
hangat nya mentari bagi tak dapat mengalahkan hangat nya secangkir teh buatan bi Inah,ditambah dengan cake nya yang lembut berbadu dengan glases yang menggugah selera..
perut ku terasa sangat lapar dikala ku mencium bau cake buatan bi Inah..
tumben bibi bikin kue sepagi ini pikir ku,,memangnya ada acara ya kok ibu tak kasih tau pada ku..
ya benar saja ternyata ibu mau ngadain acara 7 harian ayah nya Dion,aku pun dipinta ibu tuk tak pergi mengajar kesekolah rupanya ibu sudah memberi tahu mas Ali akan ada acara dirumah sehingga dia disuruh untuk meliburkan anak2..
aku segera ke pergi kedapur untuk membantu bi Inah setelah sempat mengobral sebentar dengan Bu Dina karena ibu mau kerumah pa RT buat minta bantuan pa RT mengundang warga sekitar untuk datang ke acara 7 harian adiknya itu,,agar juga ikut turut mendoakan adiknya disana.
bi gimana rencana kita kemaren tentang membuat Dion berubah apa bibi sudah ada ide,,?"tanyanya"
belom non,bibi belum sempat mikir non habis sibuk didapur ibu tak memberi tau kalau mau mengadakan acara dadakan non ibu bilangnya,"ucapa bi inah'
sama aku juga belum ada ide mumet lagi Bi pikiran ku,,"ucap Dina"
ya sudah non nanti sajalah kita bahasanya lebih baik kita masak karena acara selepas bagda ashar dilaksanakan kalau ngomongin dia terus ga akan selesai2 non kerjaan,kata bi Inah lagi"
memang ada benarnya kata bi Inah belum waktunya sekarang membicarakan masalah yang itu biarlah nanti aku tanya sama mas Ali aja nanti deh.
Rika dan mas Ali juga datang beserta Dani mang Ujang yang jemput mereka,syukurlah keadaan Dani sekarang sudah membaik dan bisa berjalan kembali seperti sedia kala.
mereka pun masuk beramai2,Dion masih tak mau keluar kamar sepertinya dia betah 24 jam diam dalam kamar tanpa sepatah kata pun terucap dari bibir nya.
*selamat siang melati,"Ali menyapa
"siang juga mas Ali,Rika,dan melati pun berhenti karena dia tak tau siapa nama teman yang diajak Ali kesini"
"oh kenalkan dia Dani sahabat baik ku waktu kami kuliah dulu."ucap ali"
Dani pun memperkenalkan dirin
ya"kenal kan saya Dani,"
"saya melati".
silahkan duduk dulu mas,Rika ibu sedang pergi keluar sebentar..tunggu ya aku akan buatkan kalian minum dulu,"kata melati".
melati membawakan minuman dan juga kue untuk mereka nikmati,,
kalian lanjutkan makannya ya aku mau bantuin bibi di dapur dulu,"katanya"
aku ikut ya melati aku juga mau bantuin"pinta rika"
tiba2 saja Dion nongol dengan wajahnya yang beringas menandakan dia tak bisa bersahabat dengan orang..
Ali dan Dani yang melihat pun tak menegurnya dan membiarkan nya lewat begitu saja,Ali sudah tau kejadian yang di alami melati pertengkaran hebat ya dengan Dion yang membuat semua pot bunga Bu Dina hancur.
Ali sudah memberi tahu terlebih dahulu kepada Dani bagaimana perangai Ali,itu makanya Dani pun juga bersikap acuh tak acuh.
rupanya Dion pergi kedapur untuk mengambil air minum karena merasa udara hari ini terasa sangat panas,,
bluk...
terdengar bunyi ada yang pecah suara itu berasal dari dapur,ternyata piring ditangan melati terlepas jatuh dari tangannya karena Dion dengan sengaja menabrknya,,
"ini baru permulaan gadis idiot akan ad
Ali dan Dani yang mendengar suara benda yang pecah itu langsung pergi kedapur.
"ada apa Rika "Dani bertanya"
cu-man piring yang pecah mas,"jawab ya gugup"
oh begitu,ya"kata Dani"
mas segera keluar aja biar aku yang bersihkan,,"pinta rika"
mereka kembali keluar sambil menunggu Bu din datang.
Rika meminta kepada bi Inah untuk mengambilkan kresek untuk dia memungut beling2 bekas piring tadi..
takutnya kalau ada yang terluka kakinya kalau ke injak kalau tak cepat dibersihkan.
Rika yang melihat melati begitu termangu setelah mendengar ucapan Dion tadi Lalau menghampirinya..
Rika bertanya,
siapa dia tadi melati kok orangnya arogan gitu sama wanita",tanyanya"
wajarlah Rika tak tau karena Ali belum sempat bercerita kepadanya.
"ya dia itu keponakannya Bu Dina yang ayahnya baru meninggal itu,memang dia orangnya seperti itu dengan Bu Dina,bi Inah dan juga mang Ujang dia berlagak seperti penguasa dirumah ini dia semaunya sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain seperti Bu Dina yang sangat tulus menyayangi nya seperti anak kandungnya sendiri,sebenarnya aku sudah bosan dan muak melihat tingkahnya rasa nya aku ingin pergi dari rumah ini tapi tak tega melihat ibu harus menghadapi manusia planet alien seperti dia karena ibu sudah sangat baik pada aku Rika,,
aku ingin sekali bantu ibu untuk merubah tingkah laku Dion tapi kami semua "SeLALU GAGAL DAN GAGAL LAGI"
aku tak dapat berharap banyak rik,semoga saja dia diberikan oleh aLLah Rahmat sehingga pintu hati dan batinnya kebuka untuk melihat alam sebelah,,,hehehe
(becanda)"
maksudnya yang benar itu kebuka untuk melihat cinta yang tulus dari Bu Dina,"kata melati"
ya semoga saja,dia cepat sadar nya sebelu Allah mengambil nyawa nya dia sudah bisa beubah menjadi anak baik.."balas rika juga,"
nanti ku coba deh nayri ide gimana bisa buat dia tobat kalau dah ketemu akan aku kasih atu kamu melati,"kata Rika lagi"
bu dina pun sudah kembali mereka menyuruh mereka semua untuk bersiap karena sebentar lagi acara akan dimulai dan tamu undangan akan datang,Bu Dina pun meminta Ali untuk menjaga tamu didepan.
Bu Dina pergi ke kamar Dion untuk menyuruhnya bersiap juga,tapi tak ada sedikit pun jawaban dari Dion,yang ada hanya kebisuan yang memecahkan suasana.
acara sudah hampir dimulai tapi Dion tak kunjung keluar dari kamarnya,
Bu Dina pun memutuskan untuk segera kembali menemui Dion dan mengajak lagi,Dion tetap tak memberikan jawaban apa2 seperti tadi,hanya diam seribu bahasa..
melati yang sedari tadi mengikuti Bu Dina,lalu memeluknya..
"sudahlah Bu,biarkan saja dia disana mungkin dia butuh waktu dulu Bu..
ayo kita turun acara sudah mau dimulai Bu,,nanti para tamu nyariin ibu."pinta melati"
Bu Dina pun menurut saja kata2 melati,dia tak mau ribut dengan Dion ,dia takutnya nanti tamu2 mendengar dan tahu bagaimana tingkah laku Dion.
acara pun dimulai lantunan ayat2 suci Al Qur'an yang menyejukkan kalbu membuat hati Dion sedikit tergerak akan kah Dion akan mengakhiri semua ini,hanya Dion lah yang mampu menjawabnya.