Cool Girls

Cool Girls
#10



Arumi terus mencari dan berusaha membuka identitas Felix Handoyo, tidak masuk akal menurutnya Felix hanya fotografer biasa dia juga tidak seterkenal itu dan tidak bekerja di agensi besar hanya studio biasa dan hasilnya pun tidak sehebat itu sampai membuat identitasnya di sembunyikan begitu.


"Ada penghianatan" guman Arumi "apa gue seneng atau sedih yah" celetuk Arumi terlihat santai seperti sedang bingung mau makan apa hari ini padahal ini cukup berat tapi dia anggap santai.


"Ternyata Tampa gue capek capek untuk balas dendam, mereka membawa diri sendiri ke lubang kehancuran" lanjut Luna tersenyum devil kemudian berjalan ke arah kasur untuk tidur, untuk sekarang cukup sampai disini dulu, dia sudah cukup tau dan sudah cukup untuk menjadi bukti jika nanti di perlukan Arumi hanya tidak ingin sedikit semi sedikit dia lebih tertarik untuk sekali tekan dan bomm semua hancur, sudah tidak bisa di perbaiki lagi dan Arumi menunggu saat itu.


Tiga puluh menit Arumi tertidur tiba tiba ponselnya berbunyi membuat Arumi menggeliat dari tidurnya dan perlahan membuka mata setelah tersadar dia mengambil ponselnya dan melihat nama yang menelfon ternyata Nayla.


"Hmm"


"Lo kerumah sakit bawa makan siang"


"Gue sibuk" datar Arumi.


"Lo berani ngebantah ini perintah ayah" ancam Nayla


"Oh"


"Arumi lo kira gue bercanda, gue bisa ngasih tau ayah kalau Lo ngebantah gue" ancam Nayla lagi


"Gue. Ngak. Peduli." Tegas Arumi menekan setiap kata


Tut


Sambungan di matikan sepihak oleh Arumi membuat Nayla di seberang sana kesal dan lansung mengaduh pada sang ayah, "yah Arumi ngak percaya kalau aku nyuruh bawa makanan, dia cuma bilang sibuk, dan ngak peduli kalau ayah marah" adu Nayla pad sang ayah.


"Kurang ajar anak itu" geram tuan aksara lalu meraih ponselnya dan menelfon Arumi.


Tuuut


"Halo"


"Beraninya kamu membantah, saya menyuruh kamu membawa makanan dan kamu malah berani mengabaikan anak saya dasar tidak berguna" marah sang ayah


"Aku udah di jalan" singkat Arumi dingin


"Jangan berani kamu membohongi saya anak sialan" umpat sang ayah lalu mematikan sambungan tanpa mendengar jawaban Arumi.


Sedangkan Arumi saat ini masih ada di apartemennya dia baru bangun dan lansung di hadapkan oleh perintah Nayla dan bentakan sang ayah, dia kemudian memesan makanan lalu bersiap siap setelah makanan datang nanti dia akan antarkan ke rumah sakit, tidak sempat kalau harus memasak dan itu membuat Nayla dan ibunya punya cara lagi membuat sang ayah menyiksanya jadi dari pada lama lebih baik beli saja.


***


Arumi sampai di rumah sakit lansung masuk mencari ruang rawat brayn, setelah ketemu dia lansung masuk di dalam terdapat tuan aksara, Nayla, dan Sonia. Arumi lansung melettakan makanan di atas meja de depan sofa.


"Lama banget sih Kita udah laper" omel Nayla


"cari makan sendiri" datar Arumi.


"ARUM!!!" bentak sang ayah membuat semuanya diam dan Nayla tersenyum licik melihat Arumi di bentak.


"Rasain Lo emang enak" guman Nayla dalam hati.


"Arum pergi dulu" singkat Arumi keluar dari ruangan itu dan pergi dari sana.


***


"Eh itu bukannya murid baru itu ya" celetuk Romeo tiba tiba menunjuk seseorang yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.


"Mana" tanya Raka menoleh ke arah yang di tunjuk Romeo


"Itu, Lo ngak liat" perjelas Romeo


"Eh iya, kalau ngak salah namanya Arumi yah"


"Dia ngapain disini, itu ruangan siapa" tanya Karel penasaran.


"Cek" bara bersuara lalu mereka berjalan mendekat ke arah ruangan tempat Arumi keluar tadi.


"Loh, kok Arumi bisa kesini apa hubungannya dengan brayn"


"Cari tau" ucap algaskar tiba tiba.


"Ok"


***


"Gimana ke adaan anak itu?"


"Udah ngak terlalu parah"


"Bodoh!! Dia tidak berfikir sebelum bertindak" maki seorang pria.


"Sayang kamu tenang aja, kalau pun dia mati kita masih aman Kita cuma memerintah dan mereka taunya hanya dia saja, dengan kebodohannya itu mereka pasti berfikir kalau itu memang tindakan dia" jelas perempuan berusaha menenangkan sang kekasih.


Pria itu tersenyum miring "kamu benar, tidak sia sia kamu mengambil hati mereka karena nanti akan sangat berguna untuk kita" senyum miring pria itu


"Kita cuma perlu susun rencana lagi, untuk sementara biarkan dia pulih" ujar wanita itu.


"Hmm bagaiman kalau kita bersenang-senang sayang"


"Iya, aku sudah kangen sama


kamu"


"Dia adiknya brayn, murid baru di sekolah kita tapi orang orang tidak tau kalau dia adiknya brayn yang orang tau adiknya brayn hanya Nayla, gue ngak tau apa alasan mereka sembunyikan ini, tapi Nayla disini hanya bawaan dari ibu tirinya baryn bukan saudara kandung" jelas Raka memberi informasi yang dia dapat soal keluarga aksara, saat ini mereka ada di markas setelah tadi dari rumah sakit menjenguk salah satu anggota alister yang masuk rumah sakit.


"Tunggu, jadi maksdunya yang orang tau kalau adik kandung brayn itu Nayla mereka ngak tau kalau Nayla itu cuma adik tiri" tanya Romeo


"Iya" jawab Raka


"Gimana boss" tanya Romeo ke pada algaskar


"Kita bisa gunain adiknya buat balas dendam sama brayn" lanjut Romeo


"Terlalu beresiko, kita ngak tau kan alasan apa mereka nyembunyiin fakta ini, bodohnya mereka kita bisa menembus informasi tentang keluarga mereka" ucap Raka


"Bukan urusan kita, toh mereka satu keluarga kita cuma mau balas dendam sama brayn"


"Pengecut" dingin algaskartiba


tiba


"Urusan kita sama brayn jangan libatin siapapun yang tidak ada urusannya dengan kita" ujar bara datar


"Sorry gue cuma kebawa emosi, abisnya gue gedek sama si brayn gondok itu" emosi RomRaka "Tapi Lo semua ngak penasaran soal anak baru itu" ucap Raka tiba tiba


"Adiknya brayn maksud Lo" tanya Karel


"Iya" jawab Raka


"Emang kenapa sama anak baru itu" tanya Romeo bingung


"Gue ngak bisa tembus data pribadi dia, kayak sengaja di sembunyikan dan itu cukup hebat, gue ngak bisa lacak kayaknya hacker yang nyembunyiin kuat banget beda sama keluarganya tadi bisa gue hack dengan mudah" jelas Raka


"Lo yakin" tanyak Karel


"Gue yakin, gue rasa dia bukan orang sembarangan" ujar Raka


"Gue perlu cari tau ngak bos" tanya Raka pada algaskar


"Hmm" datar Algaskar, tapi dalam hati dia memerintahkan dia cukup penasaran dengan Arumi waktu di kelas pun dia terlihat beda, dingin dan seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.


"Gue bakal cari tau dulu soal brayn yang di perintah sama orang" tutur Raka, dia akan mencari tau dulu tentang orang di balik lion sebelum mencari tau soal Arumi.