau mengakui perbuatan baik orang lain. "
"Itu tidak benar, Yuehen... "
"Dia sudah mengetahui kebohonganmu selama ini, Linyue. Jadi berhentilah mengangguku," ucap Mo qi qi. Kemudian meninggalkan sekumpulan orang yang mengerumuni mereka.
Orang-orang yang mendengarnya langsung mengerti arah pembicaraan Qi qi. Lin yue semakin pucat karena tidak bisa menjawab ucapan Qi qi.
"Kau--" gadis-gadis yang tadinya mendukung Yue serentak menghindari. Ternyata gadis yang bertingkah murni seperti kelinci ini adalah gadis yang munafik. Mereka tidak ingin terkena masalah jika dekat dengan Lin yue.
"Ayo tinggalkan dia. "
"Jangan mendekati kami lagi. Kami tidak ingin berteman dengan teratai putih. "
"Bisa-bisa dia merebut perhatian pacar kita. Sifat yang mengerikan. "
Mereka pun meninggalkan Lin yue sendiri. Kini dia benar-benar sendirian. Keluarganya pergi meninggalkan kota ini entah apa sebabnya. Sekarang teman-temannya menghindarinya.
"Mengapa hidupku seperti ini? "
.
.
.
Di perusahaan Song ltd. Yuehen menopang kakinya untuk mempelajari proposal dari Sin mei mei. Proposal tersebut dikirim dari departemen keuangan untuk promosi iklan produk baru yang akan mereka luncurkan.
Mata phoenix -nya Yuehen mengamati dengan seksama barisan kata yang tertulis. Keningnya kadang berkedut untuk berpikir.
'Dia masih tampan meski dalam kondisi serius,' batin Sin mei mei.
Tak lama ia menandatangani proposal tersebut.
Sin mei mei adalah sekretarisnya yang berusia tiga puluhan. Yuehen merasa jika bertanya tentang perasaan seorang gadis dengannya maka tidak ada salahnya.
"Kak mei-mei, menurutmu apa yang harus dilakukan pria jika ingin mendapatkan kembali cinta seorang gadis yang hilang? "
Sin mei mei merasa tak percaya dengan pendengarannya. Dia tidak pernah mengira jika jelmaan dewa iblis ini akan bertanya padanya.
'Apakah neraka akan membeku? '' batin Sin mei mei.
"Menurut saya, menganggu gadis itu terus-menerus kemudian membuatnya hingga terbiasa dengan kehadiran pria yang mencintainya adalah konsep yang bagus," jawab Sin mei mei. Bagaimanapun seorang gadis akan merasa melayang jika diperhatikan terus menerus. Beri dia perasaan dingin kemudian perasaan panas. "
"Hm, begitu ya? "
"Benar, satu hari buat dia melayang dan di hari lain beri dia bahu dingin (diabaikan)." Sin mei mei berbinar-binar saat mengatakan pendapatnya, "Maka si gadis akan merasa penasaran, kemudian akan memikirkan sang pria terus menerus, akhirnya cintapun bersemi kembali. Kyaaa romantis. "
"Ehem. "
"Oh, maaf tuan muda Song. Saya terlalu bersemangat. Baiklah saya akan mengantarkan proposal ini pada bagian keuangan."
Sin mei mei segera menghilang dari hadapan Yuehen--meninggalkan pria dengan aura iblis itu membeku sendiri di kantornya.
"Jadi intinya aku harus menggoda Qi qi terus menerus, Eh? " guman Yuehen.
"Ah, itu mudah. "
Bersiaplah dengan seranganku Qi qi.
Yuehen mengambil kupon operasi plastik yang dia taruh di laci. Kupon itu adalah hadiah dari Qi qi di pesta ulang tahunnya. Bibirnya menyeringai lebar.
"Ini akan aku gunakan untuk menggodamu hingga mati, Qi qi. "
Sesaat kemudian seringai lebar itu digantikan oleh kesedihan. Rasa penyesalan kembali terlihat dimatanya.
'Andai aku menyelidiki siapa yang menyelamatkan aku dahulu, maka kau tidak perlu menderita Qi qi. Ini adalah kebodohanku yang fatal. '
'Dari dulu aku tidak pernah mencintai Linyue, tapi aku juga belum mencintaimu. '
'Entah apa namanya perasaanku ini. Sebab ketika melihatmu hatiku selalu bergetar. Oleh karena itu aku semakin menghindarimu karena takut hatiku goyah disaat aku berjanji membuat Linyue bahagia karena hutang nyawa. '
'Karena itu, ijinkan aku menebusnya. '
Yuehen bangkit dari kursi kebesarannya. Dia ingin melakukan rencananya untuk menggoda Qi qi. Lagi pula pikirannya selalu tertuju pada gadis itu.
Tbc