Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 7



Saat dirasa pekerjaan di ruangan Theo sudah selesai, kini Elena berjalan menghampiri Theo untuk meminta izin keluar dari ruangan tersebut. Elena sebenarnya sangat malas jika harus berbicara dengan Theo. Karena bagi Elena, Theo adalah pria yang paling menyebalkan yang pernah ia temui.


"Pak saya izin keluar karena pekerjaan saya diruanganmu sudah selesai!" Ucap Elena terdengar sangat ramah ditelinga Theo.


Theo hanya tersenyum tipis dan bangkit dari duduknya, Elena terkejut saat Theo menghampirinya dan berdiri tepat dihadapannya.


"Kau kira pekerjaanmu sudah selesai?" Ucap Theo sambil melipatkan kedua tangannya diatas dadanya.


Elena memasang wajah kesal, yang membuat Theo semakin ingin berniat jahilnya. Elena mengerucutkan bibir mungilnya dan berjalan menghampiri Theo dengan langkah yang begitu malas.


"Apa pekerjaan yang belum ku selesaikan?" Tanya Elena.


"Kau harus mimijat bahuku terlebih dahulu!" Ucap Theo sambil memegang bahunya dan tersenyum mengejek.


Elena memutarkan bola matanya, rasanya ia ingin sekali untuk menghabisi pria di hadapannya ini. Elena nampak berpikir harus dengan cara apa dia membalaskan dendamnya karena Theo selalu berbuat semaunya. Elena pun mendekati tubuh Theo dan mulai meletakan tangannya diatas bahu Theo mulai memijit bahu milik pria itu.


Theo terlihat seperti menikmati pijatan dari Elena, karena belakangan ini ia selalu sibuk dan duduk di depan komputer, jadi sangat wajar jika tubuhnya terasa sangat pegal dan sakit.


"Bagaimana pak apa kurang keras?" Tanya Elena dengan suara yang terdengar sedikit kesal.


"Sepertinya kurang keras!" Ucap Theo menggoda Elena.


Elena kembali berbicara tak jelas, ia sudah sangat kesal dengan pria itu. Ingin sekali ia menjambak rambutnya hingga terdengar pria itu berteriak dan Elena kabur, namun Elena berpikir kembali bagaimana jika ia dipecat. Akhirnya Elena pun menambah tenaganya untuk meminjat Theo, dan berhasil membuat Theo meringis kesakitan.


"Kau ini bisa tidak sedikit pelan, kau ini seorang wanita harus penuh dengan kelembutan bukan kasar seperti ini!" Ucap Theo yang terlihat sangat kesal.


Elena tertawa saat mendengar Theo teriak dan memarahinya, akhirnya ia bisa membuat pria sombong itu merasakan sakit. Bagi Elena itu tidak ada apa-apanya, jika nanti Theo kembali memerintahnya di luar prosedur kantor, Elena akan membuat Theo kembali meringis.


"Kan kau tadi bilang kurang keras, aku tambah saja tenagaku. Tapi kau malah meringis, dasar lemah!" Ucap Elena tertawa mengejek Theo.


"Apa kau bilang? Aku lemah?" Ucap Theo bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Elena.


Elena semakin merasa gugup saat langkah Theo semakin mendekatinya, Theo mengangkat wajah Elena dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Elena. Elena hanya menutup matanya karena ia takut jika pria ini marah.


"Ku kira kau bisa ku ajak becanda, tapi ternyata kau itu terlalu serius!" Ucap Elena masih dengan mata yang tertutup.


Cup! Elena terkejut saat Theo menempelkan bibirnya, Elena tidak bisa berkutik dan hanya terdiam mematung. Ia seaakan tidak percaya jika pria itu berani menciumnya tanpa izin.


"Jangan kau berani lancang padaku! Atau aku akan berbuat yang lebih daripada ini!" Ucap Theo terdengar seperti mengancam.


"Aaargghhhh!" Teriak Elena terdengar seperti sangat frustasi.


Susah payah ia menjaga dirinya agar tidak tersentuh oleh pria yang bukan kekasihnya, tapi Theo si pria yang menjadi CEO nya itu dengan lancang menciumnya. Elena terlihat sangat kesal, ia mengacak rambutnya dengan sangat kasar.


"Lihat saja, kau sudah berani menciumku maka kau harus terima akibatnya. Akan ku buat kau jatuh cinta padaku Mr.Theo!" Ucap Elena sambil tersenyum licik.


Elena tidak ingin memikirkan kembali kejadian di ruang kerja Theo tadi, ia lebih memilik untuk melakukan pekerjaannya. Kini ia tengah terlihat sedang membereskan lemari yang ada di lobby.


Lemari yang dihiasi oleh patung-patung kecil namun terlihat sangat indah untuk dilihat. Ia membersihkan patung-patung itu dengan sangat teliti, ia tidak ingin ada sedikit noda dan lecet pada patung itu. Elena itu seorang gadis yang sangat bertanggung jawab, dan sangat menyayangi barang sekecil apapun barang itu.


Elena membersihkan patung-patung itu sambil bernyanyi seperti biasa, ia tidak ingin terlihat jika ia sedang kesal. Elena sangat pintar untuk menutupi kondisi yang tengah ia rasakan itu, maka tak heran jika semua orang yang bekerja di perusahaan tersebut mengenal Elena dengan sosok yang selalu ceria.


Seorang pria menghampiri Elena, dan Elena memberikan senyuman ramahnya kepada pria itu. Antonio lah yang selalu menghampiri dan menyapanya saat ia sedang sibuk bekerja. Dan Elena merasa jika Anton lah satu-satunya teman yang ia miliki di tempat ia bekerja itu.


"Hai Elena!" Sapa Anton.


"Hai Anton!" Jawab Elena sambil membalikkan badannya menghadap Anton.


"Jangan lupa makan siang!" Ucap Anton sambil melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Elena yang masih berdiri di depan lemari besar itu.


Elena hanya tersenyum saat melihat Anton, karena sungguh pria itu adalah pria pertama yang Elena kagumi di perusahaan itu. Elena menganggap jika Anton adalah pria yang sangat baik, perhatian dan ramah ke setiap orang. Berbeda dengan Theo, bagi Elena Theo hanyalah pria paling menyebalkan yang pernah ada di dunia ini. Dan kalaupun di dunia ini hanya menyisakan satu orang pria dan itu Theo, Elena sudah pasti tidak akan memilih pria itu.


Wanita itu pun kembali pada pekerjaannya, setelah ia membersihkan patung-patung yang ada di lemari hiasan itu, ia segera membersihkan kaca besar yang ada di perusahaan itu. Ia dengan semangat membersihkan kaca besar itu, saat ia sedang naik kursi untuk membersihkan kaca bagian atas tiba-tiba badannya terasa seperti akan terjatuh..


  .


Saat dirasa ia akan terjatuh, tiba-tiba ada ...ebuah tangan kekar yang berhasil menahannya agar tidak terjatuh. Elena mencoba untuk membuka matanya dan melihat siapa yang sudah menolongnya, dan Elena pun terkejut saat mengetahui jika Theo lah yang sudah menolongnya. Ia langsung turun dari kursi itu dan menghampiri Theo.


"Terima kasih kau sudah membantuku Mr.Theo!" Ucap Elena sambil tersenyum ramah.


Theo hanya menganggukan kepalanya dan menatap tajam manik mata dari Elena. Elena yang merasa dirinya sedang di perhatikan oleh Theo menjadi salah tingkah dan tidak karuan. Elena pun mengutuki dirinya mengapa ia bersikap seperti ini saat berhadapan dengan Theo.


"Lain kali kalau kau sedang bekerja jangan ceroboh. Kalau tadi aku tidak ada disini mungkin kau sudah jatuh!" Ucap Theo sambil memasukan tangannya ke dalam saku celana.


Elena hanya mengangguk dan mengiyakan apa yang diucapkan oleh Theo.


"Kalau kulihat kau ceroboh lagi, aku akan mencium mu seperti tadi!"