Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 19



Elena berjalan menuju taman yang berada tepat dihalaman kantor, ia kembali teringat dengan ucapan-ucapan semua orang yang berbicara jika dirinya tidak pantas untuk menjadi kekasih Theo. Ia duduk sambil menyilangkan kakinya, tatapannya kearah depan namun terlihat sangat kosong. Seperti banyak beban yang kini tengah ia rasakan.


Seorang wanita cantik datang menghampiri Elena yang masih sangat nyaman dengan lamunannya. Elena terkejut karena wanita itu kini duduk disampingnya, wanita itu adalah Angel mantan kekasih Theo. Dalam hati Elena penuh dengan pertanyaan, ada apa Angel datang menemuinya.


Wanita itu tersenyum ramah pada Elena dan memeluk Elena dengan penuh kehangatan, sama persis saat wanita itu memeluknya di pesta pernikahannya beberapa waktu yang lalu. Elena hanya bisa membalas pelukan Angel, dan berharap jika wanita itu berbicara apa maksud dan tujuannya untuk datang menghampirinya.


"Angel!" Lirih Elena sambil tersenyum manis pada wanita yang masih menatapnya dengan rasa kagum.


"Elena! Senang bertemu denganmu kembali!" Jawab Angel sambil menggenggam tangan Elena.


Elena hanya tersenyum mendengar ucapan dari Angel, karena sejujurnya ada perasaan takut dan khawatir jika Angel datang menemui Theo dan membuat pria itu kembali mencintai Angel dan melupakan Elena yang sudah beberapa waktu ini dekat dengan Theo.


"Aku juga sangat senang bertemu denganmu Angel. Oh ya apa kau datang menemui Theo?" Tanya Elena dengan penuh ragu, ia takut jika ternyata Angel benar menemui Theo.


"Tidak! Aku memang berencana untuk menemui Theo, tapi aku melihatmu disini. Jadi aku lebih memilih untuk menghampirimu terlebih dahulu!" Ucap Angel sambil tersenyum ramah pada Elena.


"Kalau begitu temuilah Theo. Kurasa kau mempunyai urusan penting dengan Theo. Lagian aku juga harus kembali bekerja, karena waktu istirahatku sudah habis!" Ucap Elena sambil bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Angel.


***


Theo segera membereskan meja kerjanya yang terlihat berantakan, lalu tatapannya kembali tertuju pada wanita yang mulai melangkahkan kaki jenjangnya untuk menghampiri Theo yang masih tidak percaya dengan kedatangan wanita itu.


"Theo!" Ucap wanita itu dengan sangat lembut, dan berhasil membuat Theo kembali teringat dengan kenangan mereka dulu.


"Angel, ada perlu apa kau datang ke kantorku?!" Tanya Theo dengan tegas.


"Aku merindukanmu Theo! Aku minta maaf karena sudah meninggalkanmu begitu saja!" Ucap Angel mulai menangis dan memeluk Theo dengan sangat erat.


Theo terlihat kebingungan dengan apa yang dimaksud oleh Angel, wanita itu dengan tega meninggalkannya dan menikah dengan pria lain. Tapi sekarang wanita itu kembali dengan alasan merindukan Theo.


"Apa maksudmu?" Tanya Theo melepaskan pelukan dari Angel.


Angel tidak menjawab, ia hanya terus menangis dihadapan Theo dan membuat pria itu semakin kebingungan dengan tingkah Angel. Angel mengacak rambutnya dengan kasar, wanita itu terlihat sangat frustasi dan berharap Theo akan mengerti kondisinya saat ini.


"Aku sungguh tidak mengerti apa maksud dan tujuanmu datang kemari. Beberapa bulan yang lalu kau meninggalkanku dan menikah dengan pria lain, tapi sekarang kau datang sambil menangis seperti ini dan mengatakan bahwa kau merindukanku!" Ucap Theo bangkit dari duduknya dan menghindari Angel yang masih menunduk.


"Aku menyesal telah meninggalkanmu Theo!" Lirih Angel.