CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N

CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N
episode 13 tak tau harus apalagi



Bu Dina,mengambil hp dan menelpon Dion untuk menanyakan jadi apa ga Dion mengajaknya untuk nyekar kemakam ayahnya,Bu Dina sudah mempersiapkan bunga untuk ditabur dimakam ayah Dion.


"asalamualaikum,Dion kamu jadikan jemput tante"tanya Bu dina?"


"tunggu sebentar tante dirumah masih ada orang bank,aku mau menyelesaikan urusan papah dulu,kalau sudah selesai nanti aku telpon Tante yA,?"jawab Dion"


"baiklah kalau begitu"Bu Dina pun menutup telponnya"


melati yang sedari tadi memperhatikan Bu Dina yang tampaknya tidak baik2 lalu bertanya,mengapa Bu Dina terlihat sangat gelisah..


"ada apa dengan ibu,kok terlihat sangat gelisah sekali,?"tanya nya."


"ibu takut kalua keponakann ibu tak mau ikut tinggal bersama ibu,sekarang dia sudah tak punya siapa2 lagi semua yang dia miliki juga sudah disita oleh k bank,!


rumah mobil perusahaan ayahnya juga sudah bangkrut,sekarang dia harus menyelesaikan semua hutang2 ayahnya,ibu merasa sangat kasihan,memang Dion anak yang manja,keras kepala tapi bagaimana pun juga dia tetap keponakan ibu,ibu sangat menyayanginya seperti anak ibu sendiri.."Bu Dina panjang lebar menceritakan tentang Dion."


sudah dapat digambarkan oleh melati bagaimana perangai Dion orangnya,keras kepala yang maunya menang sendiri walau kalah tak peduli,"oh darah muda"kok kaya petikan lagunya bang h,Rhoma irama ya,hehehee


"ya ibu yang sabar pelan2 nanti kita bicarakan sama dia Bu,mungkin dia masih dalam suasana berduka lagi yang mbuatnya belumbisa berpikir dengan baik.


"mungkin kaamu ada benar nya melati,Dion butuh waktu untuk bisa menerima keadaan dia yang sekarang,ibu tak boleh memaksanya kalau AE dia tak akan pergi dari ibu,!"ucap Bu dina"


"lebih baik kita saralan pagi dulu Bu,nanti ibu sakit kalau terus2an memikirkan Dion,"ajal melati"


mereka pun segera makan.


melati sungguh tak tega melihat keadaan Bu Dina dia berniat .mau membantu Bu Dina untuk merubah perilaku Dion menjadi anak yang baik.


selagi mereka sedang mengobrol klakson mobil pun berbunyi,melati segera keluar untuk melihat siapa yang datang,


dasar orang tekil,kenapa membunyikan klakson bukan nya turun dan ketuk pintu"gumam melati"


melati pun mbuka pintu gerbang dia tak tau kalau yang datang itu adalah Dion,


"maaf permisi mau mencari siapa ya mas,?"tanya melati"


"cepat panggil kan Tante saya,bilang saya menunggu dia disini"denang suaranya yang ketus Dion berkata"


oh jadi ini yang namanya Dion,benar sekali apa yang dikatakan Bu Dina orang ini benar2 kasar apakah dia mampu merubah peringai Dion,yang seperti itu"ujarnya dalam hati"


"tunggu saja dulu disini nanti saya panggilkan,bisa ga sih jadi orang to ngomong yang sopan jangan ketus begitu nanti cepat ubanan Lo, buka ledek melati"


Dion pun hanya diam dengan muka yang cemberut,dia pun tak menggubris omongan melati tadi.


melati kembali masuk kedlam memanggil Bu Dina ingin memberitahukan kedatangan Dion.


"Bu,Dion datang dia sudah menunggu ibu diluar dia ga masuk katanya nunggu di mobil aja."kata meleti


"iya sebentar lagi ibu sudah siap,melati"jawab Bu Dina dari kamarnya.


Bu Dina pun segera mengambil tas dan bunga lalu berpamitan dengan melati.


melati mengambil ponselnya dan mulai meelpon,,


Tut Tut Tut Tut Tut,derengin ke 5, pun telpon diankat,"halo,asalamualaikum bu ini melati,apa kabar ibu"tanyanya.


"alhamdullilah akhirnya kamu menelpon nak,ibu kangen banget sama kamu."ujar ibunya.


"melati juga kangen sama kalian semua"jawab melati"


"kamu baik2 aja kan disana nak,betah ajakan"tanya ibunya lagi"


"ya Bu melati betah banget disini ibu yang punya sekolah tempat melati mengajar sangat baik beliau pun mempersilahkan melati untuk tinggal bersamany Bu,disini.ucap melati"


"syukurlah kalau begitu,ibu turut senang dengar nya.ucap ibunya"


.mereka pun saling mengobrol satu sama lain saling meluapkan rasa kangen nya masing2.


tak terasa waktu sudah menunjukan pukul.1 lewat saatnya melati harus kembali mengajar kesekolah seperti biasa lagi.


dipemakaman ayah Dion,Bu Dina tak kuasa menahan tangisnya dia masih belum bisa menerima kalau adiknya lebih dulu meninggalkan diri nya,Dion berusaha menyembunyikan rasa sedih nya andai saja Bu Dina tak ada disana dia pun juga menangis sejadi2 nya.


Andi begitulah nama ayah Dion,mba janji akan jaga Dion seperti anak mba sendiri,mba akan ajak Dion tinggal bersama mba kamu yang tenang disana ya,


Bu Dina masih tak bisa menahan air matanya,dia terus menangis


Dion pun pergi meninggalkan Bu Dina dan balik ke mobil dia memilih membiarkan tantenya disana sendirian.


lama Dion menunggu akhirnya Bu Dina pun datang,


"sudah selesai Tante,tanya nya" apa kita bisa balik sekarang masalahnya aku masih ada urusan yang perlu aku selesaikan sekarang.


"iya,Dion.ucap Bu dina"


Dion pun menghidupi mobil dan memutar kemudi mobil pun berjalan dengan cepat,!


"Dion sekarang kamu sendirian,maaf Tante ngomong begini Tante mau kamu ikut sama Tante ya tinggal dengan Tante sekarang Tante juga ga punya siapa2 lagi..apa kamu mau?"tanya nya"


"aku pikir2 dulu Tante,jawab nya ketus"


sekarang aku mau balik ke Amrik dulu aku mau mengundurkan diri dari sana mau mengambil semua barang2 ku,ga mungkin juga kan aku melanjutkan kuliah disana biaya dari mana semua sekarang sudah berbalik keadaannya.dion pun menghela nafasnya."


Bu Dina hanya diam tak dapat berkata2 lagi apa yang Dion bilang benar siapa sekarang yang akan membiayai kuliahnya,,yang begitu mahal dirinya pun tak mampu harus berbuat apa2 lagi.


apa yang dikatakan melati juga benar mungkin dion butuh waktu untuk sendiri dulu tanpa di ganggu orang lain musibah ini begitu membuatnya terpukul harapannya seakan sia2 untuk mendapatkan gelar S2 nya,


dion yang mempunyai cita2 ingin memajukan bisnis papah nya akhirnya gagal ditengah dijalan,Dion seperti anak kecil yang kehilangan balon 🎈 terbang..yang ingin mengambil tapi tak bisa karena terlampau terbang. jauh jauh dan jauh.


andai Dion menyadari akan kehadiran Bu Dina mungkin dia bisa sedikit berbagi kesedihan tak hanya memendam nya sendirian saja,di balik lubuk hati nya yang terdalam.


hanya ada kebisuan disepanjang perjalanan tak ada obrolan lagi antara mereka,Bu Dina hanya sesekali membuang pandangan nya keluar jendela dan berharap semua akan ada jalan keluarnya.