
di siang yang begitu panas membuat orang2 menjadi males ingin keluar rumah atau pun sekedar untuk berbelanja,,ya karena sekarang sedang musim kemarau yang berkepanjangan,beda dengan Dion dia segera bersiap karena akan bertemu dengan teman nya membahas tentang pa Akbar,,agar mereka bisa segera menemukan keberadaan pa Akbar,
setidaknya ada sedikit harapan agar bisa mengetahui siapakah musuh sebenarnya papah Dion..
dilain tempat Ali pun pergi kerumah Bu Dina untuk menemui melati dia ingin berbicara 4 mata dengan melati tentang perasaan hati nya selama ini,kebetulan melati lagi ada dirumah,,
Ali pun langsung memasuki pekarangan 🏡 Bu Dina,dan memarkirkan motor nya..
tiba2 tak sengaja Dion menyenggol tubuh Ali,dan hampir terjatuh saat mereka saling berpapasan,
Ali pun membantu Dion untuk berdiri Dion pun menyambut hangat uluran tangan Ali dsn segera bangkit berdiri.
"thanks bro"ucapnya
Dion pun segera berlalu pergi,tanpa menoleh lagi.
kejadian itu disaksikan oleh Bu Dina dan melati,yang terheran2 melihat sikap Dion seperti itu..
melati dan Bu Dina segera menghampiri Ali,
"kamu ga kenapa2 kan ali?" tanya Bu Dina
"aku baik2 aja bu!"jawab Ali
"mari duduk dulu,Oya melati tolong ambilkan air dan kue ya buat ali!"
"baik bu!"jawab melati
melati pun pergi kedapur untuk membuatkan minuman buat Ali sementara melati di dapur Ali pun menceritakan maksud kedatangan nya kesini mau menyatakan nya pada melati,betapa kaget nya Bu Dina mendengar pernyataan Ali,dia ga menyangka kalau Ali juga menaruh hati sama melati padahal Bu Dina mau menjodohkan melati dengan melati..Bu Dina jadi ga tega kalau begini karena dia juga meanggap Ali sudah seperti anaknya,Bu Dina sekarang berada dalam posisi yang serba salah dia harus memilih antara Dion atau Ali yang harus dia nikahkan dengan melati,tapi apkah melati juga mempunyai perasaan juga sama Ali,kalau benar maka kesempatan Bu Dina untuk menjodohkan nya dengan Dion gagal padahal Bu Dina sangat berharap agar melati menjadi istri f
Dion yang bis bawa perubahan dalam hidup Dion.
Ali pun menepuk pundak Bu Dina yang membuat Bu Dina menjadi kaget bukan kepalang
"astaggirullohalazim"! Bu Dina kaget
"maaf Bu bukan saya mau mengagetkan ibu habis ibu dari tadi tak ada respon sama2 sekali dengan ucapan saya"!kata Ali
"maaf Ali,ibu ga nyangka aja kalau kamu bisa menyatakan perasaan kamu seperti ini,.ya lebih baik kamu bicarakan langsung saja dengan melati jadi kamu tau gimana nanti nya perasaan melati ke kamu.!"ucap Bu Dina
melati tiba2 datang dan menyuguhkan makanan dan juga minuman buat Ali,
"ini mas diminum,silahkan!"
"ya terimakasih melati"
"melati,Ali ada yang mau dia bicarakan sama kamu,ibu tinggal ya kalian,silahkan mengobrol."ucap Bu Dina
Ali pun memegang tangan melati dan dia langsung mengutarakan isi hatinya.
"melati aku mau menyatakan isi hati ku sama kamu,kalau aku sudah lama suka sama aku dan aku mau menjadikan kami sebagai calon pendamping hidup ku dunia dan akhirat,.apa kamu mau?"tanya ali
Ali pun lalu mengiyakan,,
dia pun lalu pamitan untuk pulang,karena dia ada urusan mendadak diluar..
sedangkan melati sendiri dia hanya diam mematung mendengar perkataan Ali tadi,dia bingung harus gimana padahal melati dulu memang sempat ada perasaan Sama Ali,tapi semenjak melihat perubahan sikap Dion diwaktu menolong dia melati menjadi simpati sama Dion,melati jadi bingung dia harus bagaimana.
dia ga bisa memilih antara Ali atau Dion,sekarang.
dia berada dalam situasi yang berat sekarang,
Bu Dina menghampiri melati yang sedang duduk melamun,
"ada apa melati,kok kamu jadi melamun sendiri"?tanya Bu Dina
"gini Bu,tadi Ali menyatakan perasaannya sama aku,tapi bingung mau jawab apa Bu,!" ucap melati
"kenapa kamu bisa bingung begitu, Melati?"tanya Bu Dina
"jujur memang aku dulu pernah suka sama mas Ali Bu,,karena aku lihat dia laki2 yang baik yang bisa menjadi imam buat ku,tapi semenjak Dion menolong ku,waktu aku digangguin preman aku jadi bersimpati sama Dion Bu,aku bimbang harus memilih Ali atau Dion Bu,
kalau aku memilih Dion nanti mas Ali akan sakit hati dan kecewa mas Ali kan orangnya baik banget Bu,tapi sekarang hati ku bersimpati Sama Dion Bu sekarang,!"ucap melati
"melati,rasa sayang,cinta,dan simpati itu beda nak,kamu harus bisa menempatkan nya,antara perasaan sama Dion dan Ali.
siapa diantara mereka berdua yang kamu sayang dan cinta.
kamu ga boleh salah memilih karena ini adlah demi masa depan kamu nantinya siapa pun yang kamu pilih semoga dia lah nanti yang akan menjadi imam kamu dunia dan akhirat,cuman itu yang bisa ibu doakan buat kebahagian kamu
!:"ucap Bu Dina
melati pun pamit pergi ke kamar nya,dia ingin menenangkan dirinya agar dia bisa mengambil keputusan dengan adil agar dia tak salah milih imam dalam pernikahannya nanti,,
Bu Dina sangat tau kalau melati orangnya ga tega an apalagi dalam hal perasaan dia sangat peka sekali,bu Dina takutnya melati meemilih Ali daripada Dion,tapi dia juga ga boleh egois hanya memikirkan kebahagian Dion saja tanpa memkirkan perassan Ali.
ya kita serahkan semuanya sama Allah siapa nantinya yang akan dipilihkan oleh allah jodoh buat melati.
sementara Dion,sedang sibuk dengan urusan nya mencari keberadAAN pa Akbar,ternyata Stella membuntutinya,Dion sangat kaget dengan kehadiran Stella juga,
bisa gagal acara pencarian pa Akbar kalau ada Stella disini bisa panjang lembar jadinya kalau dia ikut campur dalam masalah ini,
Dion terpaksa mengalihkan pembicaraan nya kepada temannya dan membahas masalah pekerjaan,tapi teman nya pun kaget melihat tingkah Dion,Dion pun memberi isyarat agar dia mengikuti perintah nya teman nya mengerti.
tiba2 saja Stella yang berdiri disamping Dion langsung mendaratkan ciuman dipipi Dion yang membuat Dion dan temannya menjadi kaget,
"apa2 an kamu Stella,kok begini ga sopan dilihat orang banyak,"bentak Dion
"kamu kok gitu sayang,niat aku kan baik aku kesini mengikuti kamu karena mau kasih kamu surprise kalau seminggu lagi kita akan menikah semua persiapannya sudah di atur Sama papah ku sayang,!"ucap Stella
dia berharap agar Dion terkejut mendengar nya,dan menjadi kejutan buat Dion tapi nyata sikap Dion biasa saja tak ada ekspresi bahagia sedikit pun,apa sebenarnya yang terjadi dengan Dion Stella menjadi bingung sendiri.