CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N

CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N
episode 14 kasih sayang Tante



dalam diamnya Dion ingin sekali dia berteriak dan menumpahkan semua kekesalannya


kepada sang pencipta belum semua nya tercapai sang pencipta sudah merenggut semua apa yang dia miliki,


apa salah ku kenapa semua ini terjadi pada ku aku tak menginginkannya,


oh tuhan.."desah dion"


dalam ketidak berdayaanya,keterpurukannya akan musibah yang dia hadapi Dion semakin tersudut tanpa arah.


ada ketukan pintu dari luar yang membuyarkan lamunan nya,


"permisi,apa ada orang"tanya orang itu"


sepertinya ada orang diluar siapa ya yang sudah datang sepagi ini padahal dia merasa tak punya janji dengan siapaun.


Dion pun membuka kan pintu,


"maaf pak kami dari petugas bank,mau menyita rumah ini tolong bapa segera bersiap2 meninggalkan rumah ini,waktu bapa sudah selesai dirumah ini,"orang itu berkata dengan tegasnya."


Dion masih tak percaya dia harus meninggalkan istana kebesarannya ,rumah yang dia tempati sejak dia masih kecil,begitu banyak kenangan nya bersama ayah dan ibunya yang tak bisA dia lupakan begitu saja,secepat itukah harus dia serahkan,


Dion pun tak bisa berbuat apa2 lagi hanya bisa menerima nasib nya sekarang.


"tunggu sebentar saya ambil barang2 saya dulu,"pinta dion"


"jangan lama2 "kata mereka lagi"


Dion membawa semua barang2 nya keluar,untung saja mobil yang sekArang dia pakai adalah mobil pinjaman dari sahabat baiknya sehingga memudahkan nya untuk pergi kemana2.


Dion menyerahkan kunci rumahnya kepada pihak bank.


dan langsung berlalu pergi meninggalkan mereka semua.


kemana lagi aku harus pergi,aku tak punya siapa2 sekarang ini hidup ku sendirian tanpa tujuan.


tak terasa mobil yang dikemudikan Dion menuju arah rumah Bu Dina,Dion kaget mengapa dia menjalankan mobilnya kearah rah tantenya padahal dia tak ada niat untuk kerumah tantenya.


apa mungkin sementara waktu ini aku tinggal dirumah Tante aja dulu sambil aku nyari kerja dan aku bisa ngelanjutin kuliah aku disini.


Dion pun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Bu Dina,Dion tak langsung masuk Dia hanya menatap dari luar jendela mobil saja..


ada rasa keraguan dihati dion untuk tinggal disini dia tak ingin merepotkan tantenya,dia ingin hidup mandiri di atas kakinya sendiri andai dia mampu,Dion pun memainkan hp nya dan membuka aplikasi banking dia cek sisa saldo uang di ATM nya ternyata sudah hampir menipis,awalnya dia niat mau nyari rumah kontrakan yang murah tapi sisa uangnya tak memungkinkan..


pilihan terakhirnya adalah tinggal dirumah tantenya,,


dari belakang terdengar bunyi klakson mobil,,yang meminta Dion agar memajukan mobilnya karena mobil yang dibelakang mau masuk,,,


Dion pun segera menoleh kebelakang dan mengerti dengan tanda isyarat tadi,segera dia majukan mobilnya..dan menoleh kembali lagi ternyata yang datang adalah tantenya,Bu Dina belum menyadari kalau mobil yang datang itu adlah dion.


Bu Dina langsung sajaa masuk kedalam sementara mang Ujang memasukan mobil kegarasi.


Dion pun memutuskan untuk turun dan menemui tantenya.


dia pun menekan bel,


bi Inah dengan cepat membukan pintu,


"maaf anda siapa dan mau mencari siapa ya mas "tanya bi inah"


"bilang sama nyonya mu kalau keponkannya datang,"dengan lagak nya"


"baik mas,jawab bi inah"ada rasa kesal bercampur jengkel dengan kata2 Dion yang ketus,baru kali ini aku menumui makhluk seperti itu sama kaya orang tak berpendidikan saja omel bi inah"


maklum dari BI Inah bekerja dirumah Bu Dina dia tak pernah sekali pun bertemu dengan Dion,baru kali ini dia melihat Dion dan mengetahui wataknya yang seperti itu.


"Bu,ada yang mencari ibu katanya keponakan ibu,dia sedang menunggu ibu druang tamu,ucap bi inah"


Tolong buatkan minuman dan juga kue buat dia ya bi,pinta Bu dina"


ingin sekali rasanya bi Inah menaruh garam diminuman yA Dion biar dia tau rasa jadi orang jangan ketus begitu sama yang lebih tua.


tapi diurungkan bi Inah niatnya itu takut kalau bu Dina marah..


dia buatkan es Syrup buat Dion dan dia suguhkan kue bolu buatnya juga.


"ini minuman ya den,di minum ya.."ucap bi inah"


Dion pun tak menyahut dia sibuk memainkan ponselnya,,


Bu Dina melihat raut wajah bi Inah yang kecewa dengan sikap Dion,yang sudah berbuat baik padanya,Bu Dina pun memberikan isyarat agar bi Inah segera masuk kedalam.


sementara melati belum mengetahui keberadaan Dion diluar,dia mencari Bu Dina untuk berpamitan,dia pun bertemu dengan bi Inah lalu menanyakan keberadaan Bu Dina.


"bibi,ada melihat ibu gak,tanyanya"


"ibu ada diruang tamu lagi sama keponakannya non,"ucap bi inah"


melati tak menyangka kalau laki2 narsis itu mau mampir kesini juga,


dia pun segera keluar dan menemui Bu Dina.


"Bu,melati pamit ya nanti telat."katanya"


"kamu berangkat di antar sama mang Ujan,tanyanya lagi"


"ga Bu,aku dijemput sama mas Ali,kami udah janjian kebetulan Rika ga masuk dia ngejagian (teman Ali yang lagi sakit,


makanya Ali bisa jemput aku."Ucap Dina"


Dion masih saja memainkan ponselnya tanpa menghiraukan percakapan Bu Dina dan melati..


Ali pun sudah tiba dan l


memberi tanda agar melati segera pergi denganny,selagi menunggu melati Ali memperhatikn mobil yang ada didepan nya sepertinya dia mengenali mobil ini tapi dimana ya,dia berusaha mengingatnya.


kalau ga salah mobil ini yang ada dirumah sakitbm kemaren yang aku pikir ini mobil yang sudah menabrak aku dengan Dani disaat Ali mau


engeluarkan ponselnya untuk melihat menyamakan plat mobilnya


melati pun sudah berada di boncengan nya dia pun menepuk pundak Ali agar segera berangkat .


Ali pun bertanya kepada melati"mobil siapa yang ada didepan rumah Bu Dina tadi katanya"


"ohhhhhh,itu mobil keponakannya Bu Dina Dion namanya kemungkinan sih dia mau tinggal disana karena kedua orangtuanya sudah ga ada lagi dia hanya sebatang kara,ibu Dina sangat menyayanginya seperti anaknya sendiri.


"ucap melati"


"kamu suka ya padanya,tanya Ali lagi"


"hah suka astagfirullohalazim orangnya aza ketus,narsis,kasar,mana mungkinlah aku suka mas bukan tipe nya aku"ucap melati"


untunglah melati tak menaruh hati padanya Ali takut kalau sampai melati mencintainya maka pudarlah harapan nya untuk menikah dengan melati.


lalu tipe kamu seperti apa sih,tanya Ali yang penasaran"


mas mau tau aja apa mau tau banget ,"canda melati"


"dua2nya jawab Ali singakt"


"tipe aku kaya mas deh,hehejhehe"ledek melati"


Ali pun tersipu malu pipinya terlihat merah merona menahan malu karena digoda melati.


Ali pun tak dapat berkata apa2 lagi,dia hanya diam menahan malu.