
"tugas apa yang papa maksud" penasaran Algaskar
"Kami mau kamu mencari anak dari sahabat mama" pinta sang papa
"Siapa" tanya Algaskar masih penasaran.
"Nama sahabat mama Amira, dia sudah meninggal 17 tahun yang lalu tepat setelah melahirkan anaknya"
"Trus kenapa Al harus cari" tanya
Algaskar
"Terjadi kesalahpahaman, dia tidak di inginkan oleh ayahnya, sahabat mama sudah menjelaskan semuanya sama mama, tapi belum sempat menjelaskan kepada suaminya, dia tidak bisa apa-apa saat itu jadi dia minta tolong sama mama dan papa, tapi kami terlambat saat itu, kami hanya menemukan dia sudah tidak bernyawa setelah melahirkan. Tapi anaknya sudah di bawah pergi kami juga tidak tau, siapa yang membawanya, tapi keterangan dokter anak itu masih hidup, kami tidak punya petunjuk apa apa, yang kami tau hanya bayi itu perempuan." Jelas sang mama menangis karena gagal memenuhi amanat sang sahabat, tapi dia berharap semoga, anak itu masih hidup dan dia akan memenuhi amat itu, walaupun sudha terlambat.
"Trus gimana Al harus cari ma, kalau enggak ada petunjuk apa apa?." Bingung Algaskar, kenapa harus dia yang mencari. Tapi dia juga tidak tega menolak keinginan mamanya.
"Mama juga bingung Al, saat itu mama baru bertemu dia lagi, saat dia sudah menikah dan dalam keadaan hamil, dia cerita kalau terjadi kesalahpahaman dengan suaminya, dia jelasin semua permasalahan yang terjadi, dan meminta tolong sama mama. Tapi mama terlambat Al, waktu mama cari kerumahnya, kata asisten rumah tangganya dia kerumah sakit karena akan melahirkan, trus waktu mama sama papa kesahana" nyonya Gutama menghela nafas karena merasa sesak saat menjelaskan sambil menangis
"Tenang dong ma, jangan nangis kalau masih nangis nggak usah cerita"
bujuk Algaskar sambil memeluk sang mama
"Nggak Al mama harus cerita,"
"Waktu kesana, kita hanya menemukan mayatnya dan tidak ada siapa-siapa di sana, bayi itu juga sudah di bawa pergi, kata dokter dia meniggal setelah melahirkan, bahkan belum sempat melihat bayinya, tapi pas kita mau lihat bayinya, bayi itu sudah tidak ada, mama ngak tau bayi itu di culik atau apa, karena kita tunggu kemungkinan suaminya bakal datang buat makamin dia tapi suaminya ngak Datang,
Akhirnya mama Sama papa yang makamin Amira dan sampai sekarang tidak ada keluarga yang mencarinya, padahal mama berharap ada yang mencarinya" nyonya Gutama sesegukan dalam pelukan Algaskar.
"Udah ma nangisnya, nanti Al bantu cari." Tenang Algaskar kepada sang mama
"Iya mah, Al akan usaha"
"Makasih son, kamu memang anak papa"
***
Setelah memeriksa semua jadwal sang ayah, dan tau kapang dia bisa masuk ke rumah itu. Arumi merakit cctv dan alat penyadap suara, di sambungkan ke labtop. Setelah selesai tinggal atur jadwal kapan dia bisa masuk kerumah itu, "mending gue masuk kalau nggak ada orang, biar mereka nggak curiga" setelahnya Arumi mandi, dia akan tunggu sampai nanti malam, Arumi tau kalau Sang ayah pergi pasti orang di rumah bebas berkeliaran, tidak akan ada yang tinggal di rumah malam hari, entah kemana mereka Arumi tidak tau, tapi yang pasti. Arumi cukup sykuri kebiasaan mereka, dengan begitu dia bebas memasang cctv Tampa ada yang melihat.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat dua puluh. Arumi sudah siap siap untuk berangkat, dia sudah mengecek semua lokasi orang rumah, dan beruntungnya tidak ada orang di rumah, dia akan datang tapi bukan sebagai orang rumah, melainkan sebagai penyusup.
"Mending gue simpan motor disini aja biar ngak ada yang liat" guman Arumi.
Saat ini Arumi memarkirkan motornya jauh dari rumah, tapi dia tau jalan pintas lewat belakang, dia hanya perlu jalan beberapa meter, melewati semak semak untuk sampai di belakang rumah, setelah sampai di belakang rumah tepatnya di tembok pembatas rumah dan hutan. "Tinggi banget lagi, untung gue udah tau, jadi bawa tali," Arumi kemudian mengikat tali dengan alat yang mirip jangkar, agar tali bisa tertahan di tembok, lalu dia manjat tembok menggunakan tali, setelah sampai di atas tembok, Arumi memperhatikan sekitar halaman belakang, takut takut ada orang, Arumi tau rumah ini tidak ada penjagaan atau lebih tepatnya tidak di jaga ketat, hanya ada satpam dan beberapa bodyguard, itupun di tempatkan di depan dan akan ikut Sang ayah jika ada perjalanan bisnis seperti sekarang ini, jadi Arumi sudah prediksi kalau sekarang aman, kalau pemilik rumah tidak ada atau sudah tidur di malam hari, maka semua maid akan meninggalkan rumah utama, dan kembali ke paviliun yang ada di samping bagian belakang bangunan utama, jadi bisa di pastikan di dalam Mension sedang kosong, sang ayah juga tidak memasang cctv, benar benar pernjagaan yang minim, tapi ada bagusnya juga.
Karena Mension ini berada di komplek perumahan elit, dan penjagaan di luar ketat, jadi tidak ada penjagaan untuk masing masing rumah hanya satpam dan terkadang beberapa bodyguard, bagi yang ingin memperketat. Tapi Arumi sudah di kenal jadi dia keluar masuk komplek tidak masalah.
Arumi kemudian lompat dari tembok yang memiliki ketinggian kurang lebih 3 meter, setelah mendarat dengan sempurna. Arumi berjalan ke arah pintu belakang, mencoba membuka dan benar dugaannya di kunci, tapi Arumi cukup cerdas dia sudah memprediksi ini jadi dia membawa persiapan.
Ceklek
"Terbuka" guman Arumi lalu masuk, di dalam gelap kecuali di bagian ruang tamu lampunya tidak di matikan. Arumi berjalan mengendap-endap ruangan pertama yang dia masuki adalah kamar sang ayah, "untung ngak di kunci" lalu Arumi masuk, menyalakan lampu kemudian mengeluarkan isi tasnya terdapat banyak alat alat, Arumi lansung saja memasang cctv di belakang pot bunga yang sekiranya tidak terlihat, lalu alat penyadap suara di bawah kasur, memang hanya satu tapi mampu menangkap seluruh isi kamar termasuk kamar mandi, kecuali di luar ruangan karena kamar sang ayah kedap suara. Begitupun dengan cctv mampu menjangkau seluruh ruangan, dan bisa di kendalikan lewat ponsel atau komputer yang sudah Arumi sambung.
Lalu lanjut ke ruangan yang lain, tidak ada ruangan yang terlewatkan oleh Arumi kecuali kamarnya dan kamar mandi luar, tapi tetap di pasang penyadap suara, termasuk bagian depan Mension, tapi Arumi pasang di balkon lantai dua agar bisa menjangkau sampai di luar Mension dan jalanan.
"Finis" kemudian memeriksa ponselnya, setelah memastikan semua hidup dan sudah tersambung dengan sempurna dengan ponselnya, Arumi bergegas keluar dari Mension sebelum brayn, Nayla, dan sonia pulang.