
"Orang yang kendaliin geng lion namanya Felix, gue ngak tau ini gimana ceritanya tapi brayn kerja sama sama selingkuhan ibu tirinya" jelas Raka saat mendapat informasi tentang brayn.
"Maksud Lo nyokap tirinya si brayn selingkuh dari bokap kandungnya brayn trus brayn kerja sama dengan selingkuhan nyokapnya gitu" pastikan Karel lagi
"Iya" jawab Raka "sumpah ini keluarga ribet banget gue ngak tau ini gimana bisa bisanya brayn kerja sama dengan selingkuhan istri bokapnya"
"Tapi gue ngak bisa dapat info soal adiknya yang namanya Arumi itu"
"Kok bisa, Lo bisa dapat info sepenting ini tentang keluarga aksara tapi kenapa dengan anak perempuannya ngak bisa"
"Gue juga ngak tau identitasnya ngak bisa gue buka sepertinya sengaja di sembunyiin dan itu bukan orang sembarangan"
"Lanjut besok lagi, gue balik" ucap Algaskar lalu beranjak pulang.
Hari sudah malam dan Arumi saat ini ada di lokasi dimana dia menyimpan motornya tadi bersama salah satu montir yang dia bawa.
"Gimana bang" tanya Arumi tetap dengan nada datarnya
"Bentar lagi selesai non ini tinggal di pasang" jawab tukang bengkel tersebut
Tak lama motornya selesai di kerjakan setelah membayar tukang bengkelnya lansung pergi dari sana. Lalu kemudian di susul Arumi juga pergi.
Di perjalanan Arumi melihat seseorang berkelahi, lebih tepatnya di kroyok karena satu orang melawan sekitar 7 orang. Arumi awalnya hanya cuek tidak berniat menolong dan akan pergi dari sana tapi saat akan melewati mereka Arumi melihat ternyata Algaskar sedang di serang oleh 7 orang. Arumi tidak jadi pergi tapi juga tidak beranjak dari sana dia hanya melihat perkelahian 1 lawan 7 itu. Namun saat tiba tiba satu orang dari belakang akan menyerang menggunakan senjata secara refleks Arumi turun dari motornya membuka helm lalu berlari ke arah ornag itu menendang sampai orang itu terjatu
Bug
Brak
Algaskar yang mendengar suara dari belakang lansung menoleh dan menemukan seorang gadis sedang melawan salah satu dari orang orang yang menghadangnya tadi.
"Arumi" guman Algaskar kaget melihat Arumi dia sampai tidak sadar orang orang yang dia tumbangkan tadi mulai bangkit lagi dan bersiap akan menghajarnya.
mereka
Bug
Krakk
Algaskar lansung tersadar setelah mendengar keributan lagi di dekatnya "Lo kenapa bengong" datar Arumi
kemudian kembali melawan mereka,
Arumi cukup menyesal
menampakkan diri di depan mereka bukan karena tidak ingin menolong tapi Arumi bisa melihat kalau orang orang itu adalah anak buah Felix dia tidak ingin sampai anak buah Felix melapor soal dirinya, itu akan sulit untuk mencari tau tentangnya dan dia bisa menjadi musuh yang di kenal, urusannya akan panjang kalau orang tau siapa dia terlebih Sonia terlibat entah bagaimana nantinya.
Arumi terus menhajar mereka habis habisan sampai mereka tidak lagi berdaya dan di bantu oleh Algaskar setelah tersadar tadi.
"Udah" tahan Algaskar melihat Arumi masih menghajar mereka. Arumi berhenti dan mereka sudah tidak bergerak lagi tapi masih sadar.
"Lo bisa pergi, gue ngurus mereka" suruh Arumi pada Algaskar, membuat Algaskar bingung. Ada apa denga. Perempuan ini pikirnya.
"Harusnya Lo yang pergi ini urusan gue, mending kita pergi gue akan akan suruh orang buat urusin mereka" ucap Algaskar berusaha membawa Arumi pergi dia cukup penasaran dengan kemampuan bela diri Arumi, dia jadi curiga kalau Arumi dan orang gadis yang di panggil Queen adalah orang yang sama.
menghampiri mereka tidak peduli dengan keberadaan algaskar karena kalau memintanya pergi pun pasti tidak akan mau.
"Kalian mau gue bebasin atau gue bunuh" dingin Arumi pada mereka semua yang terbaring tak berdaya
"A ampunn, bebaskan ka-mi" terbata salah satu dari mereka berusaha menjawab.
"Gue mau kasih kalian peringatan" negosiasi Arumi pada mereka.
"Gue tau siapa kalian dan siapa yang memerintah kalian, kali ini kalian akan mendapat dua keuntungan jika merima tawaran gue" lanjut Arumi pada mereka, melihat tidak ada jawaban Arumi melanjutkan, Arumi tau mereka masih bisa mendebingung "Kalau kalian melapor yang sebenarnya dengan bos kalian, kalian akan gue kejar dan gue yakin bos kalian akan menghukum kegagalan kalian, tapi kalau kalian berbicara dengan kebalikannya, kalian akan aman" jelas Arumi.
"Apa yang harus kita lakukan" tanya salah satu dari mereka dan di angguki yang lainnya.
"Hubungin bos kalian kalau berhasil menghadang target dan memberi pelajaran setelahnya kalian pergi Karena teman temannya datang, dan bilang untuk sementara kalian tidak akan muncul karena kalian di kejar" intruksi Arumi pada mereka.
"Tunggu Lo mau buat gue seolah olah kalah dari mereka gitu" Algaskar, dia bingung ada apa dengan gadis ini kenapa sangat terlihat tidak ingin bos mereka tau kejadian ini, masalahnya Arumi hanya membantunya saja setelahnya ini akan menjadi urusannya tapi ini kenapa justru Arumi yang urus.
"Ini cuma taktik ngak akan bikin Lo lemah, intinya jangan perna menyebut atau mengungkit gue di depan bos kalian" dingin Arumi memberi peringatan terakhir
"Ba-baik"
"Kalian boleh pergi"
"Siapa Lo" datar Algaskar, Arumi berhenti melangkah dan berbalik menatap Algaskar
"Bukan urusan Lo" datar Arumi juga
200
"Apa urusan Lo dengan mereka dan siapa mereka kenapa Lo bisa tau" Algaskar mendadak cerewet.
"Mereka nyerang Lo, Lo fikir siapa, ada temen nyerang teman enggak kan, berarti mereka musuh Lo" sinis Arumi melanjutkan jalannya
"Gue tau Lo adiknya brayn, gue juga tau Lo adalah queen" cetus Algaskar dan yang terakhir hanya menebak saja tapi melihat respon Arumi yang kembali berhenti setelah mengatakan kalimat terakhirnya membuat Algaskar yakin kalau apa yang dia katakan adalah kebenaran, sedangkan Arumi hanya diam bukan karena takut.
"Lo nyari tau kehidupan gue" datar Arumi Tampa berbalik, Algaskar diam dia baru sadar secara tidak lansung dia mengatakan kalau mencari tau semua tentang Arumi baru kali ini seorang Algaskar di kelabuhi
"Kenapa diam" algaskar baru tersadar dan Arumi sudah berbalik menghadapnya.
"Lo nyari tau tentang keluarga gue dan kehidupan pribadi gue? Lo mau apa emang kalau semua yang Lo bilang bener," cetus Arumi
"Lo ada di malam itu, Lo liat semuanya dan Lo jadi korban kakak Lo sendiri, Lo fikir gue bakal diam aja, dia udah buka perang sama alister" dingin Algaskar dengan tatapan tajamnya.
200
"Itu kakak gue, bukan gue"
"Kenapa enggak, gue bisa gunain Lo buat lawan dia" sinis Algaskar
"Berarti Lo pengecut" datar Arumi, tidak ada raut takut mendapat tatapan tajam Algaskar, dia sedari tadi berperan dengan fikirannya dia salah menolong Algaskar mungkin dia lolos dari anak buah Felix tapi dia ketahuan oleh Algaskar. Arumi pergi meninggalkan Algaskar sendiri disana menaiki motornya lalu melajukannya tanpa menoleh.