Cool Girls

Cool Girls
#13



Pagi ini Arumi berangkat ke sekolah menggunakan taksi dia tidak ingin menjadi pusat perhatian kali ini setelah pertemuannya dengan Algaskar semalam Dia yakin anggota alister lainnya akan tau tentang dirinya. Arumi masuk ke kelas duduk di tempatnya, belum banyak anak anak di kelas karena jam masuk pun masih ada tiga puluh menit dan biasanya mereka akan datang lima belas menit sebelum bel.


"Hay" sapa murid perempuan, Agnes yang mengajak Arumi berbicara pertama kali saat menjadi murid baru.


"Hmm" dingin Arumi, seeprti biasa orang yang tidak ada urusan dengannya hanya akan dia tanggapi cuek, Arumi tidak mempunyai teman seperti yang lain yang bisa di ajak bercerita atau sekedar jalan-jalan dia selama ini berteman hanya sebatas saling membutuhkan dengan kata lain seperti waktu ingin balapan dia cukup punya teman di club' balap itu tapi hanya sebatas itu bukan benar-benar akrab seperti seorang sahabat yang bisa bercanda. Dan mereka yang dekat dan kenal dengan Arumi juga cukup segan.


"Lo kenapa sih, Gue cuma mau berteman sama Lo" tanya Agnes tapi sedikit besar


"Gue. Ngak. Butuh. Teman" tegas Arumi dingin "apa lagi kayak Lo" datar Arumi kembali duduk karena tadi dia berdiri saat membalas ucapan Agnes.


Bersamaan anak anak inti alister masuk dan mendengar ucapan Arumi mereka berjalan ke arah mereka termasuk bara dan Algaskar. "Lo kalau ngak mau berteman ngomong baik baik dong, ngak usah kasar, syukur kalau ada yang berteman sama Lo" emosi Karel, karel adalah sepupu Agnes dan dia sangat menyayangi Agnes seperti adiknya sendiri.


"Dia mancing" ketus Arumi


"Lo yang dari kemarin ngegas sama Agnes" timpal Romeo juga.


Arumi hanya memutar bola mata malas melihat mereka, jadi ceritanya Agnes ini ratunya mereka gitu?Arumi berfikir Agnes pacar dari salah satu inti alister "bodo amat" datar Arumi.


"Lo ngak ada bedanya sama yang lain, Agnes itu cuma mau berteman karena dia ngak punya teman, jangan cuma karena dia ngak punya ayah Lo ngak Sudih berteman sama dia karena Lo dari keluarga yang terpandang" jelas Raka.


"Gue-"


"Apa? Karena keluarga Lo utuh dan bahagia sedangkan Agnes ngak punya ayah dan sering di rundung sama anak anak sebagai anak haram" lanjut raka lagi murka, anak anak alister sering melindungi Agnes karena tidak ada yang mau berteman dengan mereka, ada tapi itu hanya ingin caper dengan anak alister namun ketika tidak ada alister mereka akan memerintah Agnes seperti babu tapi Agnes tetap mau agar dia punya teman.


Arumi diam, bukan karena semua kalimat tentang Agnes yang di bully karena anak haram dia tidak tau apa-apa soal itu, dia tidak pernah tau tentang Agnes dia bahkan lupa, dia kemarin perna bertemu dengan Agnes tapi kata keluarga utuh dan bahagia. Rasanya Arumi ingin tertawa ngakak mendengar kalimat itu jangankan


kata utuh dan bahagia atau anak haram seperti Agnes, bahkan sebuah keluarga pun Arumi tidak tau gimana rasanya, ibarat punya makanan tidak perna merasakan rasanya. Dia punya ayah katanya, tapi panggilan nak dari seorang ayah untuk dirinya pun tidak pernah dia dengar apa itu bisa dibilang keluarga, bahkan luka fisik dan batin selama ini pun sudah lebih dari cukup membuktikan dia tidak punya siapa-siapa di dunia ini, Agnes mungkin punya ibu dan anak anak alister yang melindungi sedangkan Arumi tidak ada, lalu disini yang menyedihkan siapa? Pertanyaan Arumi dalam benaknya entah untuk siapa.


"Kalau dia ngak punya ayah dan sering di bully, dengan gue yang tidak mau berteman dengan dia apa hubungannya? Gue ngak butuh teman dan dia butuh teman, itu artinya kita ngak cocok lalu masalahnya di mana apa hubungan dengan dia anak haram, keinginan kita berbeda.


di paksa?" Tegas Arumi lebih dingin lagi.


"Kalian sebagai pelindung cariin teman jangan malah marah sama orang yang tidak ingin berteman sama dia, ngak semua orang bisa ngikutin keinginan lo kalau Lo butuh teman cari!!" lanjut Arumi, membuat mereka semua diam tapi mereka cukup menahan emosi.


"Kalau Lo ngak mau yaudah, ngak usah ngomong yang bisa nyakitin dia" ucap Karel


"Nes Lo duduk aja di tempat Lo, ngak perlu nyari teman, Lo punya kita" bujuk Karel membuat Agnes mengangguk dan berjalan ke arah tempat duduknya. Inti alister juga ke bangku masing masing Sedangkan Arumi hanya cuek aja tidak peduli dengan mereka hanya dia menunggu guru masuk. Arumi sudah mengatakan berkali kali pada dirinya sendiri, dia tidak butuh teman dan dia tidak percaya dengan siap pun di dunia ini Arumi sudah di bunuh sejak masih di dalam kandungan jadi jangan salahkan dia kalau terlahir tidak berperasaan dari dalam kandungan Arumi sering kali hampir di gugurkan tapi perjuangan sang ibu untuk melahirkannya di dunia sangat hebat sehingga mengorbankan nyawanya sendiri. Kenapa bisa Arumi tau karena sang ayah mengatakan sendiri, betapah dia tidak


menginginkan kehadirannya sampai sampai ingin membunuhnya bahkan saat masih di dalam kandungan. Tapi entah kenapa saat lahir dan sang ibu meninggal sang ayah tidak membunuhnya juga dia malah hidup sampai sebesar ini, merasakan rasanya penderitaan Dunia.


"Selamat pagi" ucap guru yang masuk pagi ini


"Pagi Bu" jawab murid di kelas.


"Baik, ibu ada tugas buat kalian tapi ini tugas perkelompok dan kelompoknya sama dengan tugas kemarin" jelas sang guru


"Iya buk" serempak mereka


"Bu" suara dingin Arumi membuat semuanya menoleh ke arah dirinya tidak terkecuali sang guru.


"Yah, eh kamu murid baru itu yah" tanya sang guru baru ingat dia kalau di kelas ini ada murid baru.


"HM" datar Arumi.


"Em baik karena Arumi belum punya kelompok jadi ibu masukkan ke kelompok Algaskar bagaimana, apa kalian kebetaran" tanya sang guru pada Algaskar dkk, Algaskar bersama yang lain satu kelompok di tambah Agnes jadi mereka ber enam


"serah" cuek Algaskar


"Baik karena mereka setuju, bagaiman dengan kamu Arumi, apa kamu setuju"


"Iya" singkat Arumi, tidak masalah baginya.


"Oke semuanya sudah dapat kelompok masing masing, tugas kalian adalah membuat resume bab sebelumnya, tapi bukan di kerjakan sekarang, karena kita akan lanjut ke bab berikutnya, silahkan buka buku pelajaran kalian" titah sang guru yang di turuti semuanya. Walaupun agak ogah ogahan mereka fikir tugasnya hanya tugas kelompok itu, jadi tidak perlu belajar tapi ternyata itu kerja di rumah.


2 Jam pelajaran bel istirahat berbunyi menghentikan kegiatan pembelajaran semua murid sudah berhamburan keluar menuju kantin.


"Karena bel sudah bunyi kita lanjut Minggu depan, tapi untuk tugas kelompok kalian kumpulkan besok, selamat istirahat" jelas sang guru lalu keluar dari kelas di ikuti anak anak yang ingin ke kantin.