
Elena merasa jika dirinya tidak sanggup untuk menceritakan semuanya kepada Theo. Jika ia menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pasti akan membuat pria itu sangat marah, dan Elena tidak ingin membuat Theo merasa khawatir dan marah pada Angel ataupun para pegawai lainnya karena sudah menghinanya dengan kata-kata yang terdengar sangat kasar.
"Aku ingin membantu ibuku berjualan kue saja dirumah!" Jawab Elena dengan berbohong agar tidak terlalu banyak bicara dengan Theo yang semakin membuatnya sedih.
"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Aku sangat tidak mengerti dengan apa yang kau maksud. Kau meminta untuk berhenti diperusahaanku dengan alasan kau ingin membantu ibumu dirumah? Itu tidak masuk akal Elena!" Ucap Theo yang terdengar sangat kesal dengan pernyataan yang diucapkan oleh Elena.
"Tidak masuk akal bagaimana Theo?" Tanya Elena seolah tidak mengerti maksud Theo.
Theo mengacak rambutnya dengan kasar, ia terlihat sudah sangat frustasi dengan keadaan sekarang yang mendengar Elena meminta untuk berhenti bekerja di perusahaannya.
"Kau tidak perlu berbohong padaku! Katakan apa yang sebenarnya terjadi padamu!" Ucap Theo sambil memegang bahu Elena dan membuat wanita itu semakin menangis.
Elena tidak bisa lagi menahan tangisannya, berbohong pada Theo pun terasa sangat sia-sia karena pria itu tidak akan mempercayai ucapannya. Elena begitu pasrah saat Theo menariknya untuk masuk kedalam pelukannya, dan membuat tangisannya semakin menjadi.
Elena berharap jika Theo mengerti suasana hatinya saat ini, dan Elena pun berharap jika Theo mengizinkan untuk dirinya berhenti bekerja diperusahaan milik Theo itu. Namun sepertinya akan sia-sia karena Theo pasti tidak akan mengizinkannya untuk berhenti bekerja disini.
"Apa kau menangis seperti ini karena Angel?" Tanya Theo dan membuat Elena terkejut mendengarnya.
"Tadi Angel datang ke ruanganku dan dia mengatakan jika dia merindukanku dan menyesal telah meninggalkanku dan menikah dengan pria lain. Dan akhirnya aku mengatakan bahwa aku sudah mencintai wanita lain!" Ucap Theo sambil memeluk Elena dan membuat Elena terlihat begitu nyaman berada dipelukan Theo.
"Dan aku sangat yakin jika Angel mendatangimu dan menghinamu? Tapi kau tidak berani berkata jujur padaku? Kenapa kau tidak berkata jujur saja padaku Elena?" Tanya Theo dengan mata yang terlihat memerah karena menahan air matanya yang seperti akan turun.
Theo tidak melepaskan pelukannya pada Elena, ia ingin membuat wanita yang kini berada dipelukannya itu terasa lebih tenang dan lebih nyaman dari sebelumnya. Dan ia ingin menunjukan bahwa dirinya sangat mencintai Elena sekarang, dan apapun yang akan terjadi kedepannya Theo tidak akan mudah untuk melepaskan Elena begitu saja.
"Aku sangat mencintaimu Elena!" Lirih Theo sambil mencium kening Elena dan membuat wanita itu memejamkan matanya sejenak.
"Aku juga mencintaimu Theo! Tapi sepertinya kita tidak akan bisa menyatu sampai kapanpun. Karena aku dan kau sangat jauh berbeda!" Ucap Elena masih dalam tangisannya.
Theo dengan cepat melepaskan pelukan Elena, ia merasa sangat sakit saat mendengar Elena mengatakan jika mereka tidak mungkin menyatu. Kini Theo mulai meneteskan air matanya yang sudah ia tahan sejak tadi. Dan membuat Elena merasa tidak enak perasaan pada Theo sekarang.
"Maafkan aku Theo!" Ucap Elena sambil beranjak dan memeluk Theo dengan erat.