
Elena terkejut karena tubuhnya ditarik begitu saja oleh wanita yang sangat ia kenal yaitu Angel. Wanita itu terlihat sangat marah dan juga tidak berhenti menangis, Elena terus bergerak agar Angel melepaskan bajunya yang terus ditarik.
"Ada apa Angel?" Tanya Elena dengan suara yang terdengar kesal dan marah karena Angel dengan lancang menariknya seperti tadi sehingga membuat para pegawai di perusahaan itu menyaksikan mereka berdua.
"Kau yang sudah menghasut Theo untuk tidak bersamaku lagi bukan?" Tanya AngelĀ menunjuk wajah Elena dengan jarinya.
Elena menepis tangan Angel, ia merasa seperti dihina oleh wanita itu di depan banyak orang. Elena tidak pernah merasa merebut bahkan menghasut Theo untuk tidak bersama Angel lagi. Elena mulai mendengar para pegawai lainnya yang ikut menghina dirinya dan membela Angel.
"Kau gila? Kau sudah menikah Angel dan kau datang kesini hanya untuk bilang kalau aku merebut Theo darimu?" Tanya Elena mencoba untuk membela diri dari semua tuduhan yang diberikan oleh Angel.
Sampai akhirnya seorang petugas keamanan datang dan mengamankan Angel, Angel terus berteriak saat satpam membawanya keluar dari perusahaan milik Theo.
"Awas saja kau Elena aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang!" Ucap Angel berteriak sambil dibawa oleh petugas keaman itu.
Elena menutup wajah dengan kedua tangannya karena merasa malu dihina dan dituduh sebagai perebut Theo dari tangan Angel. Para pegawai lainnya terus menghinanya dengan kalimat-kalimat yang terdengar sangat kasar. Elena tidak bisa lagi menahan air matanya, hingga ia membiarkan air mata itu turun dan mengalir deras membasahi pipinya. Tidak peduli banyak orang yang menyaksikannya yang sedang menangis seperti itu di lobby kantor.
Elena melangkahkan kakinya berniat untuk menghampiri Theo yang masih berada diruang kerjanya. Ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sedihnya karena terus dihina oleh orang. Ia berniat untuk menjauhi Theo dan memulai kehidupannya yang baru dengan melupakan Theo, pria yang kini sangat ia cintai.
Theo terkejut saat mendengar keras suara pintu ruang kerjanya yang terbuka dengan lebar, dan dilihat Elena yang menangis dan terlihat sangat hancur didepan pintu itu. Theo segera bangkit dan mendekati Elena, ia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi pada wanita yang kini berada dihadapannya.
"Kau kenapa Elena? Kenapa kau menangis seperti ini?" Tanya Theo memegang bahu Elena sambil terlihat sangat khawatir dengan keadaan Elena sekarang.
"Aku mengundurkan diri dari perusahaanmu!" Ucap Elena dengan suara yang tersedu karena masih saja menangis.
Theo semakin dibuat bingung karena dengan tiba-tiba Elena meminta untuk berhenti bekerja di perusahaannya, Theo terlihat seperti tidak ikhlas jika Elena sampai bekerja disini, karena hanya Elena lah yang kini selalu membuat hari-harinya terasa sangat bahagia dan berwarna setelah ditinggal Angel.
"Tidak bisa! Kenapa kau tiba-tiba meminta untuk berhenti bekerja?" Tanya Theo sambil menggenggam tangan Elena.
Tidak ada jawaban yang terucap dari mulut Elena, wanita itu hanya terus menangis dan mulai menjatuhkan dirinya ke lantai tepat dihadapan Theo. Dan membuat Theo semakin tidak mengerti dengan apa yang dimaksud wanita didepannya ini. Theo merasa jika beban Elena begitu berat sampai membuat Elena terlihat sangat rapuh dan hancur seperti sekarang.
"Ada apa? Bilang padaku Elena, siapa yang menyakitimu sampai kau menangis seperti ini?" Tanya Theo yang mulai menaikan nada bicaranya karena Elena masih saja diam dan tidak menjawab semua pertanyaan dari Theo.