Cool Girls

Cool Girls
#23



"dia udah meniggal setelah melahirkan"


"Iya ini gue dapet, tapi ini satu tahun kebelakang ya"


"Disini ada dua puluh orang yang meniggal setelah melahirkan. Gue cari nama Amira dulu" lanjut raka masih berkutat dengan komputernya "ini gue dapet tapi ada dua orang. satu Amira senja, dia meniggal karena kecelakaan saat hamil besar dan meniggal, anaknya di keluarkan secara sesar dalam keadaan ibu sudah meninggal. Yang kedua Amira sita adisurya, disini nggak ada penjelasan meninggal karena apa. Riwayat sebelum melahirkan dia sehat, kontraksi seperti ibu yang mau melahirkan pada umumnya. Dia juga lahiran normal, dan setelahnya sang ibu tiba tiba meninggal, tidak ada pendarahan atau infeksi. Ini juga dokter yang tanganin nggak ada kasi konfirmasi apa pun, bikin bingung aja. Tapi soal kematian ini nggak di lanjut karena nggak ada keluarga yang urus, yang makamin juga kerabat jauh. Hanya itu informasi yang gue dapet" jelas raka menjelaskan informasi yang dia dapatkan. "Soal baik yang dia lahirkan juga nggak ada infonya hanya dia lahir sehat dan selamat, setelah itu nggak ada, oh satu lagi dia perempuan itu aja".


"Kalau yang pertama tadi, anaknya laki laki


"Salin informasi untuk nama yang ke dua" pinta Algaskar.


"Oke bentar" tidak lama kemudian informasi siap di salin "nih Al, udah gue salin semuanya. Tapi ini cuma informasi soalnya nggak ada biodata lengkapnya."


"Hmm" Algaskar lansung mengambil berkas itu lalu pergi dari sana "gue balik"


Sesampainya di rumah Algaskar lansung mencari sang ibu. "Mama di mana" tanya Algaskar pada salah satu asisten rumah tangganya.


"Nyonya ada di taman belakang tuan muda" jawab sang Bibi. Tampa bertanya lagi Algaskar lansung pergi menuju ke belakang menyusul sang mama. Sampainya di sana ternyata tidak hanya sang mama tapi juga papanya ada di sana.


"Mah, pah" panggil datar Al dengan pelan.


"Eh anak mama udah pulang, sini sayang. Udah makan, mau mama siapin" tanya beruntu sang mama membuat Algaskar menghela nafas kemudian menjawab.


"Al udah makan mah, mama nggak usah siapin. Al kesini mau ngasih mama sesuatu." Kemudian Algaskar memberikan informasi itu kepada sang mama dan lansung di terima dengan baik.


"Ini apa sayang" tanya mama


"Itu informasi yang Al dapat"


"Informasi siapa" sang mama mulai membuka berkas itu.


"Bener mah nama sahabat mama Amira sita adisurya"


"Iya, itu namanya, ini informasi tentang dia?" Tanya nyonya Gutama


"Iya, itu yang tadi Raka dapat" jawab Algaskar


"Tapi informasi itu ada yang janggal ma, penyebab kematiannya nggak di cantumkan dalam data pasien. Pihak rumah sakit juga tidak menindak lanjuti itu, karena dokter yang menangani tidak memberi keterangan apa apa, apa lagi saat beliau meniggal tidak ada keluarga yang mengurus jadi seolah tertutup dengan sendirinya" jelas Algaskar kepada ke dua orang tuanya.


"Trus gimana pa, apa kita tidak akan bisa menemukan anaknya Amira" lesuh nyonya Gutama sedih.


"Sabar mah, kita baru mulai. Kita akan cari tau lagi."


"Iya mah, Al akan bantu" tenang Algaskar.


"Mama nggak tau nak, dulu


mama sama Tante Amira bersahabat begitu pun dengan ornag Tua kami. Kami tumbuh seperti saudara, tapi mama juga nggak tau tiba tiba Amira bilang sama mama dia akan di jodohkan tapi Amira tidak mau. Dia nekat kabur saat itu dan karena mama tidak mau membiarkan sahabat mama pergi sendiri. Mama pergi ikut dengan Amira dan di sana tempat pelarian mama dan Tante Amira mama bertemu papa kamu. Singkat cerita mama menjalin hubungan dengan papa dan memutuskan untuk ke jenjang lebih serius. Amira pun mendukung kami dan setuju tapi saat semua terlihat baik baik saja tiba tiba Tante Amira menghilang dia hanya meninggalkan surat, dia pamit katanya di jemput oleh om adisurya dan setelah itu sampai papa dan mama menikah mama tidak pernah ketemu lagi." Jeda nyonya Gutama lalu melanjutkan kembali kisah masa lalunya.


Flash back


"Loh Mira kamu kenapa" tanya Kinan pada sahabatnya Amira.


"Kin aku mau di jodohin Sama papa" ujar Amira sambil menangis.


"Di jodohin sama siapa, kok bisa mir" tanya Kinan cukup terkejut


"Aku nggak tau kin, tapi aku nggak mau di jodohin" sesegukan Amira, dia sedari tadi menangis. Setelah di beritahu oleh papanya akan di jodohkan dia lansung pergi dari rumah dan menghungi sahabatnya.


"Trus kamu mau gimana, kamu yakin mau nolak permintaan om adisurya" tanya Kinan lagi prihatin dengan sahabat yang di anggap saudara ini


"Aku mau pergi aja, yang jauh Kinan. Aku nggak mau di sini"


"Kamu yakin, tapi kamu mauKemana.


" Tanya Kinan berusaha menenangkan Amira.


"Aku nggak tau, tapi aku harus pergi" kekeh Amira ingin pergi.


"Yaudah, aku temenin yah. Kita pergi bersama" bujuk Kinan


"Kamu yakin, nggak usah Kin. Aku bisa kok pergi sendiri, nggak mungkin kamu meninggalakan om sama Tante" Amira menolak untuk di temani.


"Mending kamu pulang, beresin barang kamu. Aku juga pulang sekalian minta izin sama ayah dan bunda, nanti aku hubungin lagi ok" bujuk Kinan kemudian mereka berpisah untuk pulang siap siap.


Singkat cerita kini mereka sudah di bandara bersiap untuk pergi dari tempat kelahiran mereka. Kinan yang pergi menemani sang sahabat dan Amira yang ingin kabur dari perjodohan itu.


Dan kini mereka sudah sampai di tempat yang di tuju, mereka memulai hidup baru. Disini mereka tidak hidup menderita karena walaupun Amira kabur. tapi Kinan di biayai oleh sang ayah jadi mereka tetap hidup enak walaupun pergi jauh.


6 bulan ketenangan itu hanya mampu bertahan 6 bulan saja karena saat Kinan sudah menemukan kebahagiaan. Dia bertemu laki laki pujaannya yaitu alvino Gutama dan bersiap untuk menikah tiba tiba setelah Kinan pulang dan akan menyampaikan. Dia hanya mendapat sebuah surat dari Amira bahwa dia sudah pulang kembali ke kota asal mereka. Hanya itu lalu mereka tidak pernah bertemu lagi, bahkan saat Kinan pulang untuk mengadakan pernikahan dan mencari Amira di rumahnya, rumah itu sudah kosong.


Flash back off


"Dan setelah satu tahun mama melahirkan kamu. Mama bertemu kembali dengan Tante Amira dalam keadaan hamil besar, disitu Tante Amira ternyata sudah menikah dia mengikuti perjodohan papanya. Tapi ternyata saat itu rumah tangganya tertimpa masalah oleh orang yang ingin merusak hubungan mereka. Tante Amira meminta tolong sama mama dan papa untuk membantunya. Dia bahkan menitipkan anak yang bahkan belum lahir, itu terakhir kalinya mama bertemu dengan Tante Amira dalam keadaan hidup" nyonya Gutama lansung menangis saat melihat mayat sang sahabat kala itu.