
Sudah lewat beberapa minggu setelah pertemuan Elena dengan kedua orang tua Theo, dan Elena masih tidak menyangka bahwa orang tua Theo dapat menerimanya dengan sangat baik tanpa melihat perbedaan status mereka yang terbilang cukup jauh. Elena tidak pernah bisa berhenti tersenyum karena ia merasa sangat bahagia dalam waktu beberapa minggu lagi ia dan Theo akan melangsungkan pernikahan mereka.
Hari ini Elena terlihat sudah sangat rapih menggunakan baju casual yang membuat dirinya terlihat sangat cantik dan elegan. Tak lupa ia pun memoleskan sedikit make up di wajahnya agar tidak terlihat pucat, rambutnya ia biarkan tergerai dengan sangat indah dan menambah kecantikannya.
"Kau terlihat sangat bahagia sayang! Aku sangat senang mendengar kabar kalau kau akan segera menikah dengan Theo!" Ucap Ibunya sambil memeluk Elena dengan sangat lembut dan penuh dengan kehangatan.
"Ibu! Aku juga sangat bahagia dan sudah tidak sabar untuk menikah dengan Theo," Jawab Elena sambil tersenyum dan membalas pelukan ibunya.
Elena telah bersiap dan Theo sudah menunggunya diluar, hari ini adalah hari dimana mereka akan melakukan fitting baju pengantin mereka. Dan Eveline, ibu Theo sudah mengirimkan alamat sebuah butik ternama yang akan menjadi pilihan keluarga mereka. Theo tersenyum manis saat melihat Elena terlihat sangat cantik dengan senyumannya yang tidak pernah luntur di bibir mungil wanita itu.
"Kau sudah siap?" Tanya Theo sambil meraih dan menggenggam tangan Elena.
Elena tidak menjawab ia hanya mengangguk pelan dan berjalan mengikuti Theo menuju mobil setelah mereka berpamitan pada ibunya Elena. Ibu Elena memilih untuk tidak ikut karena hari ini banyak sekali pesananĀ kue yang datang dan tidak mungkin untuk ibunya meninggalkan semua pesanan yang menumpuk itu.
***
Sepasang kekasih muda itu baru saja sampai di sebuah butik ternama yang di rekomendasikan oleh ibunya Theo, Elena sangat terkejut karena melihat keindahan yang berada di butik tersebut. Banyak sekali pilihan gaun pengantin yang sangat bagus dan cantik, dan jujur membuat Elena semakin bingung untuk memilih yang mana.
"Kau sudah menemukan pilihanmu sayang?" Tanya Theo dan meraih pinggang Elena.
"Aku suka yang itu!" Tunjuk Elena pada gaun yang sejak tadi sudah menjadi perhatiannya.
Tanpa berlama pun Theo langsung meminta pegawai butik tersebut untuk mengambil gaun itu dan mengantarkan Elena untuk mencoba gaun tersebut di ruang ganti. Pegawai itu pun hanya mengangguk dan tersenyum, lalu meminta Elena untuk mengikutinya menuju ruang ganti.
***
Theo sudah menunggu beberapa menit untuk Elena yang masih berada di ruang ganti untuk mencoba gaun pengantin yang menjadi pilihannya. Tatapan Theo tertuju pada tirai yang mulai terbuka dan memperlihatkan seorang wanita cantik dengan balutan gaun yang sangat indah.
Theo tidak bisa memalingkan pandangannya dari wanita yang berada dihadapannya, wanita yang sangat ia cintai dan tidak akan lama lagi akan menjadi istrinya. Theo merasa sangat terharu saat mengingat jika sebentar lagi dirinya akan menikah dengan seorang wanita yang mampu menyembuhkan lukanya dimasa lalu. Luka yang sebelumnya ia berpikir untuk tidah bisa disembuhkan, namun ternyata pikirannya itu salah. Luka hatinya karena masa lalu kini telah terobati dan tergantikan dengan kebahagiaan yang tidak ternilai.
"Kau sangat cantik sayang! Aku sudah tidak sabar untuk segera menikah denganmu!" Ucap Theo sambil memeluk dan mencium kening Elena dengan sekilas karena merasa malu ada banyak pegawai butik yang saat ini sedang menyaksikan kebahagiaan mereka berdua.