
ting tong Ting tong
bel berbunyi pertanda kalau ada tamu yang datang,bi Inah segera membuka kan pintu ternyata yang datang adalah Rika.
ya memang aku dan Rika sudah janjian mau ngebahas tentang Dion kami memutuskan untuk pergi keluar..
aku segera keluar,dan melihat siapa yang datang nah betulkan itu Rika,,"ucap melati
"tunggu sebentar ya aku mau ambil tas dulu ke kamar,"pinta melati
"sip"Rika mengacungkan jempolnya".
mereka pun segera berangkat,
tapi sebelum nya,melati sudah menitipkan pesan kepada bi onah kalau Bu Dina mencari bilang kalau dia mau kepasar buat membelikan keperluan sekolah,dia terpaksa berbohong demi kebaikan semua..
ya ga PP lah boong dikit boong demi kebaikan itu ga dosa juga Lo,
asal jangan banyak..nanti ketagihan Lo,,"pikir melati dalam hati"
"kita berangkat sekarang,"ajak rika"
"ayo,berangkat""jawab melati"
pilihan mereka tertuju ketempat toko oleh2 nya Bu Dina selain suasana nya yang nyaman juga adem membuat kita rileks dibuatnya,selain itu Bu Dina selalu memutar lagu sholawat yang bikin hati ini tentram dan damai.
mendengarnya makanya toko Bu Dina selalu ramai didatangi pengunjung warga lokal maupun non lokal yang ingin membawa pulang oleh2 untuk keluarga mereka,atau hanya sekedar ingin nyemil bareng keluarga dirumah ,kue nya enak2 semua dan harganya pun terjangkau pas dikantong.
kami memilih meja nomor 10..aku memesan es jeruk dan Rika memesan es kelapa..
ya ditempat Bu Dina juga menyediakan minuman yang dingin,hangat,juga sampai yang panas..
apa saja yang kita cari insyaallah ada.
selain itu cake basah yang super lembut juga tersedia disini.
aku pilih cake rasa 🍓 ya rasa kesukaan ku,dan Rika pun memilih cake rasa coklat..
2 menit kemudian pelayan datang membawakan pesanan kami,
kami pun mulai memakan nya,
sambil makan kami menuyusun rencana untuk merubah perilaku Dion,.
rik apa ide kamu,sekarang.aku jadi penasaran nih,,"ucap melati"
"gimana kalau kita minta Bu Dina pura2 sakit,,tapi awalnya harus ada insiden sedikit agar Dion marah,mendengar Dion marah Bu Dina berpura2 pingsan dan sakit pasti hati Dion jadi iba walUpun tak banyak iba nya tapi kan dia ada menunjukan rasa pedulinya juga.."gimana pendapatmu"tanya rika"
"boleh kita uji coba dulu,semoga berhasil."harap melati"
"ya semoga berhasil kalau tak berhasil kita coba lagi cara yang lain sampai berhasil,"benar ga katanya melati lagi"
sebenarnya Rika terpesona melihat wajah Dion yang begitu tampan melebihi ketampanannya Dani,
Rika pernah melihat Dion sedang duduk di mesjid karena waktu itu Rika sholat disana Dion tak tahu kalau Rika dari kejauhan sedang memperhatikannya,
Rika pikir Dion mau sholat ternyata dia cuman duduk Doong sambil memainkan hp..
walaupun orang2 sibuk sholat dia tetap duduk sambil memainkan ponselnya.
Rika ingin Dion juga berubah karena dia merasa Dion butuh seseorang yang bisa selalu ada buat dia,makanya berusaha memikirkan ide agar Dion dapat berubah,,memang tak semudah membalik kan telapak tangan untuk merubah perilaku seseorang butuh proses yang panjang,,sepanjang sungai Nil.
"kalau dilihat2 Dion itu cakep juga ya melati,"ucap rika"
hah mata melati melotot mendengar ucapan Rika hampir saja dia mau memecahkan gelas yang ada ditangannya dia ga menyangka Rika bisa berkata seperti itu.."Rika rika"ucap melati"
"eh mba sadar donk cakep dari mana dari teropong iya kale...orang dia arogan gitu orangnya siapa saja yang ngeliat bukan nya bilang dia cakep malah sebaliknya,mba..
sadar donk Rika kamu kena pelet ya nichh"ejeknya melati"
"iya,pelet kelelep gitu""timpal rika"
"ahhh...apa pelet,kamu ngomongin pelet apa an tadi."ucap melati lagi"
rupanya Rika ga mendengar kalau melati berbicara dia sedang asik sendiri menghayalkan Dion,
"kamu itu Lo tiba2 aja bilang Dion cakep ya cakep dari mana kamu lucu"jawab melati"
tadi"jawab rika"
"kita lanjutkan saja makan2 nya kan sebentar lagi kita mau bekerja mengajar kesekolah.sebelum ini kita kewarung Bu Darmi ketupat soto nya enak biar aku yang traktir"kata rika"
iya selesai makan soto mereka langsung kesekolah ga mampir lagi kerumah Bu Dina ternyata Ali sudah lebih dulu sampai disana..
anak2 masih belum semua datang jadi pelajaran masih belum dimulai melati pun duduk santai dengan Ali sementara Rika membersihka ruang mengajarnya.
Ali pun memecah kesunyian
"kemana aja kalian tadi jalan2 ke mall ya kok ga ajak2 sih,curang,,"ledeknya ali"
"iya nyari angin aja Rika ajakin aku biar ga suntuk dirumah,,"balasnya melati"
"nyari angin apa nyari cowok"ledeknya lagi"
dua2 nya boleh kok mas,,,kalau di ijinkan"ucapnya.ali lagi"
melati pergi meninggalkan Ali yang kagum mendengar ucapannya.
bodi amatlah mas Ali mau marah,kek dengar "
ucapan ku tadi ga tau apa kalau aku lagi suntuk di bilangnya nyari cowok emang aku cewek apa 2an,,
tante2 girang yang haus akan belaian brondong..
idih,,ngeri deh mikirin nya"ucap melati dalam hati"
melati masuk keruangan kelasnya karena anak2 sudah berkumpul semua begitu juga dengan Ali mereka pun mengajar...
sesampainya dirumah melati pun menceritakan idenya kepada Bu Dina,,
bu Dina setuju Besok mereka akan menjalankan rencananya,tak lupa juga bi Inah dan mang Ujang dia beritahu biar nanti ya mereka ga kaget.
kalau Bu Dina berakting sakit..
keesokan harinya,melati sengaja shubuh2 menggedor2 pintu kamar Dion untuk menyuruhx sholat shubuh,melati hapal betul kalau Dion diganggu dia bakalan marah besar bahkan bisa mengundang kerusuhan sekampu Ng,,hohohoho
"Dion teriak melati dari luar,bangun ayio sholat shbuh yang lain sudah nungguin kamu sholat berjamaah..
Dion tak menggubris omongan melati,
dia tak peduli sama seakli dan melanjutkan tidurnya lagi.
melati terus2an menggangu Dion agar Dion marah,,
Dion benar2 sangat kesal,dia bangun dan membuka pintu Lalu membantingnya..
membuat semua orang kaget termasuk melati yang berada pas didepan pintu.
Dion masih diam tak berkata2..
"dasar cowok psikopat orang di ajak sholat marah tebuat dari apa sih hati anda itu,"sindir melati"
mendengar sindiran nya itu membuat hati Dion semakin marah,dia buka pintu dan ingin memarahi melati,seperti srigala yang ingin memakan memangsa nya.
melati sudah siap kalau Dion mau macem2 dia menyuruh bi Inah untuk merekam kalau saja Dion akan berbuat kasar itu bisa dijadikan alat untuk bernegosiasi dengannya nanti.
"eh lu tuh ya udah idiot suka bikin orang kesal juga ya hobby Lo,,
emangnya ga ada kerjaan lain apa Lo selain gangguin gue,
dengar ya mau gue sholat atau ga itu urusan gue dosa tanggung masin"g2 kali.."ucap dion"
Dion kembali menutup pintu,
"dengar ya buat kalian semua jangan pernah ada yang gangguin waktu tidur gue awas"ancamnya dion"
semua yang ada disana bingung melihat Dion yang hanya seperti itu tak ada acara memecahkan barang2 seperti kemaren ada dengan Dion,apa dia memang berkpriBdian Ganda..
mungkinlah,,siapa yang tau
adegan Bu Dina yang tadi nya bakalan sakit karena melihat Dion marah besar gagal,,
semua nya hanya diam membisu sementara Dion dengan enaknya melanjutkan tidurnya merajut mimpi dengan Stella.