CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N

CiNtA DaLaM Seayat Al,Qura N
berubah



Stella selesai mandi dia siap2 lalu bertemu dengan papahnya..


dia mengetuk pintu dan masuk,,


papahnya pun mempersilahkan dia duduk.


"tumben papah mau ngobrol sama Stella biasanya kan papah selalu sibuk mengurusi bisnis..tanpa memperhatikan anaknya"ucap Stella kassr


"duduk dulu sayang jangan begitu sama papah.


papah bukannya ga memperhatikan kamu papah kan kerja demi kamu supaya kamu bisa sukses sama seperti papah."


"basi"jawab nya lagi


"cepetan ngomong aku mau istirahat dikamar nih aku capek"


sikap stella sangat dingin sama papahnya lebih dingin dari salju di gurun sshara.


papahnya memaklumi itu semua,dia sudah terbiasa menghadapi sikap stella yang dingin.


"oke papah akan ngomong sekarang sama kamu"


"papah dengar kamu mau menikah benar,"ya tanya papahnya.


"papah tau dari mana,?"


"ga penting papah tau dari mana,apa benar berita itu Stella "tanyanya lagi


Stella berpikir papahnya tau pasti dari anak buah papah nya,,pasti papah nyuruh orang buat memata2i dia dalam aktivasnya selama 24 jam.


biarlah,baguslah kalau begitu papah sudah tau.


"ya,benar papah aku mau menikah,nanti aku akan kenalkan papah sama Dion."


"siapa namanya calon suami kamu Stella,"tanya papahnya


"Dion Andi hartawan pah."


papahnya kaget Dion anaknya pak Andi,yang barusan saja perusahaannya dia bikin bangkrut dan dia meninggal dunia karena serangan jantung.


"mungkin ini kesempatan ku lagi buat melampiaskan dendam ku ke anaknya Andi,"pikirnya


"oke papah setuju kamu menikah dengan Dion,secepatnya kalau bisa pernikahan kalaian dilaksanakan..


biar papah yang mengatur semua nya stella"


"Stella setuju dengan papah nya."


papahnya pun memeluk Stella,


"makasih ya pah"ucap nya"


"ya sama2 anak papah tersayang"


"oh ya pah Stella,mau kekamar dulu ya mau istrihat capek banget."


sekarang nada bicara agak sedikit sopan dari yang tadi,mungkin karena dia lagi bahagia karena mau menikah dengan Dion,Stella ingin memberitahu secepatnya ke Dion kalau papahnya sudah menyetujui hubungan mereka dan merestui mereka untuk menikah.


Stella mengambil ponsel nya dan menelpon Dion,tapi tak ada jawaban dari Dion.


kemanakah Dion pergi padahal dia ingin memberitahukan kabar baik ini padanya.


sudahlah besok saja Stella kamu kasih tau Dion nya kamu pergi kerumah Dion nya langsung dan beritahu Dion juga tantenya.


biar mereka bisa segera mempersiapkan pesta pernikahan nya kami"pikir stella"


tanpa sepengatahuan Bu Dina,ternyata selama ini Dion minta bantuan temannya yang seorang pengacara untuk menyelidiki kasus perusahaan papah nya.


Dion pergi menemui teman nya,untuk membicarakan kasus ini.


mereka memilik cafe bluess sebagai tempat pertemuan mereka.


teman Dion terlebih dulu datang,


15 menit kemudian Dion datang.


Dion memasan coffelate dan spaghetti sedangkan temannya memesan cappucino latte dengan salad 🥗 buah saja.


mereka mulai makan sambil berbincang bincang,


"sudah lama menunggu bro,"tanya Dion


"ga terlalu lama juga kok,ion santai lah"


"maklum tadi macet di jalan Kayak ada demo gitu,ga tau ngedemoin apa,?"


"ucap teman Dion


"wah hebat juga ya sekarang bro gue udah bisa mengamati masalah masyarakat,ga cuman ngumpulin bukti2 dipengadilan aja ya sekarang kerjaan Lo bro,"ledek Dion


"ahhh Lo bisa aja deh"jawab nya


teman Dion pun mulai menceritakan perkembangan penyelidikan nya selama ini kepada Dion.


"sudah ada mulai titik terangnya sedikit,tinggal kita aja lagi yang lebih berhati2 dalam menyelidiki kasus ini karena orang yang kita curigai ini orangnya sangat licik dan pandai menyimpan semua barang bukti.


dia ini baru anak buahnya,nanti dari lah dia kita akan mengorek informasi siapa bos nya yang sudah membayarnya untuk melakukan semua ini."ucap teman nya


"aku berharap sekali agar semua nya cepat selesai dan aku bisa membalaskan dendam papah ku."ucap Dion


"semoga aja bro,gue juga berharap seperti itu".


biar Lo ga jadi penasaran lagi"


telpon teman Dion berdering rupanya telpon dari klien nya yang lain,


dia pun berpamitan kepada Dion dan langsung pergi.


Dion masih duduk sendiri tiba2 saja pikiran nyan melayang mengigat melati yang hampir terjatuh pagi tadi saat berpapasan dengannya,,


"lucu sekali"gumamnya


dion meraba2 kantong celana nya mau mengambil ponsel nya tapi ponsel yang dia dia cari tak kunjung ketemu,,


"mungkin ketinggalan di mobil pikirnya"


dion pun memanggil pelayan untuk membayar pesanan nya tadi,selesai membayar Dion langsung naik mobil nya.


dia masih mencari2 ponselnya namun masih tak ketemu juga.


"dimana ya ponsel ku,apa ketinggalan dirumah ya"pikir nya lagi


Dion pun melaju kan mobil nya dengan cepat agar secepatnya bisa sampai rumah.


dijalan Dion melihat melati sedang digangguin para pemabuk yang ingin memperkosanya Dion pun segera menghentikan mobil nya dan langsung menolong melati Dion pun bergulat dengan 5 orang brandalan pemabuk itu jatuh,tersungkur,muka babak belur,sudah jadi kebiasaan dalam pergulatan.


Dion menghadapi mereka dengan tangan kosong untungnya Dion jago juga karate makanya para pemabuk semuanya kalah dan lari kocar kacir,


Dion menghampiri melati,


melati ketakutan kejadian. yang dulu kini kembali lagi dia rasakan tapi ditempat yang berbeda dan dengan orang yang berbeda menolongnya.


"Lo ga kenapa2 kan baik2 sajakan,apA ADA YANG TErluka" tanya Dion


melati ga berani menjawab dia hanya diam,dia masih takut.


"Lo mau ikut gue pulang ga atau Lo masih mau disini digangguin para preman tadi"tanya nya lagi


melati masih tetap saja Diam,dia mengikuti Dion dari belakang memasuki mobil dan meninggalkan tempat itu.


"Lo dari tadi gue ajak ngomong kok ga dijawab Lo ga tulikan"tanyanya lagi


melati mulai berani mengangkat wajahnya,


dan bicara.


"ya aku ga PP cuman shock aja kareana ini sudah kejadian yang ke 2 kalinya aku alami aku benar2 takut,aku mau pulang kampung aja aku takut kalau aku disini aku bakalan diperkosa"ucap melati


melati seperti begitu depresi,tanpa disengaja Dion memegang tangan melati secara refleks dia bermaksud mau menenangkan melati,tapi melati langsung menarik tangan nya.


"maaf kita bukan mukhrim,"


Dion kaget mendengar perkataan melati


dia baru tau kalau melati begitu menjaga auratnya di depan laki2 yang bukan makhromnya beda dengan Stella yang suka menggambar aurat nya agar Dion menjadi bernafsu untuk bercinta dengan nya.


"aku minta maaf aku ga sengaja refleks,aku cuman niatnya mau nenangin kamu saj tadi..sekali lagi aku minta maaf ya,?" pinta Dion


"iya ga PP kok,"aku ngerti"


"kalau kamu mau pulang kampung hanya masalah ini apa kata Tante apa Tante ga sedih kamu pergi dari rumah,ya kalau kamu takut pergi kemana sendiri biar suruh supir tante yang anterin kamu,biar kamu aman."ucap Dion


mendengar Dion berkata seperti itu melati jadi bingung apakah laki2 yang sedang berada dihadapan nya ini adalah Dion atau bukan,,karena dari nada bicara nya bukan menunjukkan dia adalah Dion,


ya maklumlah melati nama nya juga Dion yang punya kepribadian ganda.


jangan heran dan bingung nikmati sajalah,,,,