Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 23



Theo tidak dapat lagi menahan air matanya di pelukan Elena, cintanya pada Elena kini sudah sangat mendalam dan apapun yang akan terjadi kedepannya Theo akan terus berusaha untuk memperjuangkan cintanya untuk Elena. Theo memeluk Elena dengan sangat erat, ia tidak ingin jika Elena harus pergi dari hidupnya karena itu akan membuatnya sangat hancur dan terluka.


Theo tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya untuk kedua kalinya, Angel yang dulu meninggalkannya dengan tiba-tiba dan menyisakan luka yang sangat dalam bagi Theo. Dan kini ia tidak ingin kehilangan Elena hanya karena kembalinya Angel pada kehidupan Theo dan Elena.


"Kau tidak usah meminta maaf padaku, karena kau sama sekali tidak bersalah!" Ucap Theo memegang wajah Elena dengan penuh kelembutan.


"Aku sangat mencintaimu Theo, tapi aku sadar diri jika aku dan kau memang sangat jauh berbeda. Dan sekeras apapun kita mencoba untuk saling memperjuangkan itu akan sangat sia-sia!" Ucap Elena sambil menepis air matanya yang kembali terjatuh di pipi putihnya.


Theo bangkit dari duduknya dan melepaskan pelukannya pada Elena, ia terlihat sangat kesal karena Elena selalu saja berpikir jika mereka memang tidak akan pernah menyatu, sedangkan Theo yang sedang berusaha untuk memperjuangkan cinta mereka.


"Kau tidak perlu mendengarkan apa kata Angel, lihat aku Elena! Aku sangat mencintaimu dan aku siap memperjuangkan cinta kita berdua, tidak peduli apa kata orang. Yang aku inginkan saat ini adalah kau dan aku ingin kau menjadi kekasihku dan bahkan jadi istriku kelak!" Ucap Theo menatap serius manik mata milik Elena, dan membuat Elena semakin tidak bisa menahan air matanya yang terus mengalir di pipinya itu.


***


Elena tidak bisa berbuat banyak selain menangis, rasa cintanya pada Theo pun sama besar seperti Theo mencintainya. Ia memang sangat berharap jika ia akan hidup bahagia bersama Theo, namun lagi-lagi ia sadar jika dirinya dan Theo sangatlah jauh berbeda. Pasti akan banyak orang yang menentang hubungan mereka kedepannya, Elena pun khawatir dan takut jika orang tua Theo pasti tidak akan memberikan restu untuk mereka berdua.


Langkah Elena terhenti karena sebuah tangan kekar melingkar indah di pinggangnya, tangan itu seperti memberi isyarat jika si pemilik tangan kekar itu tidak ingin Elena pergi meninggalkannya. Pria itu meraih tubuh Elena untuk kembali ke dalam pelukannya.


"Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku Elena! Aku tidak ingin kehilangan lagi orang yang sangat ku cintai, kumohon Elena!" Ucap Theo sambil menatap wajah Elena dengan penuh kelembutan.


Elena merasa tidak tega mendengar apa yang diucapkan oleh Theo, pria itu terlihat sangat mencintainya. Ada perasaan bahagia yang kini menyelimuti Elena, karena kini ia tahu jika pria yang ia cintai ternyata mencintainya juga.


"T..tapi Theo!" Ucap Elena dengan ragu, dalam hatinya mengatakan jika ia ingin berjuang juga untuk cinta mereka berdua. Namun pikirannya selalu bertolak belakang dengan keinginannya.


"Aku berjanji padamu aku akan memperjuangkan cinta kita dan aku yakin pada akhirnya kita akan bahagia! Kau tidak perlu takut karena aku selalu berada disampingmu, kita akan bersama untuk melewati semua rintangan yang akan terjadi kedepannya!" Ucap Theo mencoba untuk meyakinkan Elena.


"Baiklah!" Ucap Elena pasrah dan berharap kebahagiaan akan datang untuk mereka berdua.