Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 6



Elena sudah bersiap dengan menggunakan seragam kerja nya, ia memoleskan sedikit bedak dan juga lipstik agar tidak terlihat pucat. Kemudian ia ikat rambut panjang nya dengan asal, memang sangat sederhana penampilan Elena namun terlihat sangat cantik.


Dengan wajah yang ceria Elena menghampiri ibu nya yang sedang menyiapkan sarapan untuk nya. Sebenarnya Elena sudah sering kali berkata kepada ibu nya agar tidak usah repot-repot menyiapkan sarapan untuk nya, namun ibu nya tidak pernah mendengarkan kata Elena, ibu nya sangat senang jika harus membuatkan sarapan atau makan malam untuk anak gadis nya itu.


"Hai bu!" Ucap Elena menghampiri ibu nya.


"Hai sayang, ayo di makan sarapan nya kau membutuhkan asupan energi yang banyak agar kau semakin semangat bekerja!" Ucap ibu nya tersenyum sambil menuangkan nasi dan juga lauk ke piring Elena.


"Terima kasih ibu!" Ucap Elena.


***


Elena sedang berjalan menuju tempat ia bekerja. Karena tempat kerja nya tidak jauh dari rumah nya, oleh sebab itu Elena lebih memilih untuk berjalan kaki. Saat Elena sedang fokus berjalan, tiba-tiba ada sebuah mobil berwarna putih berhenti di hadapan nya.


Elena pun seperti orang kebingungan, ia pun langsung memberhentikan langkah nya agar tahu apa maksud dan tujuan pemilik mobil itu untuk berhenti di hadapan nya.


Seorang pria dengan tubuh sedikit kekar pun turun dari mobil itu, Elena yang melihat siapa pemilik mobil itu pun terkejut. Ternyata Anton lah yang saat ini menghampiri nya, dan memberikan senyuman manis kepada Elena.


"Selamat pagi!" Ucap Anton menyapa Elena yang masih diam mematung.


"Hai selamat pagi!" Ucap Elena dengan tersenyum.


Anton melihat sekitar Elena yang membuat Elena juga terlihat seperti orang yang kebingungan. Entah apa yang di cari oleh pria yang ada di hadapan nya itu.


"Kau mencari apa?" Tanya Elena sambil melihat sekitar mengikuti apa yang dilakukan oleh Anton.


"Apa kau pergi ke kantor jalan kaki?" Tanya Anton menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu.


"Iya, aku setiap hari berjalan kaki menuju kantor karena jarak nya sangat dekat!" Ucap Elena sambil merapihkan rambut nya yang terlihat sedikit berantakan itu.


"Baiklah ayo naik ke mobilku, kita berangkat bersama ke kantor!" Ucap Anton sambil membuka pintu mobil untuk Elena.


Elena hanya terdiam, ia seperti orang yang kebingungan. Haruskah Elena menerima tawaran Anton atau menolak nya. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Elena menghampiri Anton yang masih berdiri di depan pintu mobil.


"Apa kau tidak keberatan?" Tanya Elena ragu sambil masuk ke dalam mobil.


Anton hanya menggelengkan kepala nya, ia segera berjalan dan masuk juga ke dalam mobil. Anton memang dikenal orang yang sangat baik di kantor nya, walaupun ia mempunyai peran penting di Wijaya Company namun tidak membuatnya menjadi seseorang yang sombong. Ia tetap baik dan ramah kepada setiap orang yang berada di sekitarnya.


Suasana didalam mobil sedikit tenang, tidak ada pembicaraan di antara Elena dan Anton. Anton masih fokus menyetir sedangkan Elena sibuk untuk melihat suasana di luar.


***


Sesampai nya di kantor, Elena langsung menghindar dan menjaga jarak dari Anton karena takut di lihat karyawan yang lain. Elena takut jika karyawan lain melihat nya bersama dengan Anton maka ia akan menjadi bahan omongan di kantor itu.


Elena memberi kode kepada Anton dan Anton pun seperti mengerti dengan apa yang di tunjukkan oleh Elena. Anton pun segera berlalu meninggalkan Elen sendiri.


Tanpa Elena sadari Theo memperhatikan nya sejak ia datang bersama Anton tadi. Theo memasang wajah seakan ia tidak suka dengan kedekatan Elena dan juga Anton. Tanpa berpikir lama Theo langsung menghampiri Elena yang masih saja memperhatikan langkah Anton yang semakin menjauh.


"Bagus sekali, kau bekerja sambil mencari kekasih?" Ucap Theo sambil bertepuk tangan.


"Apa maksudmu pak? Saya bekerja bukan untuk mencari seorang kekasih!" Ucap Elena mencoba untuk menahan amarah nya.


"Bukti nya kau berangkat kerja bersama dengan sahabatku kan? Kau mencoba untuk mendekati Anton?" Ucap Theo dengan nada dingin nya.


"Terserah apa katamu pak! Permisi saya mau mulai bekerja!" Ucap Elena sambil berjalan meninggalkan Theo.


Sialan baru kali ini ada wanita yang meninggalkanku tanpa aku menyuruhnya pergi! Pikir Theo.


"Elena tunggu!" Ucap Theo sambil berlari mengejar Elena.


"Ada apa lagi?" Tanya Elena.


"Buatkan aku kopi dan antarkan ke ruanganku!" Ucap Theo sambil berialan menuju ke ruangan nya.


***


Saat Theo sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan nya, tiba-tiba Anton masuk ke ruangan nya dengan membawa beberapa berkas untuk di tanda tangani oleh Theo.


"Kau harus menandatangani berkas-berkas ini Theo!" Ucap Anton sambil memberikan berkas itu.


"Mmm," Ucap Theo tidak berkata banyak dan langsung menandatangani berkas-berkas itu.


Setelah Theo selesai menandatangani berkas tersebut, Theo langsung beranjak dari meja kerja nya dan pindah ke sofa yang berada di ruangan itu.


"Anton kemarilah!" Ucap Theo memanggil Anton. Anton pun segera menuruti perintah Theo, ia tidak ingin di pagi hari ini ia mendapatkan serangan dari Theo.


"Ada apa?" Tanya Anton sambil duduk di hadapan Theo.


"Jangan bilang kau menyukai office girl bernama Elena itu!" Ucap Theo menatap dalam manik mata Anton.


Anton terlihat seperti orang yang kebingungan, apa maksud dari Theo sebenarnya. Lagian jika Anton menyukai Elena apa hubungan nya dengan Theo.


"Tidak aku tidak menyukai wanita itu, aku hanya bersikap ramah kepada nya. Dan kau tahu jika aku selalu ramah ke setiap orang yang bekerja di perusahaanmu ini, agar mereka nyaman bekerja disini," Ucap Anton menjelaskan dengan sangat rinci.


Theo hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Anton yang masih duduk di sofa itu. Theo beranjak menuju meja kerja nya dan melanjutkan beberapa pekerjaan nya yang masih menumpuk itu.


Saat Elena akan masuk ke ruangan Theo, ia bertemu dengan Anton yang baru saja keluar dari ruangan itu. Elena hanya tersenyum tipis kepada Anton, karena ia tidak ingin di anggap bekerja hanya untuk mencari seorang kekasih seperti yang di ucapkan Theo tadi.


"Ini pak kopi nya!" Ucap Elena sambil memberikan segelas kopi kepada Theo


"Terima kasih!" Ucap Theo dengan sangat dingin. "Kau juga harus membereskan ruang kerja ku ini!" Ucap Theo sambil menunjuk setiap sudut ruang kerja nya itu.


Elena tidak mengucapkan sedikit kata pun, ia langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Theo. Ia mulai dengan membersihkan lemari-lemari besar yang berada di ruangan itu dan berlanjut untuk membersihkan yang lain nya.


Theo yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya itu sesekali menatap Elena yang sibuk membersihkan ruangan itu. Elena terlihat sangat cantik dengan rambut nya yang di ikat itu. Theo sebagai pria normal pun hanya menelan saliva nya, kemudian kembali fokus kepada file yang ada di hadapan nya itu.