
Elena terlihat sangat cantik dan sempurna saat ia mengenakan gaun yang telah diberikan oleh Theo. Gaun berwarna merah dengan belahan dikakinya yang memperlihatkan kaki jenjang Elena yang begitu putih dan indah. Tak lupa ia memoleskan make up agar terlihat lebih sempurna dan menarik perhatian Theo. Rambutnya yang ia pilih dengan gaya disanggul dengan poni dan sedikit anak rambut yang jatuh membuatnya semakin cantik.
Elena menatap dirinya yang berbeda di cermin, sekarang ia terlihat lebih anggun dan sedikit lebih cantik dari biasanya. Pipinya yang merona menunjukkan bahwa ia kini tengah di mabuk kasmaran karena Theo si pria dingin yang ternyata romantis.
Namun Elena segera membuang pikirannya tentang Theo, ia tidak ingin suatu hari nanti harus terluka karena terlalu mengharapkan Theo yang sangat berbeda dari segi ekonominya. Tujuan Elena kali ini hanya ingin membantu Theo untuk menghadiri acara pernikahan mantan kekasihnya yang bernama Angel itu.
Elena membuka ponselnya dan ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Theo. Dan ada sebuah pesan yang disampaikan oleh pria itu, Elena lalu membaca pesan itu dan terkejut karena Theo sudah menunggunya lama dibawah.
Elena berlari kecil keluar kamar dan segera turun ke bawah untuk menemui Theo. Tatapan Elena kini tertuju pada pria itu yang terlihat tampan dengan balutan tuxedo berwarna hitam, yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang begitu gagah. Elena menelan salivanya karena ia sangat kagum melihat pria itu yang kini mulai menatapnya.
Elena merasa malu saat Theo tersenyum dan menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan matanya yang tidak berkedip. Begitupun dengan ibunya yang sama menatap Elena dengan tatapan yang penuh dengan rasa kagum. Wajah Elena kini terlihat seperti memerah karena diperhatikan oleh ibunya dan pria yang telah membuatnya jatuh cinta.
Elena tersenyum saat Theo meminta izin kepada ibunya dan ia pun langsung mencium tangan ibunya untuk segera pergi bersama dengan Theo. Elena sangat mengerti jika ibunya ini begitu menyukai Theo dan berharap Elena akan menjadi kekasih pria itu. Elena tersenyum tipis saat membayangkannya.
***
Hanya keheninganlah kini yang menemani Elena dan Nick didalam mobil. Tidak satupun diantara mereka yang mengeluarkan suara, berbeda dari hari-hari sebelumnya Elena yang tidak pernah berhenti untuk berbicara. Sesekali Elena melirik wajah tampan Theo yang masih saja fokus dengan setirnya.
Elena kembali memandangi sekitar lewat jendela mobil, kota yang dihiasi dengan lampu-lampu menyala membuat pemandangan diluar begitu indah bagi Elena. Ia tidak berani bersuara jika Theo tidak mengajaknya bicara lebih dulu. Elena hanya ingin menjaga imagenya, ia ingin terlihat seperti wanita mahal yang tidak mudah untuk berbicara dengan orang lain.
Berbeda dengan Elena yang kini tengah menikmati pemandangan diluar, tatapan Theo masih lurus menatap jalanan didepan. Perasaannya kini begitu hancur saat ia akan menghadiri acara pernikahan mantan kekasihnya, wanita yang selama ini sangat ia cintai dengan tulus. Wanita yang selalu ia nantikan beberapa tahun dan pada akhirnya wanita itu kembali dengan membawa surat undangan pernikahannya.
Theo membuang mukanya ke kanan agar Elena tidak melihatnya menangis, pria itu menepis kasar air matanya yang mulai turun membasahi pipinya. Bagaimana pun ia harus bisa menerima ini semua, ia harus ikhlas melepaskan Angel wanita yang pernah menghiasi harinya untuk berbahagia dengan pria pilihannya.
***
Theo menghentikan mobilnya di parkiran gedung mewah yang menjadi tempat pernikahan Angel. Theo menguatkan hatinya untuk bertemu dengan Angel dan pria yang akan menjadi suaminya. Theo menghela nafasnya dan kemudian membuka pintu mobil untuk keluar.
Ia meraih tangan wanita yang kini berada disampingnya, dan membuat wanita itu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Theo. Ia mengenggam tangan Elena dengan sangat erat dan mulai memasuki gedung mewah tersebut.
Tatapan Theo kini tertuju pada seorang wanita cantik yang menggunakan gaun pengantin berwarna putih. Wanita itu terlihat cantik dan begitu sempurna dengan mahkota yang menghiasi rambutnya. Theo kembali menahan air matanya untuk tidak turun membasahi pipinya. Ia berjalan menuju pelaminan dengan tangan yang masih mengenggam Elena.
"Selamat Angel! Ku harap kau selalu bahagia bersama suamimu!" Ucap Theo yang terdengar begitu lembut namun menyakitkan untuk Angel.
"Terima kasih kau sudah bersedia datang di acara pernikahanku Theo!" Ucap Angel sambil memberikan tangannya pada Theo untuk bersalaman.
"Oh ini kekasihmu! Hai siapa namamu? Kau terlihat sangat cantik sekali. Pantas saja Theo sangat mencintaimu!" Ucap Angel memeluk Elena dengan sangat lembut.
Elena yang terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa ia hanya tersenyum manis dan membalas pelukan Angel yang begitu hangat dan lembut. Kini ia mengerti mengapa Theo sangat mencintai Angel, karena wanita ini penuh dengan kelembutan.
"Hai aku Elena!" Ucap Elena dengan ramah dan kembali menganggam tangan Theo. Ia seperti terlihat ingin menguatkan Theo saat ini dan tidak membuat pria itu bersedih.
"Kami permisi!" Ucap Theo dan segera membawa Elena untuk menghindar dari pelaminan itu.
***
Elena hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Theo, kemana pun pria itu membawanya ia akan mengikutinya. Karena Elena sangat mengerti dengan perasaan Theo saat ini. Pria itu terlihat sangat hancur dan rapuh saat melihat Angel bersanding dengan pria lain.
Elena tersenyum manis pada Theo saat mereka berhenti di taman belakang gedung pernikahan itu. Elena tidak ingin melepaskan tangannya dari genggaman Theo, karena ia masih ingin menguatkan pria yang kini berada dihadapannya.
"Kau harus kuat Theo!" Ucap Elena langsung memeluk Theo tanpa seizin pria itu.
Theo hanya pasrah dengan pelukan yang diberikan oleh Elena, karena saat ini yang ia butuhkan hanyalah pelukan hangat dari seseorang. Dan Theo merasa bersyukur wanita yang kini memeluknya sangat mengerti dengan keadaannya saat ini.
"Aku kuat dan kau tidak usah mengira jika aku ini lemah!" Ucap Theo yang mencoba untuk mencairkan suasana hatinya yang masih terasa hancur.
"Aku tahu perasaanmu saat ini! Kau tidak perlu khawatir karena aku akan selalu ada untukmu disaat kau merasa sedih!" Ucap Elena terdengar begitu lembut dan tulus ditelinga Theo.
Theo langsung menarik tubuh Elena dan memeluknya dengan sangat erat, Theo mengangkat wajah Elena dan mencium bibir wanita itu dengan sangat lembut. Theo melepaskan ciumannya itu dan tersenyum saat melihat wajah Elena yang seperti terkejut dengan apa yang dilakukan olehnya.
"Terima kasih karena kau selalu mengerti keadaanku Elena!" Ucap Theo tersenyum dan mengenggam tangan Elena.