
Elena yang penasaran dengan maksud Angel yang berniat menemui Theo pun mengikuti wanita itu dari belakang. Ia seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya dari dalam ruangan Theo sana. Angel menangis dan berkata jika ia menyesal karena telah meninggalkan Theo dan menikah dengan pria lain.
Air mata Elena kini mengalir dengan sangat deras, hatinya bagaikan tertusuk oleh puluhan duri. Kesempatannya untuk mendapatkan Theo seperti akan musnah begitu saja dengan kembalinya Angel pada Theo.
Elena yang tidak bisa menahan air matanya pun kini menjatuhkan dirinya di depan ruangan Theo. Rasa cintanya pada Theo sudah sangat mendalam, dan sangat besar harapan Elena untuk bisa menjadi kekasih Theo. Elena langsung menghapus air matanya itu agar tidak terlihat oleh orang lain jika dirinya sedang menangis hanya karena Angel dan juga Theo.
Elena memilih untuk bangkit dan pergi meninggalkan tempat itu, ia tidak ingin menyakiti hatinya semakin jauh. Ia memutuskan untuk kembali ke bawah dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan Angel tadi.
Elena mengutuki dirinya sendiri, rasa penasaran yang menghantuinya itu justru membuat ia sangat terluka dengan pembicaraan yang didengarnya tadi didepan ruang kerja Theo. Dengan hati yang masih tidak tenang Elena mengambil sebuah alat pembersih kaca dan memulai pekerjaannya kembali.
"Kau harus sadar diri Elena! Kau tidak pantas untuk mendapatkan Theo!" Ucap Elena pada dirinya sendiri.
***
Theo masih terlihat sulit mencerna kata yang disampaikan oleh Angel. Wanita itu menangis dengan sangat keras dan menyesali dirinya karena sudah meninggalkan pria yang selama ini tulus mencintainya. Terbesit rasa iba dan ingin kembali membawa Angel dalam pelukannya, namun Theo mengurungkan niatnya karena saat ini hanya ada satu nama wanita yang terukir indah dihatinya.
"Kau bilang jika kau menyesal telah meninggalkanmu Angel? Kemana saja kau selama ini? Kau membuatku menunggumu hingga beberapa tahun, kau tahu aku sangat tersiksa dengan rasa rindu karena selama ini kau tidak pernah menghubungiku sama sekali!" Ucap Theo yang terdengar sangat marah dan kecewa pada Angel.
"Dan sekarang kau datang padaku setelah kau menikah dengan pria lain. Dan lebih parahnya lagi kau bilang jika kau menyesal telah meninggalkanku? Dimana hati dan pikiranmu Angel? Kau bukan hanya menyakiti aku tapi kau juga menyakiti perasaan suamimu sendiri. Kau memang wanita yang tidak mempunya hati Angel!" Lanjut Theo sambil memukul meja dengan sangat keras dan membuat wanita itu semakin ketakutan dengan apa yang dilakukan oleh Theo.
"Berhenti Theo! Kau jangan seperti ini, aku sungguh menyesal meninggalkanmu dan menikah dengan Daniel!" Akhirnya Angel membuka suara dan bangkit dari duduknya menghampiri Theo yang masih berdiri dengan menyimpan kedua tangannya dipinggang.
Angel berjalan mendekati Theo dan mulai memeluk pria itu dengan sangat erat. Ia menciumi leher Theo dan mengecup bibir Theo dengan penuh kelembutan. Theo terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Angel, ia sungguh tidak percaya dengan apa maksud wanita ini.
"Kau gila!" Ucap Theo sambil menaikan nada bicaranya.
"Aku sudah melupakanmu dan aku mencintai wanita lain. Kumohon pergilah kau dari ruanganku!" Ucap Theo berjalan dan duduk di kursi tempat kerjanya.
"Pergi!" Lanjut Theo dengan berteriak.
Angel hanya bisa menangis dan keluar meninggalkan ruangan Theo. Perasaannya terlihat sangat hancur setelah mendapatkan perlakuan kasar dari Theo, pria yang pernah mencintainya dengan sangat tulus.