
Disaat melati dan bapanya sedang asik mengobrol ibu pun datang dan ikut duduk dsamping melati,,
"ada apa kok terlihat serius sekali bapa dan melati mengobrolnya sampai2 ibu panggil dari dalam tak mendengar,,begini Bu melati mau bicara sebenarnya melati mau minta ijin dan restu ibu dan bapa melati mau pergi ke kota mau merubah nasib kelurga kita pa,,kasihan adik2 mereka butuh biaya yg besar buat sekolah mereka aku ingin mewujudkan mimpi ibu dan bapa agar2 anak2 bapa dan ibu bisa menjadi orang yg sukses dan hebat,,mungkin ini sudah jalan dari Allah Bu,pa melati minta ijin dari kalian ya,restui melati pa sehingga jalan melati mendapatkan pekerjaaan di kota dimudahkan Allah SWT."
sejenak tak ada kata sedikit pun keluar dari mulut orangtuanya mereka cuma diam ada ras berkecamuk dihati mereka yg membuat mulut mereka membisu,,mereka tak rela kalau melati pergi jauh dari hidup mereka tapi apa daya kehidupan ekonomi membuat mereka seperti ini,kalau mereka melepaskan melati pergi mereka takut terjadi sesuatu dengan melati,disana melati tak punya satu keluarga pun hanya ada orang asing yg tak dia kenal,mereka takut kalau melati jadi korban perampokan,penculikan,dan lain sebagainya.
"beri kami waktu agar kami bisa memutuskan bagaimana nantinya melati,jawab ayahnya."
kemudian ayah pun berdiri dan segera pergi.
ibu pun menggenggam tangan melati dan berkata"nak sebenarnya kami tak rela kamu pergi dari kami lebih baik kamu disini saja bersama kami,,tapi Bu Andini perlu biaya yg banyak buat sekolahnya kalau tidak dia tak bisa ikut ujian kasihan Andini Bu,,melati masih punya waktu mengumpulkan uang buat membayar uang sekolahnya Andini."
melati cuma butuh doa dan dukungan ibu juga bapa sehingga jalan melati mencari pekerjaan kekota dimudahkan oleh Allah SWT,
ibunya pun tak bisa menahan air mata kesedihan,seketika itu juga ibunya menangis di ikuti dengan melati mereka pun saling berpelukan
satu sama lain,,bapa yg sedari tadi memperhatikan istri dan anaknya juga ikut menanges.
"biar ibu dan bapa berunding dulu nak,,besok pagi nanti kami kasih tau kamu.
setelah melati pergi berangkat mengajar ibu dan bapa pun berunding.
"pa biarkan melati pergi ke kota kasih kepercayaan sepenuhnya kepada melati ibu yakin melati pasti bisa jaga diri baik2 dan bisa menjaga amanah yg kita berikan buat dia..bapanya pun tertegun dan hanya diam saja.
lama bapak nya diam beliau bingung
dan bimbang memtuskan bagaimana antara iya atau tidak..
akhirnya beliau pun memberika jawaban dan alhirnya setuju juga.
pukul 9 melati pulang,,dia langsung masuk kerumah karena Memang pintu rumah tak dikunci,melati melihat orangtuanya sudah tidur melati pun tak enak untuk membangunkan meereka melati langsung masuk ke kamar dan langsung tidur.
keesokan harinya sebelum berangkat kerja mereka sarapan bersama setelah adik melati pergi sekolah,ayah dan ibu melati pun mulai bicara mereka bertnya pada melati
"apa kamu sudah mantap mau pergi ke
kota nak,tanya mereka"
"ya,Bu jawab melati*
aku yakin Bu,aku pasti bisa sukses dan berhasil dengan doa dan restu dari ibu dan ayah..
"kalau itu sudah menjadi keputusan kamu kami akan merestuinya nak soga kamu disana bisa sukses seperti apa yang kamu impikan sela ini"
"amain Bu,makasih ya pa,Bu sudah mendukung melati janji akan menjaga amanah dan kepercayaan ibu dan bapa,melati akan selalu ngasih kabar melati disana."
"oh ya nak,apa Bu Mirna sudah tau tentang niatan kamu ini,tanya ibunya.
"belum Bu,aku belum menceritakan nya kepada Bu Mirna nanti kalau aku sudah sampai disana aku akan beritahu beliau.*
"ya Bu,
"melati pamit,tak lupa dia mencium.kedua tangan orang tuanya sebelum berangkat kerja,.
melati pun mengambil sepedanya dan langsung berangkat.
begitu juga dengan p
kedua orangtuanya mereka juga berangkat bekerja.
hanya butuh waktu 30 menit melati pun sampai ditempat kerjaan nya yg ternyta Bu Mirna masih belum datang dia buka pintu warung karena melati juga punya satu kunci serepnya,dia membersihkan warung sambil mennunggu Bu Mirna..
Akhirnya Bu Mirna datang dengan membawa sekantong besar belanjaan memang sudah kebiasaan Bu Mirna selesai sholat shubuh beliau langsung kepasar untuk berbelanja kebutuhan. warung.
melati pun langsung membantu Bui Mirna membawa belanjaan dsn menuju kedapur,seperti biasa pun mencuci semua sayuran juga ikan 🐟,,agar kemudian bisa cepat dimasak sementara Bu Mirna memasak nasi,
selesai dengan tugas masing2 mereka pun kemudian membuat sayur masak dan ikan bakar dan juga gorengg,
setelah semua nya sudah masak melati pun langsung menyiapkan ke dalam etalase makanan..
disela2 itu melati lalu memulai pembicaraan dia berkata,"Bu saya ada yang pengen di omongin Sam ibu,
Bui Mirna pun kaget tak berdaya mendengar nya,",tumben sekali melati mau bicara disela2 waktu kerja pasti ada hal yang penting banget dia mau omongin,tebak Bu Mirna.
benar saja setelah mendengar penjelasan panjang kali lebar dari melati yang menghasilkan sama dengan keluarny air mata yang membasahi pipi,,Bu Mirna benar2 tak kuat dan akhirnya menanges sejadi2 mumpung tak ada pembeli yang melihat kesempatan piakir Bu Mirna,hehehe(hanya lelucon saja).
dia merasa melati sudah dia anggap sepeti anaknya sendri tak ad karyawan seperti melati yang baik dan juga jujur sangat sulit menemukan karyawan seperti melati apa jadi hidup Bu mirna tanpa melati membantunya.
tapi apalah daya Bu Mirna dia tak bisa melarang melati ingin melarang toh dia juga tak bisa banyak membantu melati,dia juga berharap semoga melati bisa sukses disana dan bisa menggapai apa yang dia mau,betulkan para pembaca,(ya betul,betul,betul).
"baiklah melati ibu ijinkan kamu berhenti bekerja ibu juga tak bisa melarang kamu pergi mungkin ini pilihan yang terbaik buat kamu,
" ya makasih Bu sudah mengijinkan saya,,
"sama2 nak,
",oh ya melati bagaimana kalau ibu kamu saja yang bakalan menggantikan kamu bekerja disini masalahnya ibu susah buat nyari anak buah lagi takut ya mereka ga jujur,kalau kamu dan orangtua kamu ibukan sudah kenal baik jadi ibu tau bagaimana sifat kalian semua,,,"
"nanti melati tanyakan dulu ya Bu,sama ibu melati apa ibu mau ataw tidak nanti melati beritahu ibu,
"ya melati.
selesai berbincang2,,para pelanggan pun akhirnya berdatangan untuk makan dsana dan ada juga yang membawa pulank kerumah,,
setelah semua sudah habis melati pun pulank kerumah.