
sepulang dari mengajar melati pun berpapasan dengan Dion ketika melati mau masuk kedalam rumah,tak sedikit pun garis senyum dimuka Dion yang ada hanya wajah yang garang seperti harimau yang sedang mencari mangsanya untuk setiap saat dia akan terkam disaat dia laapr,melati pun merasa ngeri memikirkannya.
dasar laki2 tak punya sopan santun "geram melati,"
ingin sekali ia mencakar2 muka Dion itu sampai2 tak berbentuk lagi jadi cowok sombong amet udah dikasih sama Allah cobaan bukannya tobat ini malah menjadi2,ga punya rasa apa tuh orang,kalau aja aku jadi Bu Dina aku ga akan tampung orang kayak dia aku bakalan biarin dia tidur dikolong Jembatan sampai mati kedinginan,biar tau rasa dia..
melati benar2 geram sekali,
entah mengapa dia teringat akan janjinya yang akan membantu Bu Dina merubah perilaku Dion.
melati pun tertegun dia memutar otaknya memkirkan cara yang jitu untuk merubah tingkah laku Dion,
apa aku minta bantuan sama mas Ali aja ya,mungkin dia punya ide yang cemerlang gitu,,
besok aku akan coba bicarakan dengan mas Ali semoga aja dia mau bantu aku dan Bu Dina.
bi inah mengetuk pintu,mengajak nya untuk makan malam,
"non sudah ditunggu ibu,ayo makan"ajak bi inah"
melati pun mengikuti bi Inah dan mengunci pintu,ternyata dimeja makan ad Dion juga.
disaat mang Ujang dan bi Inah mau duduk dan makan bersama Dion pun berkata,"mengapa kalian juga duduk untuk makan bersama kami,harusnya tempat kalian itu didapur bukan disini "bentaknya"
semua yang ada dimeja makan kaget semua mendengarkan ucapan Dion yang begitu kasar Bu Dina tak menyangka Dion akan berkata seperti itu.
Bu Dina tak membalas kasar perkataan Dion,dia pun meminta bi Inah dan mang Ujang untuk ke dapur,melati pun mengikuti dari belakang dia memilih untuk makan didapur bersama nlmang Ujang dan bi Inah.
Dion tak menghiraukan kepergian mereka semua dia pun melanjutkan makan nya,tapi Bu Dina jadi tak selera untuk makan,
terbuat dari apakah hati anak ini jadi sebegitu kasarnya,bagaimanakah dulu Andi dan Tiara mendidik anaknya jadi berprilaku seperti ini yang tak punya tata Krama sedikit pun terhadap orang yang lebih tua,mampukah hamba ya Allah merubah sikapnya,bantu hamba ya allah"pinta Bu Dina dalam hati"
selesai makan Dion langsung pergi kekamar tanpa berkata2 dengan muka tanpa berdosa dia tinggal kan meja makan dan pergi kekamar,dia bunyikan musik yang keras sampai orang yang ada di dalam rumah merasa bising.
Bu Dina pun tak mampu berbuat apa2 dia pun menangis melati yang niatnya mau membersihkan piring makan langsung menghampiri Bu dina,dan memeluk Bu Dina ada rasa kedamaian dalam hati Bu Dina disaat melati memeluknya,melati pun berkata"ibu yang sabar ya,orang seperti Dion tak bisa kita kasari Bu,kita harus pelan2 Dion masih sensitiv Bu,mungkin juga karena pergaulan nya diluar negeri yang mempengaruhi sikapnya seperti itu,kita kan tak tau ibu jangan menyalah diri ibu dan orang tua Dion yang salah mendidik nya tapi sebagian besar faktor lingkungan disekitar kita tinggal yang dapat membentuk kepribadian kita menjadi baik atau buruk Bu.
mendengar ucapan melati Bu Dina sedikit lega,dadanya tadi yang terasa sesak sedikit berkurang,"
Dion butuh waktu untuk meyesuiakan keadaanya yang sekarang Bu,yang terbalik habis180 derajat,beri dia waktu Bu untuk memperbaiki semuanya dengan niatnya yang tulus,sambil kita bantu dia pelan2.
Bu Dina pun mengiyakan perkataan melati,"sekarang ibu pergi istirahat ya jangan terlalu banyak mikir nanti sakit"ucap melati
Bu Dina pun kembali kekamar sementara melati membantu bi Inah membersihkan piring kotor,
didapur bi Inah pun mengomel2 sambil mencuci piring,
"sit,bi to orangnya datang yang lagi bibi omelin..
ada dibelakang,ledek melati kepada bi inah"
"beneran non,jangan becanda dia dengar ya bibi ngomel2 tadi,kayaknya dengar sih bi sedikit,,becandanya lagi"heheehe
idih non ini bagaimana sih bikin jantung 💓 bibi mau copot aja,"jawab bi inah"
ayo Bi kita selesaikan cuci piringnya,biar kita cepat istirahatnya,"kata melati"
mereka pun bekerja sama agar pekerjaan cepat selesai,,
sekArang sudah jam 10 bi,ayo bibi cepat tidur besok pagi2 bibi harus kepasar kan.
kalau bibi kurang istirahat nanti bibi juga sakit,"kata Melati"
mereka pun kembali kekamar masing2 sementara mang Ujang sudah mendengkur sebegitu jauhnya..
di dalam kamar melati mengambil ponselnya dia tak sabar menunggu besok untuk menceritakan kepada Ali apa yang sudah terjadi dirumah.
dia tekan nomor Ali,dan Ali pun langsung mengangkatnya..."asalamualai Kum melati kok malam2 nelpon kami ada masalah ya,?"tanya ali"
"masalah besar bang,besar ba.get"jawabnya"
kalau sama bumi,mana besarnya,"balas ali lagi"
ini lebih besar daripada bumi dan begitu menggemparkan jagat raya,ucap melati"
kamu ini kerjaan bacanda Mulu,kapan sih seriusnya"Ali mulai gregetan"
makanya kalau aku mau cerita itu didengerin jangan nyela aja giliran aku becandain marahkan,,"ketus melati"
iya,iya,iya,sekarang cerita ada apa jangan sampai membuat aku penasaran deh,"Ali semakin penasaran"
"melati pun menceritakan perihal kejadian dirumah yang membuat Bu Dina sangat shock berat,"
"whattts " ucap Ali pun terkejut dengan cerita melati dia tak menyangka Dion begitu tega menyakiti hati Bu Dina yang sangat sayang padanya,dia saja yang berstatus anak angkat tak tega membuat Bu Dine sedih apalagi sampai meneteskan air matanya.
sedangkan Dion keponakannya sendiri bisa berbuat Setega itu pada Bu Dina,Ali pun gueleng gueleng kepala,!
halo,halo,halo,mas Ali masih dengerin aku ngomong ga ,apa sudah ketiduran nih kok kagak ada suaranya,"ucap melati"
"iya,aku masih hidup kok masih bernapas aku cuman kaget binti terpana aja denger cerita kamu tentang sidion itu,"ucapa ali"
makanya aku nelponin mas mau shering gimana cara nya kita bantu Bu Dina buat merubah Dion,kasihan Bu Dina kalau setiap hari menanges mas,,andai aja Dion bukan keponakannya Bu Dina sudah ku bikin perkedel mas tu orang,enek aku liatnya."ucap melati"
"nanti aku pikir kan malam ini gimana caranya buat dia tobat dan insyaf,besok aku akan kasih tau kami saat kita bertemu disekolah."Ali berkata"
"aku sudahi dulu ya telponnya mas,selamat malam asalamuaikum."ucapa melati"
waalaikum salam "Ali membalas"
telpon pun berhenti dan mereka pun tidur untuk menikmati hari esok yang cerah..