Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 24



Beberapa bulan kemudian...


Elena berdiri didepan cermin besar dan tersenyum saat melihat dirinya, ia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna salem yang melekat indah membentuk tubuhnya. Perasaannya hari ini sedang tidak karuan, diantara bahagia dan juga takut. Hari ini Theo akan mengajaknya makan malam bersama keluarga besar Theo sekaligus memperkenalkan Elena sebagai kekasihnya.


Elena ragu dan sempat mengatakan pada Theo jika dirinya belum siap jika harus bertemu langsung dengan keluarga besar Theo. Ia sudah sangat yakin jika keluarga Theo tidak akan menerimanya dengan baik, mungkin saja keluarga besar Theo akan langsung mengusirnya saat ia datang.


Elena menghela nafasnya dengan kasar, dia mencoba untuk memberanikan diri dan ikut pergi makan malam bersama keluarga besar Theo. Karena pria itu sudah selalu meyakinkannya jika keluarga besarnya akan menerima Elena dengan sangat baik.


"Kau sudah lama menungguku?" Tanya Elena yang sudah sampai di lantai bawah, dan dilihatnya Theo sedang mengobrol bersama dengan ibunya sambil bersenda gurau.


"Tidak! Aku baru saja sampai, dan kalau pun aku harus menunggu lebih lama aku akan siap menunggu tuan putriku yang sangat cantik ini!" Goda Theo pada Elena dan berhasil membuat Elena dan ibunya tertawa mendengar ucapan yang disampaikan oleh Theo.


Theo bisa merasakan kehangatan di keluarga Elena, kehidupan mereka yang sangat sederhana namun mereka selalu dihiasi dengan kebahagiaan yang tidak pernah bisa ternilai. Berbeda dengan dirinya, hidupnya yang sangat bergelimang harta namun ia selalu saja merasa kesepian karena orang tuanya yang selalu saja sibuk dengan urusan mereka, sehingga membuat Theo selalu merasa kesepian. Dan Theo merasa sangat bersyukur dipertemukan dengan wanita sederhana seperti Elena, yang selalu membuat hari-harinya berwarna dan membuatnya kembali merasakan bahagia.


"Kau ini selalu saja menggodaku seperti itu!" Ucap Elena sambil memukul pelan bahu kekar milik Theo.


"Karena kau kekasihku! Calon istriku, jadi hanya aku lah yang bisa menggodamu. Tidak boleh ada pria lain yang berani untuk menggodamu seperti aku ini!" Ucap Theo melipatkan tangannya didada.


"Baik bu kami pamit! Aku akan mengantarkan Elena pulang nanti!" Ucap Theo sambil mencium tangan ibu Elena.


***


Suasana dalam mobil terasa sangat sunyi, tidak ada diantara mereka yang membuka suara. Theo masih terlalu fokus pada memandang jalanan didepan, dan Elena yang sedang sibuk menguatkan hati untuk bertemu dengan keluarga besar Theo. Keluarga yang sangat terpandang di ibu kota ini, sedangkan dirinya hanyalah orang biasa bahkan belum tentu ada yang mengenalnya selain orang yang berada disekitarnya.


Tiba-tiba saja sebuah tangan kekar meraih tangan Elena dan menyadarkan Elena dari lamunannya. Kini pria disampingnya menggenggam erat tangannya dan mengecup lembut tangan mungil Elena, ia dapat merasakan jika Theo sangat mencintainya dilihat dari setiap hal kecil yang Theo lakukan padanya selalu penuh dengan kelembutan.


Hati Elena semakin berdebar saat mobil mereka tiba di depan restoran mewah yang menjadi tempat pilihan keluarga besar Theo untuk makan malam bersama. Elena menatap Theo dengan penuh ragu dan takut, Theo memeluk Elena dan mencoba untuk memberikan ketenangan pada wanita itu.


"Kau tidak perlu takut, mereka akan menyambutmu dengan baik. Percayalah padaku sayang!" Ucap Theo mengecup kening Elena.


"Baiklah!" Lirih Elena dengan suara yang terdengar sangat pelan.