
t3dengar suara deguman Musik DJ yang begitu keras membuat para sekeliling nya yang tinggal menjadi risih,
shubuh2 bukannya ayat Al Qur'an yang diputer Lagu sholLawat gitu,kan adem juga kalau di dengar menyentuh kalbu gitu,,
betul ga,,ya pastilah betul betu betul,,,,"jawab upin dan ipin"hehehee
melati perlahan membuka matanya dipasangnya telinga nya betul2 untuk mencari kearah mana suara tersebut,,
"Dion nnnnnnnnnn"teriak melati dari dalam kamarnya"
dasar cowok tengil,gila aja shubuh2 sudah bunyiin musik yang kencang ga mikir apa kalau orang ke ganggu,,
mau nyari masalah nih orang,, tunggu aja Lo,,"ucapnya"
dengan amarah yang sudah menggebu,melati sudah ga sabar mau bikin perhitungan dengan Dion,tunggu aja lor Dion kali ini gue yang bikin loe sadar dengan apa yang sudah loe
perbuat,
selesai gue mandi nanti"gumamnya"
melati segera mandi tak lupa juga selesai mandi dia melaksanakan kewajibannya sholat shubuh.
melati pun menggedor2 pintu kamar Dion tapi dion tak menggubrisnya dia asik dengan joget2 nya seakan2 dia sedang berada dalam diskotik,amarah melati pun semakin naik dia benar2 sudah ga tahan lagi dengan tingkah laku Dion,melati pun langsung mematikan aliran listrik dirumah biar Dion pikir sekarang mati lampu,
ide melati rupanya berhasil,seketika itu juga dion pun keluar kamarnya,
jalan2 ditaman belakang sambil berolahraga pagi dengan meghirup udara segar seakan2n tak terjadi apa2,
melati yang melihat Dion dari ruang tamu langsung menyusul Dion,
dia ga mau juga bicara kasar ke Dion,dia mencoba untuk bicara secara baik2.
"maaf mas,ganggu waktunya sebentar"kata melati"
Dion pun tak menghiraukan melati dia melanjutkan berolahraga nya lagi.
"heayyy mas,saya to ngomong sama anda manusia kan bukan sama patung kan,kata melati lagi."
mendengar dirinya yang disamakan dengan patung oleh melati membuat telinga 👂 Dion merah dia pun marah dan mulai berbicara kasar.
..."memangnya anda siapa jadi seenaknya nyamain saya dengan patung,dengar ya anda bukan siapa2 dirumah ini,anda cuman tamu saya adalah keponakan yang punya rumah ini memangnya anda mau mengatur hidup saya ga ada yang bisa atur2 hidup saya kecuali saya sendiri,pergi dari Sani saya ga mau lihat muka anda,cepetan sekarang pergi"bentaknya"...
tapi melati tetap kukeh mau memberitahu kalau perbuatan Dion itu salah waktunya,dan ditempat yang salah juga biar dia tak mengulanginya lag..
yah namanya juga Dion anak yang keras kepala tak mau mengalah,
"mas tolong dengerin saya sebentar tolong donk mas itu bisa bersikap lebih baik sedikit ga usah banyak ga enak Sama tetangga mas kasihan Bu Dina jadi bahan pergunjingan tetangga mas setiap hari,nanti kalau begitu Terus bu Dina bisa sakit,emang mas mau Bu Dina sakit atau sampai meninggal.."ucap nya lagi"
Dion lebih kasar lagi dari yang tadi dia banting pot bunga yang ada disana dia tendang satu persatu sampai semuanya hancur remuk lebur,,
Dion benar2 sudah kelewatan diambang batas sadarnya.
"eh Loe ye,gue kasih tau ini hidup gue,apa yang gue mau suka2 gue jangan pernah loe dan Tante gue campurin hidup gue,gue bakalan berbuat yang jauh lebih parah dari ini.
melati pun terperangah dengan ucapan Dion,dia ga menyangka Dion bisa sekejam itu jin apakah yang sudah merasuk ke tubuh pemuda itu harusnya diA dirukiah aja biar jin jahat nya hilang.
Dion pun tak memperdulikan ekspresi melati dia berjalan dengan santai nya seakan2 dia adalah malaikat 👼 tak bersayap yang tak berdosa.
melati pun segera membersihkan puing2 pot bunga yang tak jelas lagi bentuknya,
satu2 persatu dia masukan kedalam kantongan plastik,untung saja Bu Dina ikut bi Inah kepasar jadi beliau ga mengetahui kejadian ini,kalau beliau tau beliau bisa jantungan dan sakit,kasihan Bu Dina punya keponakan yang ga punya moral kasihan sekali kedua orangtuanya yang sudah melahirkan anak seperti Dion"kata melati dalam hati"
tit,tit,tit,klakson mobil mang Ujang datang mendengar itu melati segera berlari keluar untuk membukakan pintu pagar,
mobil pun masuk kedalam dan mang Ujang memarkirkan mobil kedalam garasi Bu Dina dan bi Inah pun keluar dari mobil,
melati juga ikut membantu membawa barang belanjaan kedapur,,
Bu Dina sedikit melihat ekspresi melati yang ga kayak biasanya,lalu bertanya"melati kamu baik2 saja kan nak,seperti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ibu,"Bu Dina bertanya"
"oh iya Bu,aku baik2 saja tadi cuman ada insiden sedikit,aja kok"jawab nya"
inseden apa,Dion sudah melakukan sesuatu ya sama kamu yang jahat ya,"tanyanya lagi"
Bu Dina terlihat sangat khawatir,sekali melati pun mencoba menjelaskan agar Bu Dina tenang walau dalam keadaan berbohong mel pun tak tega kalau Bu Dina tau apa yang sudah dilakukan Dion padanya,melati pun menutupi semua kesalahan Dion untuk sementara ini.
"itu Bu tadi ada ular 🐍 masuk ditaman belalkang dia meliuk2 kedalam pot bunga karena sangat takutnya aku ga sengaja mecahin semua pot bunga ibu buat ngusir ularnya Bu,aku minta maaf ya Bu aku ga sengaja merusak semuanya,"ucapa melati"
"ohhhhhh cuman itu ya ga PP lah nanti ibu bisa beli lagi kok yang baru,yang penting kamu selamat dan baik2 saja.jawabnya lagi"
bi Inah dan mang Ujang tahu kalau melati sedang berbohong ga mungkin ada ular masuk kerumah,pasti ini semua perbuatan Dion pikir mereka.
lebih baik ibu sekarang istirah aza dulu dikamar biar nanti aku bantuin bi Inah masak.
Bu Dina pun mangut2 saja.
"ayo Bi kita kedapur,kita masak,ajak melati"
di dapur mang Ujang pun bertanya pada melati
"non jawab jujur deh den Dion kan yang sudah melakukan ini,kenapa non mesti boong pada nyonya buat nutupin kejahatan nya,nanti dia makin ngelunjak non kalau dibiarkan.
"ucap mang ujang"
"aku ga mau ibu terluka mang kalau tau kasihan ibu nanti dia sakit,balas melati"
"non memang benar ibu jangan sampai sakitc dan banyak pikiran,lebih baik untuk semaentar ini kita pikirkan cara bagaimana membuat Dion jadi anak baik jangan sampai ibu mengetahui rencana kita,"kata mang ujang"
"baik,jawab melati dan bi Inah serempak."
hidup memang adalah pilihan dimana kita sendirilah yang menentukan nya kearah mama kita menuju.
kita memang tak bisa melawan garis nasib yang sudah ditentukan tapi setidaknya kita merubah nya dengan niat dan usaha.