Cool Girls

Cool Girls
#9



Sekarang Arumi sedang berada di jalan menuju apartemennya setelah tadi dari studio itu dan apa yang di dapat kan Arumi, ternyata benar kalau laki laki itu adalah kekasih Sonia, Felix Handoyo Arumi akan mencari tau lebih dalam lagi tentang laki laki itu, sekalian tentang sejauh mana hubungan mereka.


"Gue harus hati hati, jangan sampai Tante Sonia atau laki laki itu curiga sama gue" guman Arumi saat ini dia baru sampai di apartemen


Sedangkan di rumah sakit semua teman teman brayn sedang datang menjenguknya


"Gimana ke adaan Lo" tanya teman brayn bernama Ribaru "Gue udah mendingan thanks udah bawa gue kerumah sakit"


"Santai aja sih Lo kan temen kita, tapi ya kita cuma bawa Lo ke rumah sakit doang, yang sebenarnya nolongin Lo itu yang Lo celakain semalam"


"Maksudnya nolongin gimana" tanyak brayn bingung


"Jadikan Lo ingat waktu Lo di hajar habis habisan sama algaskar jangankan kita temen temen dia aja ngak ada yang berani lerai, tapi pas Lo udah sekarat itu yang Lo tendang lansung nyuru Algaskar berentih dan ajaibnya algaskar beneran berentih dan kita lansung di suruh bawa Lo kerumah sakit" jelas temannya Rian, tentang kejadian semalam karena memang saat itu Arumi badia menyuruh algaskar berhentih saat melihat brayn sudah tidak sadar lagi atau sekarat.


"Lo tau siapa dia" tanya brayn lagi


"Gue sih ngak tau pasti soalnya kita ngak liat mukanya tapi dari suaranya sih kayaknya dia cewek dan gue denger dia sering di panggil queen sama si Roy" jelas Rian lagi


"Kenapa dia nolongin gue kalau dia sendiri tau yang bikin dia jatuh adalah gue?" Bingung brayn


"Gue juga ngak tau, tapi sebenarnya bukan itu tapi gue rasa ada sesuatu dari sekian lama gue kenal sama Algaskar dan tau sifat dia gue baru kali ini liat dia bisa di hentikan sebelum dia puas, temen temennya ngak ada yang berani sama dia tapi tu cewek cuma satu kata dia lansung berentih" penasaran Rian karena dia melihat sendiri malam itu kejadiannya sebelum mengantar brayn ke rumah sakit


"Kita bahas ini setelah gue keluar dari rumah sakit, dan kalau nanti ayah gue nanya soal kejadian semalam atau apa yang terjadi sama gue kalian jangan ngomong kejadian yang sebenarnya, alasanya apake yang penting bokap gue nggak tau kalau gue ikut balap kayak gitu" jelas brayn, mewanti wanti teman temannya agar tidak ada yang memberitahu soal kelakuannya selama ini.


"Lo tenang aja kita ngak bakal ngasih tau" janji teman temannya.


***


"Al Lo ngak pengen nyari tau soal perempuan itu" tanya Raka hati hati


"Apa"


"CK gue cuma penasaran aja, kok Lo bisa lansung berentih pas di suruh sama tu cewek"


"Yang jatuh dia, gue cuma ngasi pelajaran buat niat dia nyelakain bara" dingin algaskar, walaupun dalam hatinya dia juga sama penasarannya tentang sosok perempuan yang di panggil queen oleh anak anak balap itu tapi dia cukup gengsi untuk cerita.


"Yaudah lah, trus soal geng lion gimana dia udah terang terangan ngajakin peran dengan nunjukin dia mau nyelakain bara" tanya Karel kepada yang lain, memang gengnya brayn itu bisa di bilang musuh alister mereka selalu tidak terima gengnya berada di bawah alister tapi mau gimana geng lion tidak sekseberani untuk melawan alister.


"Gue dapat info si brayn masih di rumah sakit untuk saat ini mereka belum gerak sebelum ketua mereka keluar dari rumah sakit" jelas Raka si ahli informasi, saat situasi seperti ini Raka dan Romeo akan berubah menjadi lebih serius.


"Lo yakin ketuanya si brayn lemah itu, bahkan lawan Algaskar aja udah sekarat di rumah sakit" tanya Romeo yang cukup peka dengan situasi yang dia liat Romeo adalah ahli strategi.


"Maksudnya gimana" Karel masih bingung dengan apa yang di katakan Romeo


"Gini semua orang tau gimana kekuatan alister bahkan geng yang bisa dibilng kuat aja tidak seberani lion, tapi ini bahkan mereka ngak ada kehebatan apapun di mata orang orang tapi berani nyinggung alister" jelas Romeo yang sudah curiga dengan geng lion


"Maksud Lo geng lion ada yang ngendaliin gitu" tutur Karel saat sudah paham Arah pembicaraan Romeo, dan dia baru sadar itu.


"Iya, Lo ngak lihat yang mereka rencanakan itu rencana amatiran mereka ngak ada strategi Lo semua mikir deh rencana sampah kayak gitu berani nyinggung alister, kalau bukan karena di suruh gue ngak yakin mereka seberani itu, Lo ngak liat malam itu saat Al hajar brayn habis habisan mereka ngak ada yang berani bantu" jelas Romeo panjang lebar membuat mereka semua mengerti, sedangkan bara dan Algaskar hanya diam dari tadi mencerna apa yang di bicarakan teman temannya tapi Algaskar sendiri sudah sadar sejak awal dan pemikirannya sama dengan Romeo tapi dia tidak ingin gegabah dulu.


"Cari tau orang di balik lion" sahut Algaskar tiba tiba membuat mereka menoleh dan Raka lansung mengangguk


"Ok, gue bakal nyari tau dengan siapa aja mereka berinteraksi belakangan ini"


"Kirim mata mata ke geng lion" perintah Algaskar lagi


"Ok" sahut Karel.


***


Sampainya di apartemen arumi lansung ambil labtop dan mencari tau semua tentang Felix Handoyo perlu di ketahui Arumi ini pintar dalam segala hal dan dia juga jago dalam bilang IT atau hacker sama seperti Raka.


"Data dirinya sengaja di kunci dan di sembunyikan, latar belakang keluarganya bukan orang orang hebat atau terpandang di negara ini tapi kenapa data dirinya di sembunyikan kayak pejabat" bingung Arumi masih berusaha mencari tau tentang kehidupan Felix Handoyo.


"Kalau seandainya dia anak pejabat harusnya cuma di kunci seenggaknya orang orang tau dia anak siapa, tapi ini dia sembunyikan membuat orang susah mengetahui siapa dia," monolog Arumi lagi memang mencurigakan menurut Arumi kenapa harus di sembunyikan seperti itu padahal Felix seorang fotografer kalau seorang fotografer kan harus di kenal masyarakat tapi ini sengaja di buat agar orang tidak bisa menemukan tapi tidak berlaku untuk Arumi karena dia bisa menemukan informasi yang di sembunyikan.


"Mencurigakan" guman Arumi dan sekarang bukan sekedar ingin mencari tau hubungan Sonia dengan orang yang di anggap kekasihnya ini tapi juga informasi pribadi Felix, Arumi tidak se dangkal itu jika orang biasa mungkin menganggap biasa saja tidak ada yang penting tapi Arumi dia sadar ada yang tidak beres dengan Felix ada yang dia sembunyikan.


"Fotografer hanya kedok heh?" Senyum miring Arumi saat dapat menyimpulkan semua.


"Tapi apa hubungannya dengan Sonia gue ngak yakin hanya sekedar kekasih, Felix masih muda ngak mungkin dia dekat dengan perempuan yang umurnya jauh dari dia"