
sesampainya dirumah mang Ujang pun langsung memarkirkan mobilnya,
melati pun di ajak bu Dina turun.
dan masuk kedalam rumah.
"ayo masuk melati ajak Bu dina".
"baik Bu,melati masih terlihat canggung dan malu.
"jangan malu2 anggap saja rumah sendiri,kebetulan ibu tak punya anak cuma mang Ujang dan bi Inah yang menemani ibu disini,,kalau kamu mau kamu bisa tinggal disini bersama kami ya kan mang Ujang,,"
"ya non disini saja jadi nya kan ibu ada temannya,walaupun baru pertama mengenal melati tapi mereka melihat melati anak yang baik dan jujur.
sehingga membuat mereka merasa nyaman mengobral dengan mereka,
"tapi Bu,saya ga enak ibu kan baru saja mengenal saya tapi ibu begitu baik sama saya,
"seperti nama mu melati yang menggambar bunga yang berwarna putih,,yang bersih ibu yakin hati mu pun pasti bersih"melati.
"terima kasih ibu sudah mempercayai saya,
insyaallah saya akan menjaga kepercayaan ibu dengan sebaik mungkin Bu,,
"ya udah sekarang kamu mandi dan ganti pakaian ya,"
oh ya dari tadi ibu ga ngeliat kamu bawa tas,kenapa,,"?
"sewaktu aku sholat tadi ada yang mengambil barang2 aku,Bu.
aku juga ga tau siapa yang mengambil aku sudah menanyakan kepada semua orang tapi mereka tak ada yang melihatnya sama sekali,
bukan ini bukan rezeki aku,Bu.
"kasihan sekali kamu melati,kalau begitu nanti ibu akan Carikan baju ibu mungkin ada yang cocok sama kamu.
"terima kasih Bu,."
"sekarang kamu pergi mandi sana,Bu Inah Tolong antar melati kekamar tamu ya,"
"baik bu".
sementara Bu Dina pergi kekemarnya ,melati pun di antar bi Inah ke kamar tamu untuk segera mandi dan mengganti pakaiannya.
sebelum melati selesai mand8,Bu Dina sudah membawakan baju ganti buat melati,di tarohnya baju2 itu di atas tempat tidur kemudian Bu Dina kembali keluar dan menuju ruang tamu..
dia memanggil bi Inah dan menyuruh bi Inah untuk membuatkan minuman di gin untuk melati dan dirinya,dan jangan lupa untuk menyiapkan makan malam ya bi,pinta Bu Dina."
"baik Bu,tugas akan segera Inah laksana kan Bu,Inah pamit kedapur dulu kalau ibu ada perlu panggil Inah saja.
"ya Inah,"
"permisi Bu,kata bi Inah.
bi Inah pun langsung ke dapur dan menyiapkan minum dingin,,
setelah selesai langsung di antarnya ketempat Bu Dina,yang sedang asik memainkan ponselnya.
selesai mandi,melati tertegun melihat semua baju2 yang diberikan Bu Dina seperti ya ini baju2 mahal apakah aku pantas memekainya akukan hanya gadis desa yang biasa nya memakai pakaian seadanya menggunakan baju lengan panjang dan celana kain,tak seperti pakaian yang ada didepannya yang merupakan pakaian hijab syar"i komplit dengan cadarnya.
melati pun bingung untuk memakai nya atau tidak tapi melati tak punya pilihan lagi dia harus memakainya kalau tidak dia harus menggunakan pakaian apalagi.
melati pun mencoba satu demi satu baju yang mana yang cocok buat dia,akhirnya melati memilih baju yang warna ungu tosca,,
aku akan memakainya gumam melati dalam hati,,
langsung dikenakan nya baju itu dengan pelan2 dia takut kalau baju nya nanti sobek,
akhirnya melati pun selesai berdandan,
dia langsung keluar kamar untuk menemui Bu Dina,ternyata Bu Dina sedang menunggu dia diruang tamu melati pun bergegas pergi takutnya Bu Dina kelamaan menunggu dia,,
"permisi Bu,,
"oh ya,duduk melati.
tolong ceritakan sedikit tentang keluarga kamu didesa yang ibu pengen mendengar ceritanya gimana,kamu ga usah malu2 begitu ya.
"melati pun lalu mulai bercerita,mendengar cerita dari melati Bu Dina pun sekarang memahami maksud niatan melati merantau kekota karena ingin membantu biaya sekolah adiknya,dia ga mau adik2nya punya pendidikan yang rendah seperti dirinya dia ingin adik2nya sukses dimasa depan nanti,semoga saja apa yang di inginkan melati tercapai ya Allah,,amin amin amin ya Robb.
"mendengar cerita mu tadi ibu ikut terharu,,insyaallah dengan niatan tulus di hati Allah pun juga akan memudahkan jalan kita menggapai apa yang kita inginkan,dimana ada kemauan disitu akan jalan,
semoga nantinya kamu bisa menggapai mimpi mu,disini.
tetap terus bersemangat dan berdoa.
"ya Bu.
"oh,ya ibu mau mengajak kamu ketempat dimana kamu akan mengajar nantinya,disana ad ustad Ali yang juga mengajar disana,Serta ustadjah Rika,,mungkin mereka masih belum pulang kamu masih punya waktu buat berkenalan dengan.mereka,
ibu panggil mang Ujang dulu biar dia menyiapkan mobil buat kita pergi,,
mang,man,mang Ujang teriak ibu dari dalam rumah akhirnya mang Ujang pun datang dan langsung menemui Bu Dina.
"ada apa Bu,memanggil saya.?
"tolong antarkan kami keTPA saya mau mengajak melati melihat2 tempat kerjanya.
"siap Bu,mamang siapkan mobilnya dulu ya.
ibu sama non melati tunggu dluar aja dulu.
"ya.
sementara mang Ujang mengeluarkan mobil Bu Dina dan melati pun juga beranjak pergi keluar menunggu mang Ujang.
"ayo Bu,non qita pergi..mang Ujang pun membuka kan pintu mobil mereka berdua pun masuk.
mang Ujang pun dengan asiknya mengemudikan mobil sampai2 hampir mau terlewat kalau saja Bu Dina ga bilang"stop" sudah dipastikan mereka bakalan terlewat.
mang Ujang pun langsung menghentikan laju mobilnya dan memasuki halaman TPA,
sementara ustadz Ali dan ustadzah Rika masih sibuk mengajar anak2.
maklum lah notabenya ustadzah Rika dan ustadz Ali sebenarnya bukan orang lain buat Bu Dina mereka kerabat dekat almarhum suaminya,makanya Bu Dina meempercayakn TPA nya ini di kelola oleh ustadz Ali.
sebenarnya Rika dan Ali mereka adlah kakak beradik yang sejak kecil dtinggal pergi orang tuanya almarhum suaminya Bu dina.lah yang membiayai sekolah mereka sampai kepererguruan tinggi..dan akhirnya bisa lulus,,awalnya suami Bu Dina menginginkan agar ali dan rika bisa mengajar di pesantren ternama milik temannya tapi Ali menolak dia ingin membalas jasa orang yang sudah dia anggap sebagai ayah dia ingin mengabdika hidupnya dan mengajar di TPA milik Bu Dina saja apalah bedanya kan sama2 memberikan ilmu kepada orang lain mau ditempat bagus atau pun sederhana kan Sama saja Yang penting niat kita karena Allah taala semata..
Bu Dina pun langsung turun dan juga diikuti oleh melati,,ayo kita kedalam kamu bisa sambil melihat2 ruangan yang ada disini..
ternyata dari kejauhan ustadzah Rika melihat kedatangan mereka,,
lalu ustadzah Rika pun menghentikan pembelajarannya dan meyuruh anak2 untuk pulang,,hore kata2 anak" qita pulang."
:"ustadzah Rika bingung ada apa gerangan ibu angkatnya kemari,,pikirnya dalam ,hati."