
"Tunggu" ucap Karel tiba tiba
200
"Kenapa"
"Perempuan yang tanding sama bara dan jadi korban dari brayn gimana, cukup mencurigakan kenapa dia bisa nolong baryn waktu itu" jelas Karel
"****" umpat Algaskar "cari tau juga soal dia"
"O ok e" ucap Raka cukup kaget dengan umpatan Algaskar tiba tiba.
"Kenapa gue merasa mereka semua berhungan yah" ucap Romeo pada semuanya.
"Lo semua merasa ngak sih kalau Arumi si anak baru itu, agak mirip sama queen yang balapan sama bara semalam" lanjut Romeo
200
"Maksud Lo"
"Lo semua sepemikiran ngak si sama gue mereka bisa aja orang yang sama" ucap Romeo
"Tapi kalau orang yang sama kenapa brayn bisa nyelakain adiknya sendiri"
"Dan kenapa malam itu dia biarin brayn di hajar habis habisan sama Algaskar" mereka berspekulasi sendiri karena tidak bisa menembus identitas Arumi,
"Taulah gue pusing Lo nyari tau aja rak soal cewek semalam,"
"Oke nyari dulu"
Beberapa menit mencari Raka tidak bisa menemukan data Arumi dan gadis pembalap itu.
"Gue juga ngak bisa nemuin identitas cewek itu" ujar Raka menambah kebingungan semua teman temannya.
"Cari tau lagi" tutur algaskar kemudian berdiri dan pergi dari sana
"Mau kemana bos" teriak Romeo
"Balik"
***
Saat di perjalanan pulang tiba tiba motor Arumi oleng hampir saja dia terjatuh untungnya dia bisa menguasai diri dia kemudian menepikan motornya setelahnya
Turun untuk memeriksa ternyata ban motornya bocor
"CK, kok bocor sih" decak Arumi
kesal
"Disini aja deh aman kekNya" Arumi berniat akan meninggalkan motornya disana nanti dia akan membawa montir untuk memperbaiki jadi dia akan pulang dulu, bukannya Arumi tidak bisa meminta tolong atau menghubungi orang yang dia kenal tapi Arumi terbiasa mandiri jadi dia akan mengurus motonya nanti.
Arumi berjalan kaki menuju halte, halte bus Dari tempatnya berjalan sekarang tidak terlalu jauh sekitar sepuluh sampai lima belas menit berjalan kaki. Setelah sampai dia duduk di kursi halte menunggu bus. Saat menunggu tiba tiba sebuah motor sport hitam biru berhenti tepat di depannya Arumi mengernyit bingung siapa orang itu pikirnya. Setelah orang itu membuka helm ternyata algaskar, tadi saat di jalan Algaskar melihat Arumi duduk sendiri di halte dia ingin cuek tapi rasa penasarannya juga cukup besar, ntahlah jika dulu dia tidak akan peduli dengan apapun tapi semenjak munculnya Arumi dia selalu penasaran dengan gadis itu.
"Ngapain" datarnya
"Ha?" Bingung Arumi, dia ngomong sama siapa pikir Arumi tapi kemudian dia cuek aja ngak peduli.
"Hmm Lo ngapain disini" ulang algaskar tetap datar, ini kali pertama seorang Algaskar mengulang kalimatnya hanya karena Arumi.
"Gue" tunjuk Arumi pada diri sendiri
"Hmm"
"Nunggu bus" ucap Arumi walaupun bingung dia tetsiapa Menjawab.
200
"Naik"
"Ha" cengo Arumi lagi
"CK naik gue anter pulang" dingin Algaskar mulai kehabisan kesabaran harus mengulang dan meperjelas kalimatnya.
"Ngak usah gue bisa balik sendiri" tolak Arumi datar pula, mereka mengobrol layaknya tembok Sam tembok tidak ada ekspresi.
"Jam segini udah ngak ada bus" ucap Algaskar lagi berusaha menjelaskan. Arumi masih diam dia tidak butuh bantuan siapa pun termasuk Algaskar, bukannya Arumi sok mandiri atau apa tapi Arumi tidak pernah dan bisa mempercayai siapa pun, Arumi selalu wasapada dengan kehidupannya dia selalu hati hati saat berhadapan dengan orang Arumi tidak perna percaya bahwa masih ada orang baik di dunia ini, Arumi selalu menggap dirinya hanya sendiri di dunia ini tidak punya siapa-siapa, jadi kalau bukan dirinya sendiri lalu siapa lagi yang akan melindunginya. Itulah mengapa waspada adalah nomor satu dalam hidupnya.
"Thanks tapi kayaknya Lo ngak perlu repot-repot" ucap Arumi, Algaskar hanya diam saja tidak lagi membujuk Arumi dia memilih pergi dari sana harga dirinya cukup tersentil dia di tolak. Rasa penasarannya dengan Arumi berubah menjadi rasa kesal dia menganggap Arumi sok jual mahal dia hanya tidak tau saja Arumi berusaha melindungi dirinya sendiri dia tidak tau bahwa hidup Arumi rumit tidak se sederhana yang orang orang fikir.
Setelah algaskar pergi Arumi hanya memandangi laju motor Algaskar meninggalkan dirinya dia cukup kaget dengan tawardia tumpangan Algaskar tadi dia tidak pernah merasakan itu, di bantu orang lain.
"Apa selamnya gue akan kayak gini? Hidup Tampa bisa berdampingan dan berinteraksi seperti orang-orang kebanyakan, kemana rasa percaya itu menghilang, gue selalu coba buat percaya tapi ketakutan dalam diri gue ngak bisa bohong, dibuat kehilangan kepercayaan kepada orang orang yang dulu amat sangat gue percaya, dihancurin se hancur hancurnya membuat gue menggap semua orang sama" frustasi Arumi memikirkan kehidupannya, secuek cueknya Arumi setidak pedulinya dia dengan dirinya sendiri tapi saat tiba-tiba mendapat perlakuan yang tidak perna dia dapatkan sebelumnya tentu akan membaut dia kaget, kembali memikirkan kehidupan rumitnya, Arumi memang tidak perna takut mati tapi tingkat kewaspadaan yang dia asah sedari kecil membuat dia tidak pernah tenang.
Arumi tidak akan pernah tidur dengan nyenyak saat dia tidur di rumah orang tuanya kecuali jika tidak ada orang di rumah itu, dia hanya bisa istirahat dengan tenang jika di apartemennya, Arumi sadar musuhnya bukan hanya orang orang di luar sana tapi juga keluarganya dan itu adalah yang utama, makanya di apartemennya dia desain se aman mungkin menjadikan rumah sesungguhnya hanya itu yang dia punya.
"Huff kalau mikirin hidup ngak akan ada habisnya, ini beneran ngak ada bus yah" karena Arumi sudah menunggu hampir satu jam dia memutuskan untuk memesan taksi online Karena hari sudah hampir soreh dia tidak mau kemalaman karena harus memperbaiki motornya.
Setelah sampai di apartemen Arumi bersih bersih, makan lalu istirahat sebentar. "Gue harus cari markas mereka, gue yakin gue bisa nemuin banyak petunjuk dari markas itu termasuk hubungan Sonia dan Felix."
"Kayaknya dia buronan polisi deh, tapi dia kabur kesini, siapa ya musuh mereka gue penasaran dia sampai tidak berani turun tangan sendiri"
Berfikir keras Arumi sudah bisa pecahin alur kisah Felix Handoyo ini hanya saja orang orang yang jadi tujuan pembalasan Felix tidak bisa Arumi tembus dengan mudah.
"Gue harus cari tau musuhnya, mungkin gue bisa kendaliin mereka secara diam diam Tampa mereka sadari" senyum devil Arumi, dia punya banyak cara licik di otaknya untuk menghadapi musuh dia hanya tidak tau saja kalau musuh Felix adalah alister geng yang tidak mudah Arumi profokasi. Tapi seandainya dia ingin kerja sama mungkin akan sangat mudah mengalahkan mereka.