CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N

CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N
sedikit tanda tanya



Dion merasa sangat kesal dengan kedatangan Stella karena sudah mengacaukan acaranya,,


Dion pun meminta kepada teman nya untuk segera pergi dan meninggalkan dia dengan Stella,,


temannya pun segera pergi.


Dion langsung menarik tangan Stella dan menyuruh nya untuk duduk,,


Stella ga menyangka Dion bisa sekasar itu pada dirinya,padahal maksud nya baik untuk membicarakan masalah pernikahan mereka tapi Stella berada di waktu yang salah di saat Dion belum lagi ada mood untuk membahas masalah itu semua.


Stella terlihat sangat kecewa sekali melihat sikap Dion,melihat Stella berubah ekspresi wajah nya membuat Dion menyadari akn sikapnya yang salah..


Dion pun meminta maaf kepada Stella akan sikap nya tadi.


"maafkan aku ya sayang,aku ga bermaksud begitu,aku cuman sedikit agak kesal aja hari ini karena urusan ku ga beres."ucap Dion


"ya ga PP.sayang aku bisa memakluminya kok,"ucap Stella masih dalam.keadaan cemberut


"oh ya kamu kesini mau apa,,"tanya Dion


"aku mau menyampaikan kabar gembira kalau sebenarnya papah mau kita secepatnya menikah,dan pernikahan kita biar semua papah yang tanggung masalah biayanya,apa kamu setuju."tanya Stella lagi


Dion hanya diam tak menjawab,dia bingung harus bagaimana sekarang.


"kok kamu diam sayang,apa kamu ga mau kita menikah,cepat"tanya Stella lagi"


"bukannya begitu aku harus bilang apa sama Tante ku,kamu kan tau tanteku masih ga suka dengan kamu,dan kamu tau sendiri kan aku sekarang cuman punya Tante di dunia ini orangtua ku sudah ga ada..aku butuh waktu untuk meyakinkan Tante ku, agar bisa menerima kamu dan mberikan restunya untuk kita,"ucap Dion


ya Dion terpaksa berbohong agar dia bisa menyelesaikan misinya dulu baru memikirkan menikah dengan Stella.


sekarang Stella yang balik terdiam tak berkata2,ucapan Dion memeng ada benarnya,tapi sampai kapan Dion memerlukan waktu itu padahal Stella sudah sangat ingin menikah dengan Dion.


"kalau memang itu mau kamu aku turutin,kita undur sampai 1 bulan pernikahan kita,gimana"?tanya Stella


"ya,baik lah"jawab Dion


Stella kembali ceria lagi melihat jawaban dari Dion,,dan dia pun mengajak Dion untuk lunch,,


"sayang kita makan dulu yuk,aku sudah lapee banget nih,"ajak Stella


"oke,"jawab Dion


"kamu mau pesan apa,"tanya nya lagi


"aku pesan nasi goreng ikan bakar,Sama minuman nya teh manis"ucap Dion


"kalau aku mau pesan nasi doreng ayam geprek aja deh sama jus lemon,,biar seger"ucap Stella


Dion pun memanggil pelayan dan menyerahkan menu makanan yang mereka pesan..


"mba ini pesanan kami."ucap dion


"baik pa,ditunggu ya"ucap pelayan itu.


pelayan itu pun pergi mengambilkan pesan Stella dan Dion,


sementara menunggu pesannya datang Stella pamit ke WC karena sudah ga tahan kebelet pipis,,


Dion pun mengirim pesan kepada temannya tadi untuk tetap terus menyelidi kasus papah nya walaupun tanpa Dion menemani,,


tak berapa lama pesanan mereka sudah tiba,,dan Stella pun juga sudah kembali dari toilet.


dia kembali duduk,dan segera mengajak Dion makan,mereka pun makan bersama.


mereka begitu menikmati hidangan yang mereka makan.


dan akhirnya mereka pun selesai makan,,


selesai makan mereka pun segera pulang,Dion menuju mobilnya sementara Stella menuju mobilnya sendiri.


diparkiran mereka berpisah dan pulang menuju rumah mereka masing2.


diperjalanan Dion membayangkan kalau dia menikah dengan Stella dalam keadaan dia yang sekarang yang hanya menumpang dirumah tantenya sedangkan Stella dia anak orang yang kaya. raya banget apakah pantas mereka berdua bersanding di pelaminan,Dion merasa aneh saja papah nya Stella langsung menyetujui pernikahan mereka begitu saja,padahal papahnya tau Dion sekarang ga punya apa2 lagi.


tapi Dion berusaha menepis semua kecurigaan hati nya dan meaggap itu semua hanya sekedar hayalannya saja.


Dion langsung menangkap tubuh wanita itu,dan tak disangka ternyata wanita itu adalah melati,yang pingsan di pangkuannya.dion pun segera mbawa nya masuk kedalam mobil untuk membawa nya pulank kerumah,


Dion segera menghidupkan mesin mobil nya langsung tancap gas.


Dion langsung memasuki pekarangan rumah tantenya dan memarkirkan mobilnya digarasi.


Dion langsung menggendong melati dan membawanya ke kamarnya.


Bu Dina kaget melihat Dion menggendong melati,


"ada apa dengan melati Dion,kok dia bisa Pingsan begini"tanyanya


"aku juga ga tau Tante tadi ketemu di di jalan sudah dalam keadaan pingsan begini."jawab Dion


"kita panggil kan dokter aja bi,biar bisa tau ada dengan dia"ucap nya lagi


"iya benar,bibi coba telpon dokter Indra dulu dia dokter keluarga Tante."ucap Bu Dina


Bu Dina segera mengambil ponselnya dan menelpon dokter Indra..


nada Tut Tut Tut Tut Tut Tut masih terdengar,dan tak lama kemudian telepon pun di angakat..


"halo,,ada apa Bu Dina."tanya dokter Indra


"dokter indra bisa kerumah saya ga untuk memeriksakan anak angkat saya yang sedang sakit,kalau bisa sekarang ya dokter "pinta Bu dina*


"baik Bu bisa,saya segera menuju ru*mahny Bu Dina "jawab dokter Indra


tiba2 saja melati sudah sadar dan siuman,,


ada.dimana ya aku "tanya melati


Dion dan Bu Dina pun kaget melihat melati sudah siuman.


"melati kami ga PP nak,"tanya Bu Dina


"memangnya aku kenapa Bu,bukannya aku tadi mau pergi mengajar Bu kenapa aku jadi ada dirumah."melati balik bertanya


"Dion tadi menemukan kami dijalan dalam keadaan sedang pingsan.


dan dia membawa kamu pulang kerumah,sebentar lagi dokter Indra datang dan akan memeriksa keaadan kamu.


"ucap Bu Dina


terdengar suara ketukan pintu dari luar ternyata dokter indra yang datang..


"silahkan masuk dokter,"ucap Bu Dina


"baik Bu,"ucap dokter Indra.


dokter Indra pun segera memeriksa melati,,dengan teleti setelah.merasa cukup dokter Indra pun menyimpulkan apa yang terjadi dengan melati.


"melati dia tak kenapa2 Bu dia hanya kecapean saja dan kurang tidur itu yang menyebabkan tekanan darahnya menurun sehingga dia menjadi pusing dan pingsan.


sekarang saya kasih resep obat ya buat nanti ditebus di apotik,


melati saya suntik dulu ya untuk memulihkan kondisinya agar normal kembali.


"ucap dokter indra"


"biar aku aja Tante yang Nebus obat nya,Tante disini saja jagain melati nya nanti kalau dia butuh apa2."ucap Dion


selesai dengan tugasnya dokter Dion pun juga permisi untuk pulang.


"saya permisi Bu Dina,tugas saya sudah selesai sekarang"ucap dolker Indra


"iya dokter terima kasih banyak buat bantuaanya ya,"ucap Bu Dina


"mari saya antar kedepan"ucap nya lagi


Bu Dina dan dokter Indra pergi meninggalkan melati sendiri.


melati sangat merasa tak enak karena Dion lagi yang menolongnya,apakah ini pertanda dari Allah kalau Dion lah sekarang jodohnya dan bukan Ali,setiap ada kesulitan Dion lah yang selalu hadir membantunya,melati pun tak dapat mendorong ganya.