Cool Girls

Cool Girls
#4



Pelajaran pertama selesai dan akan di lanjutkan pelajaran berikutnya setelah guru keluar kelas tiba tiba heboh Seperti kebanyakan kelas dan hampir semua kalau guru sudah keluar pasti heboh dan Arumi melihat kesamaan itu di sekolah lamanya tapi Arumi tetap sama hanya diam saja terkesan cuek dan Malas.


"Hay" sapa seorang salah satu murid di kelas, dia sangat cantik dan terlihat ramah


"Hmm" balas Arumi dingin mendongak melihat siswi cantik tersebut masih dengan muka datar dan tatapan tajam


"Kenalin gue Agnes" ujar siswi yang bernama Agnes itu berusaha berkenalan walau sedikit takut takut dengan aura dingin Arumi.


"Hmm" sekali lagi hanya di balas deheman kemudian menurunkan tatapannya kembali seperti semula


"Kam-" omongan Agnes terpotong dengan suara ketua kelas yang masuk.


"Jam berikutnya kita free class pak bondang ngak masuk" beritahu ya kepada seluruh murid di kelas, seketika heboh dengan teriakan bahagia murid di kelas semua telihat bahagia kecuali tiga orang yang tetap mempertahankan wajah datarnya siapa lagi kalau bukan algaskar,Arumi dan bara.


"Kelas kita free kamu ngak mau ke kantin, yuk bareng aku aja" ajak Agnes pada Arumi


"Ngak Lo aja" balasnya dingin


Membuat Agnes sedikit meringis melihat sikap Arumi dia tidak mau memaksa dia cukup takut.


"Yaudah kalau ngak mau, aku ke kantin dulu yah sama yang lain" pamit Agnes lalu bergegas keluar kelas dengan teman temannya.


Sedangkan Arumi cuma duduk diam di kursinya tidak ada niatan beranjak kekantin atau sekedar melihat lihat sekolah barunya saat ini dia hanya tinggal sendiri di kelas karena yang lain sudah keluar entah kemana begitu pun dengan ke lima inti alister.


Arumi mengeluarkan ponselnya lalu meng click satu nomor untuk di hubungi.


"Halo"


"Cari in gue job" ucapnya dingin.


"Ada sih ntar malam tapi kayak biasa balap liar"


"Gue ambil" Tampa basa basi


"Ok gue daftar dulu ntar gue kabarin jamnya kapan"


Tut


Setelah mendengar jawaban, Arumi lansung mematikan sambungan telepon itu.


"Coba kalau gue masih di sekolah lama pasti ngak akan sesuntuk ini gue masih punya teman disana" ucap Arumi dalam hati sambil memperhatikan seisi kelas, berbeda sekali dengan kelas di sekolah lamanya Disini sangat lengkap fasilitalgaskar


"Gue penasaran sama tu murid baru" ucap Romeo memulai obrolan di roftop mereka sedang berkumpul roftop merupakan salah satu tempat nongkrong mereka di sekolah tidak ada yang berani ke roftop ini kecuali mereka dan atas izin dari mereka.


"Iya dia kek baddas banget njir, dingin dingin datar gitu" timpal Raka


"Lo ngak penasaran bos sama tu cewek" tanya Romeo lagi pada Al


"Hmm"


"CK keknya si bos emang cocok sama tu cewek sama sama tembok" guman Romeo di akhir kalimat tapi masih bisa di dengar oleh mereka yang ada di sana, Romeo meringis melihat tatap tajam algaskar


Kepadanya


"Hehehe canda boss" ampun


Romeo


"Makanya kalau bercanda liat dulu orangnya" nasehat Karel.


"Ckk iyaa bapak Karel yang terhormat" ucap Romeo


"Hahahaha emang enak lu kena semprot" ngakak Raka melihat temannya ternistakan


"Emang teman laknat Lo" ucap Romeo menggeplak kepala


Dug


"Aduh woii sakit begee" sungut


Romeo


"Wah kurang ajar emang Lo" ucap Romeo


"Rak cewek Lo nyariin no" ucap Romeo pada Raka


"Ha? Mana? Siapa?" Ucap Raka menoleh ke belakang tapi tidak menemukan siapa pun


"Siapa? Wah parah cewek Lo berapa emang" tanya Romeo


"Ngak banyak cuma tujuh" santai


Raka lalu duduk kembali di samping Romeo


"Waah kampret, tuju Lo bilang cuma? Ngak waras Lo" ujar romeo


"Selagi yang gue pacarin itu cewek berarti masih wajar" bela Raka


"Ya tap-" ucapan Romeo


menggantung mendengar deheman dari bara.


"Hmm, ada turnamen ntar malam" ucap bara pada semuanya.


"Turnamen apaan" tanya Romeo kemudian kembali Diam saat mendapat tatapan datar dari bara.


"Nanti malam ada balapan lagi kali ini semua bisa ikut tinggal daftar aja ngak ada yang nantangin jadi lawannya acak kita ngak tau siapa" jelas Karel karena dia yakin kalau yang menjelaskan adalah bara maka si playboy Raka dan si pecicilan Romeo tidak akan mengerti dan hanya akan membuat dua manusi kutub itu emosi.


"Lo mau ikut bos" tanya Raka pada Al


"Kali ini yang akan ikut adalah bara, gue takutnya ada musuh yang ikut tapi kita ngak tau karna lawannya ngak umumin" bukan algaskar tapi Karel yang menjelaskan


"Kapan" ucap algaskar tiba tiba setelah sedari tadi terdiam.


"Nanti malam kayak biasa" jawab


Karel


Kemudia algaskar berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar teman temannya yang melihat lansung bertanya. "Kemana Al" tanya Karel


"Kantin" ujarnya. Kemudian di ikuti yang lain, karena memang sebentar lagi jam istirahat Mereka memutuskan ke kantin.


***


Saat memasuki kantin mereka selalu menjadi pusat perhatian bagaiman tidak ketampanan mereka tidak main main, mampu membuat cewek cewek menjerit tertahan, mereka tepesona tapi mereka tidak berani berbuat lebih, apa lagi disana ada algaskar dan bara mereka tidak mau menyerahkan nyawanya cuma cuma, seandainya hanya ada Karel, Romeo dan Raka saja mungkin mereka akan berteriak heboh tapi kalau dua kutub itu ada mereka tidak berani bersuara seolah kehilangan suara saat berada di tempat yang sama dengan mereka aura dingin yang mampu membuat mereka membeku di tempatnya sorot kejam yang mampu membuat mereka gemetar ketakutan.


"Rom sana Lo pesan" suruh Karel


"CK sialan Lo" kesal Romeo tapi tetap menurut berdiri kemudian menarik tangan Raka berdiri


"Eh apaan ni yang di suruh kan Lo" ucap Raka melepaskan tangannya


"Lo kira gue bisa bawa semua tangan gue cuma dua belum lagi minumnya" ujar romeo kesal


"Rak temenin gi" ucap Karel, terpaksa Raka berdiri


"Mau pesen apa" tanya Raka


"Gue mie ayam, Lo berdua apa" tanya Karel pada dua es kutub al dan bara.


"Sama" singkat bara dan di jawab deheman algaskar membuat Romeo yang pecicilan dan heboh itu jadi gemas sendiri dengan mereka berdua,berapa sih harga suara mereka kenapa mahal sekali pikirnya.


Setelah Romeo dan Raka pergi meja itu lansung hening, karena Al dan bara yang tidak suka banyak bicara dan Karel santai tidak heboh seperti Romeo dan Raka, mereka duduk di pojok kantin jadi keributan di kantin saat ramai tidak terlalu mengganggu, dan murid yang duduk tidak jauh dari mereka tidak berani ribut mereka cukup sayang nyawa. Hening sesaat sampai


"Makanan datang" teriak Romeo heboh di ikuti Raka di belakang membawa minuman.


"Yok makan" ujar romeo duduk setelah membagikan makanan pada mereka.