Cool Girls

Cool Girls
#3



Tiga puluh menit berkendara Arumi memasuki gerbang tinggi dan mewah sebuah sekolah internasional dengan mengendarai motor sport hitamnya begitu pun dengan penampilannya yang serba hitam dari baju sampai celana tas, sepatu, bahkan helm fullfake pun berwarna hitam, kedatanganya membuat dia menjadi pusat perhatian karena jam masih pagi membuat murid baru berdatangan, bisik bisik terdengar melihat kedatanganya yang terkesan misterius.


"Dia siapa sih kok kek misterius gitu kepo gue"


"Iya, murid baru kali ya"


"Kayaknya deh, tapi dari penampilannya gue yakin dia pasti ganteng tidakArumi turun dari motor Tampa peduli dengan tatapan dan bisikan dari murid di sekolah barunya karena dia memang terkesan cuek dengan orang yang tidak ada urusan dengannya dia memaklumi karena selain mereka belum kenal siapa Arumi juga dia yakin murid murid di sekolah barunya ini tidak akan sama dengan murid di sekolah lamanya dari kasta saja sudah beda sekolah lamanya saja hanya sekolah negri biasa sedangkan sekolah yang di tempati saudaranya sekaligus sekolah barunya ini merupakan sekolah swasta favorit bertaraf internasional, sebenarnya seandainya dulu dia ingin sekolah di tempat seperti ini pun dia bisa hanya saja Arumi memang tidak perna tertarik di saat semua anak ingin dan berusaha agar bisa sekolah di sekolah seperti ini dia justru tidak memiliki keinginan itu dia justru lebih memilih sekolah biasa seperti sekolah sebelumnya.


Tersadar dari lamunannya mengingat sekolah lamanya karena bell masuk berbunyi Arumi berjalan masuk kedalam sekolah itu melewati koridor yang sepih karena sejak bell berbunyi semua murid lansung masuk ke dalam kelas sedangkan Arumi menuju ke arah ruang kepala sekolah dia tidak perlu bertanya dimana ruang kepala sekolah karena di sekolah elit ini sudah ada petunjuk di depan terdapat papan saat kita pertama kali masuk kita bisa mencari tau dimana tujuan kita lewat petunjuk itu.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" jawaban dari dalam ruangan yang bertulis principal's office atau ruang kepala sekolah, setelah mendengar jawaban dari dalam Arumi masuk. Disana dia melihat seorang laki laki paruh baya sedang duduk di kursi seberang meja kerjanya.


"Permisi" ucap Arumi pertama kali tetap dengan muka datar dan tatapan tajam dan jangan lupakan aura dingin tak tersentuh, dan itu semua akan hilang hanya di depan sang ayah.


"Silahkan duduk" suruh sang kepala sekolah dan Arumi lansung duduk di kursi berhadapan dengan kepala menyeramkan


"Kamu Arumi" tanya kepala sekolah


"Iya" singkat Arumi


"Baik kamu berada di kelas 12 A" beritahu kepala sekolah itu. Lalu menyerahkan sebuah seragam khusu sekolah itu.


"Hmm" setelah tau kelasnya dan mengambil seragam itu Arumi lansung berdiri dan keluar dari ruangan itu tampa basa basi atau sekedar ucapan terima kasih sedangkan sang kepala sekolah hanya diam melihat kelakuan murid barunya itu dia pun tidak ingin menegur karena sejujurnya aura dan tatapan murid barunya itu membuat dia merasa terintimidasi.


"Kenapa dia jadi menyeramkan


Arumi berjalan menyusuri koridor yang dia lewati tadi kembali ke tempat dimana dia menemukan petunjuk dimana letak ruang kepala sekolah, sekarang dia ingin mencari dimana kelasnya, sampai di sana dia melihat kelasnya berada di lantai 4 lalu dia berjalan kembali menyusuri koridor yang berbeda dengan yang di lewati tadi sesuai petunjuk di papan petunjuk di ujung koridor sebelah kanan terdapat lift dan di samping lift terdapat tangga menuju lantai atas, dan tidak heran lagi bahwa Arumi beda dari yang lain dia sekarang lebih memilih menaiki tangga dari pada lift padahal dia akan menuju lantai empat dan dia memilih menaiki tangga


Padahal terdapat lift, Arumi benar benar aneh.


Hampir 30 menit Arumi sampai di lantai 4 Tampa lelah atau terlihat nafas ngos-ngosan Arumi ini memiliki fisik yang kuat berjalan melewati tangga sampai lantai 4 tidak ber efek apa apa untuknya. Setelah sampai dia mencari toilet untuk mengganti seragam sekolahnya setelah menemukan dia masuk mengganti seragam lalu keluar setelahnya lansung mencari kelasnya beberapa meter dari tempatnya berdiri dia menemukan ruangan kelas yang dia cari dia berjalan setelah sampai di depan kelas dia lansung membuka pintu Tampa salam atau permisi semua murid di dalam kelas menoleh saat mendengar pintu dibuka begitu pun dengan guru yang mengajar disana, melihat tatapan bingung guguru Dan murid disana Arumi berjalan masuk dan memberi tahu sebelum sang guru bertanya.


"Murid baru" singkat tapi sang guru lansung mngerti karena sebelum masuk tadi sang kepala sekolah sudah memberi tau bahwa akan ada murid baru di kelas tempatnya mengisi mata pelajaran pagi ini. Arumi datang bersamaan dengan murid tapi dia baru masuk kelas setelah pelajaran lewat satu jam.


"Oh iya jadi kamu murid barunya ," tanya guru tersebut


"Hmm" hanya deheman tapi guru itu tidak menegur dia menemukan aura berbeda dengan murid baru itu dan dia tidak berani menegur.


"Kalau begitu perkenalkan nama kamu" tutur sang guru


"Arumi" sekali lagi singkat


"Emm baik silahkan duduk Di kursi yang kosong" ucap sang guru, Arumi lansung berjalan ke arah kursi kosong yang ada di belakang sepanjang jalan menuju kursi dia menjadi pusat perhatian semua murid di kelas itu menatapnya dengan berbagai jenis ekspresi ada yang menganggap dia sok misterius dan dingin ada juga yang cukup ngeri dengan tatapan tajam dan aura Arumi, tapi sekumpulan laki laki tampan di barisan kursi sebelah kanan dekat jendela memperhatikan Arumi dengan tatapan penasaran mereka cukup terkesan dengan surah yang gadis itu keluarkan mereka ada inti dari alister dan sang ketua algaskar, saat para anggotanya penasaran karena merasa aura gadis itu sama


Dengan sang ketua justru dia merasa familiar dengan gadis itu.


"Gila tu cewek auranya" bisik Romeo kepada Karel salah satu inti alister


"Iya kayak paketu" bisik Karel juga


"gue jadi penasaran" ucap Raka


"Hmm" deheman bara membuat mereka diam dan kembali ke poisis masing masing memperhatikan guru mengajar, bara juga salah satu inti alister lebih tepatnya dia wakil alister wataknya sebelas dua belas dengan Algaskar sang ketua kalau algaskar di takuti karena kekejamannya maka bara karena aura dinginnya, yang paling normal di antara kelimanya hanya Karel, sedangkan untuk Raka dan Romeo mereka itu pecicilan,


Kocak, playboy, dan sangat heboh siswi siswi paling banyak mengejar Karel karena menurut mereka hanya Karel yang normal dan bisa di gapai jangan lupa dengan muka tampannya kalau Romeo dia kocak memang tapi sangat jail membuat mereka suka kesal kalau di kerjain walaupun muka Romeo pun tidak kalah tampannya, sedangkan Raka dia memang tidak se rese Romeo tapi dia plaboy hampir seluruh siswi angkatannya pernah berpacaran dengannya bahkan adek kelasnya pun banyak yang sudah menjadi korbannya Raka memang baik, tampan, tidak perlu di kejar untuk di jadikan pasangan tapi ya begitu bikin sakit hati karena harus siap di putusin kalau sudha bosan dan harus siap kalau pacarnya bukan hanya kamu saja.