CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N

CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N
episode 12.narsis



pagi pagi sekali Ali pun bangun,selesai sholat shubuh dia membangunkan Rika,untuk segera memasak karena Ali mau membawa Dani pergi kerumah sakit untuk check up,keadaannya.


"rik,cepat bangun ayo masak Abang mau pergi kerumah sakit,,".ucap ali"


sepagi inikah Abang nya pergi kerumah sakit,memangnya rumah sakit sudah buka ap,pikir rika"


Rika pun beranjak bangun,


dia pun segera mandi.


selesai mandi dia pun memasak,


untuk abangnya dan Dani.


"bang,mas ayo segera sarapan nanti keburu dingin,makanannya ,"ucap rika"


mereka pun makan bersama.


Ali pun mengajak Dani segera berangkat kerumah sakit,mumpung pagi biar ga banyak antrian dan bisa cepat pulangnya,


"ayo,dan nanti macet kita dijalan kalau lama2 belum berangkat,"ucap ali"


Dani pun menggangguk dan mengambil tongkat nya untuk membantunya berjalan.


sesampainya dirumah sakit Ali pun masuk dan mengambil nomor antrian,dia pun meminta Dani untuk menunggu nya sebentar karena dia mau membeli air mineral,


Ali pun pergi meninggalkan Dani,dia berjalan melewati parkiran mobil dia seperti melihat sebuah mobil yang hampir mirip dengan mobil yang menabraknya,"mobil ini seperti mobil yang menabrak aku dengan Dani,sama persis sekali"gumam ali"


dia pun lalu mencatat plat mobi tersebut,,


Ali sangat yakin mobil inilah yang sudah menabrak mereka.


Ali pun kembali dengan membawa air mineral dia kasihkan satu untuk Dani,,sambil menunggu gilirannya ternyata Bu Dina juga sedang ada disana,cuman bukan dengan melati tapi dengan laki2 muda yang tampaknya agak sinis sekali.


Ali pun lalu menyapa Bu Dina.


"halo Bu,apa kabar,?tanya ali"


"baik Li,!"jawab Bu dina"


"ibu sakit ya,kok ada disini,?tanya Ali lagi"


"ga,Li ibu cuman nemenin keponakan ibu ngurus surat2 kematian orangtuanya kemarin saudara ibu baru meninggal,


kamu sendriri ngapain disini,"tanya Bu Dina balik"


"saya nganterin teman Bu,buat check up karena kemaren kami jadi korban tabrak lari,orang yang menabrak kami pun kabur,entah


kemana tak ada pertanggung jawabannya sama sekali,"Ali pun panjang lebar bercerita"


dup black dor,dada Dion seakan ada peluru yang menghunus dada nya,mendengar perkataan Ali tadi.


ya bagaimana tidak orang yang sudah menabrak Ali itu adalah dia.


memang dia salah dia tak bertanggung jawab pada keadaan Ali dan Dani dikarenakan dia mau cepat2 pergi kerumah orang tua mendengar orang tuanya meninggal dia pun langsung segera menuju rumah duka,memang selama ini dia tak tinggal bersama orangtunya dia tinggal dluar negeri karena melanjutkan sarjana,orangtuanya meninggal dikarenakan serangan jantung perusahaan ayahnya bangkrut karena ditipu oleh teman ayahnya sendiri,ibu Dion pun sebenarnya baru saja meninggal karena mengalami gagal ginjal.


betapa terpukulnya hati Dion ditinggal orangtuanya pergi,itulah yang membuatnya sampai tak bisa konsentrasi mengemudi hingga menabrak Ali dan Dani.


"nomor 10 silahkan memasuki ruanagqn,dokter sudah menunggu,terdengar suara teriakan dari receptionis"


"itu nomor kita dan,"kata ali"


"ayo Li kita masuk,"ucap dani"


Ali pun berpamitan kepada Bu Dina.


mereka pun langsung masuk keruangan dokter,


"silahkan duduk,siapa yang mau berobat"tanya dokter"


"ini teman saya dia mau kontrol kakinya kemaren habis tabrakan"kata Ali lagi"


"kalau begitu anda tunggu diluar biar teman anda saya periksa dulu"kata dokter lagi"


Ali pun keluar dan menutup pintu,dokter pun lalu mulai memeriksa keadaan Dani.


sambil menunggu Dani,Ali pun bermain game online agar tak suntuk matanya karena mengantuk.


Dani pun keluar,dia sudah selesai diperiksa sama dokter,


"Li kita pulang yuk,"ucap dani"


Ali pun langsung mengikuti Dani,mereka pun langsung pulang menuju rumah.


diperjalanan Ali menceritakan kepada Dani kalau dia melihat mobil yang dia tabrak terpakir d rumah sakit ini juga,Dani pun tak percaya."


"mungkin kamu cuman salah lihat saja kali Li,"jawab dani"


"beneran dan,aku yakin itu mobilnya,,aku sudah catet nomor plat mobilnya.!"tukas ali"


"semoga aja itu bener jadi dia bisa kita mintai pertanggung jawabannya nanti".ucap dani lagi"


dilain tempat Bu Dina sudah selesai menemani Dion mengurus surat kematian ayahnya itu lakukan karena harus melengkapi berkas2 dibank yang ayahnya punya hutang yang masih belum lunas.


karena ayah Doni adalah adik dari Bu Dina,sudah kewajibannya Bu Dina untuk membantu Dion karena Dion sudah tak punya siapa2 lagi di dunia ini selain dia tantenya.


di perjalanan Bu Dina menawarkan agar Dion mau tinggal dirumahnya karena rumah yang ditempati Dion dan orangtua nya sudah di ambil bank dan Dion sekarang tak punya tempat tinggal lagi..


Dion pun diam sejenak,memang Dion terkenal anak yang manja,jaim dan juga narsis Sama orang.


sangat sulit meyakinkan Dion untuk tinggal bersamanya,tapi semua terserah Dion yang terpenting dia sudah menunjukan rasa simpati kepadanya,selebihnya tinggal Dion saja lagi yang memutuskan.


"Tante mau aku anter kemana,?"tanya dion"


dia pun mulai membuka pembicaraan selama ini Bu Dina memang jarang bertemu apalagi mengobrol secara langsung dengan Dion,jadi terkesan nya Dion orangnya narsis.


"anterin bibi kerumah aja ya,?"jawab Bu dina"


Dion pun memutar kemudinya berbalik arah Dion pikir tantenya mau ikut kerumah untuk menemaninya beberapa saat tapi Dion malu mengungkapkannya.!


"besok kalau kamu ga sibuk jemput Tante ya,kita nyekar kemakam ayah mu sekalian Tante mau bantu kamu beres2"ucap Bu Dina lagi,"


Dion pun hanya diam saja,dia tak menyangka semua nya akan berakhir seperti ini..


dia pun terpaksa berhenti kuliah dluar negeri karena biaya nya tak memungkinkan lagi,siapa lagi yang akan membiayai kuliah ku kalau aku tetep kuliah sambil bekerja pun aku tak sanggup pikir Dion.


Dion benar2 frustasi sekali,dia ingin sekali membalaskan dendam kepada teman ayahnya yang sudah membuat ayahnya meninggal.


suatu saat akan aku balas kan dendam ayah aku janji ayah"ucap Dion dalam hati"


"stop,stop,stop,Dion kita sudah sampai,Tante turun disini saja..


kamu mampir bareng sebentar,"tanya Bu dina"


Dion hanya menggelengkan kepala isyarat dia tak mau,Bu Dina pun tak banyak bicara segera pergi berlalu.


Dion pun langsung tancap gas.


ada rasa kecewa dihati bu Dina melihat perilaku Dion seperti itu susah sekali merubah wataknya yang keras kepala,yang tak bisa memahami perasaan orang lain.


selalu saja membuat hati orang lain merasa sakit dan terluka,,dia sangat menyesali kenapa adik nya dulu bisa mendidik Dion seperti ini,!