Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 9



Saat di mobil Elena dan Theo saling berdiam diri dengan aktivitasnya masing-masing. Theo yang sedang fokus karena ia sedang mengemudi sedangkan Elena yang menyibukan diri dengan memandangi suasana diluar lewat jendela mobil.


Theo pun memutar lagu dan Elena langsung ikut bernyanyi karena itu adalah lagu kesukaannya yaitu lagu Wake Me Up When September Ends yang dipopulerkan oleh Green Day. Elena menyanyi sambil menikmati suasana malam hari di kota tersebut. Theo hanya melirik Elena sekilas lewat ujung matanya.


"Bisa tidak kau ini diam dan tidak usah menggangguku?" Ucap Theo ketus sambil memberikan tatapan tajam kepada Elena.


Elena tidak mempedulikan Theo yang sudah kesal dan ia memutuskan untuk melanjutkan menyanyinya tanpa menghiraukan Theo sedikit pun. Elena membuka ponselnya sebentar dan memberi arah untuk sampai ke rumahnya kepada Theo.


"Sekali lagi ku dengar kau bernyanyi akan ku turunkan kau disini!" Dengus Theo dengan sangat kesal.


Elena hanya tersenyum dan kembali bernyanyi tanpa menghiraukan Theo. Dalam hati wanita itu merasa sangat puas dan senang karena ia sudah berhasil membuat pria yang ada disampingnya itu merasa kesal. Sesekali Elena melirik Theo dan memberikan tatapan seperti orang yang sedang mengejek. Ia tersenyum saat pria yang ada disampingnya itu mendengus kesal.


Suasana malam ini terasa begitu tenang untuk Elena, ditengah perjalanannya dalam suasana yang sudah mulai sepi sembari diiringi sebuah lagu kesukaannya, membuat ia semakin terhanyut dalam diamnya. Ia seperti menikmati suasana malam hari ini. Ia seperti tidak menganggap jika ada seseorang yang kini tengah memperhatikannya dari samping.


Tidak lama pun akhirnya mobil mewah berwarna hitam milik Theo pun sudah sampai tepat di depan rumah Elena. Rumah yang terlihat sangat sederhana, dan terlihat seorang wanita parubaya yang sedang duduk di sebuah kursi yang berada diluar rumah itu dengan wajah yang begitu khawatir. Wanita parubaya itu pun segera menghampiri mobil milik Theo.


Wanita parubaya itu tersenyum saat melihat Elena keluar dari mobil mewah itu dan segera menghampiri Elena dan memeluknya. Nampaknya ibu Elena begitu mengkhawatirkan Elena karena selarut ini ia baru pulang. Elena tersenyum dan membalas pelukan dari ibunya itu, sedangkan Theo hanya tersenyum ramah saat melihat ibu Elena.


"Elena kau dari mana saja? Kau membuat ibu sangat khawatir nak!" Ucap Ibu Elena menggenggam erat kedua tangan milik Elena.


"Tadi aku lembur bu, saat aku pulang ternyata bus terakhir sudah lewat dan aku menunggu lama di halte ternyata sudah tidak ada bus lagi yang lewat," Ucap Elena tersenyum mencoba menjelaskan semua yang terjadi malam ini.


Theo terdiam sejenak saat melihat kedekatan Elena bersama dengan ibunya, ia sudah begitu lama tidak merasakan pelukan dari seorang ibu ataupun ayah karena kedua orang tuanya sangat sibuk. Theo merasa jika dirumah sederhana milik Elena ini terdapat sebuah kehangatan yang tidak pernah ia dapatkan saat ia berada dirumah mewahnya.


"Terima kasih nak sudah bersedia mengantarkan anakku pulang!" Ucap Ibu Elena sambil tersenyum ramah kepada Theo.


"Sama-sama bu, kebetulan tadi saya bertemu dengan Elena dijalan!" Ucap Theo membalas dengan senyum ramah, yang membuatnya terlihat sangat tampan.


"Terima kasih Pak sudah mengantarkan saya!" Ucap Elena.


Theo hanya mengangguk sambil tersenyum, Elena sebelumnya tidak pernah melihat Theo senyum setulus ini. Theo yang sering Elena lihat adalah Theo yang selalu memasang wajah datar dan juga menyebalkan.


"Tidak usah bu, dia harus segera pulang karena banyak pekerjaan yang sudah menunggunya!" Ucap Elena menolak untuk Theo mampir ke rumahnya.


Theo tersenyum dan mengangguk kemudian pamit kepada Elena dan juga ibunya. Theo masuk ke dalam mobil dan segera melaju meninggalkan rumah Elena. Elena dan ibunya langsung masuk kedalam rumah setelah melihat mobil Theo yang semakin menjauh.


Elena duduk disofa sederhana dengan ditemani oleh ibunya, ia menyandarkan kepalanya disofa untuk istirahat sejenak sebelum ia memilih untuk tidur.


"Pria yang tadi itu siapa Elena?" Tanya ibunya sambil tersenyum.


"Dia itu bos di perusahaan tempatku bekerja bu, dia juga pernah memasan kue di ibu dan aku yang mengantarkan ke rumahnya. Apa ibu ingar8j8aj8888t?" Ucap Elena.


Ibunya terkejut dan tidak percaya jika pria yang mengantarkan Elena pulang adalah seorang bos dan tentunya pria itu adalah orang yang sangat kaya, berbeda dengannya dan Elena. Elena mengalihkan pembicaraan untuk tidak membahas lagi tentang Theo. Setelah mereka selesai berbicara, ibu Elena menyuruh Elena untuk segera tidur dan beristirahat agar besok tidak terlambat untuk bekerja. Elena pun mengangguk dan segera berjalan menuju kamarnya.


***


Theo sudah sampai di depan rumah mewahnya, setelah ia menyimpan mobilnya digarasi yang berada dirumah mewah miliknya. Dengan langkah yang terasa berat karena seharian ini ia sibuk, ia melangkahkan kaki menuju kamarnya dan berniat untuk segera membersihkan diri.


Theo terlihat sangat segar dan sangat tampan dengan dibaluti kaos berwarna hitam dan celana pendek berwarna abu-abu tua. Ia merapihkan sedikit rambutnya menggunakan jari sambil melihat dirinya di sebuah cermin yang berada dikamarnya.


Theo duduk disebuah sofa yang disediakan di balkon kamarnya, menikmati malam hari yang terasa sangat indah dengan dihiasi lampu-lampu yang menyala di gedung-gedung tinggi yang berada di ibu kota tersebut. Dengan dihiasi langit yang penuh dengan bintang dan juga bulan membuat malam itu terlihat semakin indah.


Theo membuka ponselnya berharap jika ada sebuah notifikasi pesan dari seorang wanita yang sampai saat ini ia nantikan. Angel, bahkan sampai saat ini wanita itu masih selalu hadir dalam pikiran Theo. Tidak mudah bagi Theo untuk dapat melupakan Angel.


Ia teringat saat Angel selalu memperhatikannya, dari hal sekecil apapun Angel selalu perhatian kepada Theo. Theo selalu berharap jika suatu saat nanti Angel akan menghubunginya kembali dan akan menjadi miliknya kembali.


Hari demi hari sudah Theo lewati, namun tidak ada sedikit pun tanda kehadiran wanita yang bernama Angel itu. Tanpa ia sadari cairan bening dari matanya kini berhasil mengalir di pipinya. Begitu menyakitkan jika ingatan tentang Angel kembali hadir. Alasan Theo begitu mencintai Angel karena wanita itu yang selalu mengisi harinya disaat ia sedang kesepian, disaat ia kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dan Angel hadir untuk melengkapi kekurangan dalam hidup Theo. Namun semuanya berubah, Angel bukan lagi wanita yang ia kenal. Angel berubah menjadi wanita yang dingin dan sangat cuek kepadanya setelah Angel berhasil menjadi model.


Theo beranjak dari duduknya dan segera berjalan menuju kamarnya. Ia membuang pikirannya tentang Angel dan memutuskan untuk beristirahat, kini Theo sudah pasrah jika Angel memang ditakdirkan untuknya Angel akan kembali kepadanya. Dan ia pun sudah ikhlas jika pada akhirnya ia tidak ditakdirkan untuk bersama dengan Angel.