Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 13



"Kau!" Ucap Elena sambil tersenyum kepada Theo.


Theo yang mendengar ucapan Elena langsung terdiam sejenak, mencoba untuk mencerna apa yang dimaksud oleh wanita dihadapannya ini. Ia masih bingung bagaimana bisa seorang Elena kagum terhadap dirinya yang selalu bersikap menyebalkan dan juga dingin kepada wanita yang berada dihadapannya itu.


Theo masih menatap Elena dengan penuh tanya, wanita itu yang kini tengah sibuk melahap menu makan malam yang disajikan oleh pramusaji restoran mewah tersebut. Elena seperti orang polos dengan apapun yang dibicarakannya, namun selalu membuat Theo bingung. Theo masih mencoba untuk mencerna ucapan dari mulut Elena itu.


"Bagaimana bisa kau mengagumiku Elena?" Tanya Theo yang berhasil membuat Elena berhenti melahap makan malamnya itu.


"Kau adalah seorang pria yang begitu setia terhadap satu wanita. Bahkan setelah aku mendengar ceritamu tadi, kau begitu sabar menunggu Angel kembali. Namun saat wanita itu kembali, ia akan segera menikah dengan pria lain. Aku kagum karena kau begitu setia dan juga baik pada wanita yang kau cintai!" Ucap Elena sambil menatap tajam mata indah milik Theo.


Theo terenyuh mendengarkan apa yang diucapkan oleh Elena, bahkan Angel yang menjadi kekasihnya selama beberapa tahun tidak pernah mengatakan hal seperti itu, namun Elena wanita yang baru ia kenali selama beberapa bulan karena bekerja di perusahaannya itu berhasil membuat Theo terenyuh dengan ucapannya.


Theo membalas senyuman yang diberikan oleh Elena, ternyata rasa kagumnya tidak bertepuk sebelah tangan. Ia merasa senang saat mendengar bahwa Elena pun mengagumi dirinya seperti apa yang diucapkan oleh wanita itu tadi. Meskipun Theo tidak yakin bahwa ia dapat jatuh cinta kepada Elena. Karena hatinya kini masih terasa sangat hancur dan ia tidak ingin menyakiti wanita sebaik Elena.


"Kau tahu pria sepertimu sudah jarang kutemukan pada masa sekarang! Dan beruntung sekali wanita yang nantinya akan menjadi istrimu, aku sangat yakin bahwa wanita yang akan menjadi istrimu kelak akan sangat bahagia karena memiliki seorang pria sepertimu!" Ucap Elena lalu meneguk air yang berada disebuah gelas dihadapannya.


"Aku ingin melihatmu bahagia Theo! Tidak seperti dikantor tadi kau terlihat begitu hancur!" Lanjut Elena.


Entah perasaan apa yang kini dirasakan oleh Theo, ia merasa sangat tenang saat ia sudah bercerita kepada Elena. Ia merasa bersyukur karena Tuhan telah menghadirkan Elena dalam hidupnya, karena hanya Elena lah yang bersedia untuk menjadi pendengar yang baik untuknya.


Meskipun Theo sering bercerita kepada Anton, tapi pria itu selalu berkata bosan jika harus mendengarkan Theo berbicara tentang Angel. Karena Anton terlihat tidak menyukai wanita bernama Angel itu yang sudah berulang kali menyakiti Theo.


"Terima kasih Elena, kau sudah membuatku lega karena kau sudah bersedia menjadi pendengar yang baik untukku!" Ucap Theo sambil tersenyum kepada Elena.


***


Pukul 00.15


Elena sudah kembali ke rumahnya dan ia mencoba untuk membaringkan tubuhnya diatas kasur. Ia masih merasa sangat bahagia karena ia sudah dinner bersama dengan Theo, yang tak lain adalah bosnya ditempat ia bekerja.


Elena merasa bahwa dirinya kini sudah terjebak dalam permainan yang sudah direncanakannya, ia merencanakan agar Theo jatuh cinta kepadanya. Namun kenyataannya ia seperti merasa jatuh cinta kepada Theo, meskipun ia tidak mengerti apa itu jatuh cinta. Tapi semenjak tadi ia melakukan makan malam bersama dengan Theo ia merasakan hatinya seperti berbunga-bunga.


Elena kini tersenyum saat ia membuka ponselnya, ia tersenyum karena ada sebuah notif pesan yang disampaikan oleh Theo. Pria itu mengucapkan terimakasih karena Elena sudah bersedia untuk menemani Theo makan malam dan juga mendengarkan keluh kesah pria itu. Elena membalas pesan singkat itu dengan hati yang sangat bahagia, lalu bahagianya semakin bertambah saat Theo menyuruhnya istirahat dan bertemu kembali dengan pria itu besok.


"Ya Tuhan bagaimana ini bisa terjadi? Aku seperti orang yang jatuh cinta kepada bosku sendiri!" Lirih Elena sebelum memutuskan untuk memejamkan matanya yang mulai mengantuk.


***


Elena terbangun lebih pagi dari biasanya, ia sudah bersiap dengan seragam kerjanya. Saat ini wanita itu tengah sibuk dengan urusannya di dapur, ia berencana untuk membuatkan sarapan untuk Theo. Dan sebelumnya Elena sudah mengirim pesan kepada Theo bahwa ia akan membuatkannya sarapan pagi, dan Elena tersenyum saat Theo membalasnya dan menyetujui atas tawaran Elena.


Hilda menghampiri anaknya yang sedang sibuk memasak didapur, ia tersenyum dan memeluk anaknya itu. Elena membalas senyuman dan pelukannya kepada Hilda.


"Tidak perlu bu! Aku sedang menyiapkan sarapan untukmu dan juga untuk Theo!" Ucap Elena yang mulai menuangkan hidangan yang telah dibuatnya.


"Theo?" Tanya Hilda sambil menggoda anaknya itu.


Elena hanya mengangguk dan tersenyum, saat semuanya sudah selesai ia segera pamit kepada ibunya dan segera berangkat untuk bekerja.


"Semoga kau segera menemukan kebahagiaanmu nak!" Lirih Hilda menatap Elena yang semakin menjauh.


***


Kini Elena sudah sampai di kantor dan ia segera bersiap-siap untuk melakukan pekerjannya. Kantor ini masih sangat sepi dan dia adalah orang pertama yang datang di pagi ini. Elena mulai melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Theo, ia menyimpan kotak nasi yang sudah ia buat di meja kerja Theo dengan menyelipkan kertas yang bertuliskan 'jangan lupa untuk sarapan dan ku harap hari ini kau akan bahagia'.


Elena kembali keluar dan memulai pekerjaannya dengan penuh semangat, ia mulai membersihkan lobby terlebih dahulu. Entah mengapa ia merasa bahwa pagi ini ia sangat bersemangat dan hatinya terasa sangat bahagia.


Hingga tatapannya tertuju pada seorang pria bertubuh kekar yang kini sedang berjalan menghampirinya, pria itu tersenyum lebar saat menghampiri Elena yang masih sibuk memegang sapu ditangannya.


"Selamat pagi pak Theo!" Ucap Elena sambil tersenyum kepada Theo.


"Anak pintar, kau mampu menempatkan posisi saat menyebut namaku dan juga sebutan pak saat dikantor!" Ucap Theo tersenyum manis kepada Elena. Elena tidak pernah melihat Theo tersenyum seperti ini sebelumnya.


"Selamat pagi Elena, kau bilang bahwa kau sudah membuatkan sarapan untukku bukan?" Tanya Theo.


Elena mengangguk dan tersenyum.


"Sudah ku siapkan di meja kerjamu Pak Theo!" Ucap Elena sambil tersenyum ramah kepada Theo.


Theo pun tersenyum dan segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruang kerjanya. Elena yang melihat nya tersenyum saat pria itu sudah berjalan jauh meninggalkannya sendiri di lobby.


***


Theo tersenyum saat ia masuk ke ruang kerjanya dan melihat sebuah kotak nasi yang tersimpan rapih diatas meja kerjanya. Ia segera melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya itu.


Ia tersenyum saat ia melihat sebuah kertas yang ditulis oleh Elena, ia pun langsung membuka kotak nasi itu. Dan dilihatnya nasi goreng spesial ditambah olesan senyum yang dibuat dari saos membuat Theo semakin sayang untuk menghabiskan nasi itu.


Theo pun sudah tak sabar untuk mencicipi sarapan yang sudah Elena siapkan untuknya. Ia segera menyuapkan sendok yang berisi nasi goreng itu kepada mulutnya. Dan ia terkejut saat ia mencerna makanan yang dibuatkan oleh Elena, rasa dari nasi goreng itu sangat enak dan cocok dilidah Theo. Tanpa perlu waktu lama pun Theo sudah berhasil menghabiskan nasi goreng tersebut.


Dan Theo tersenyum saat menutup kembali kotak nasi itu, ini adalah kali pertama ia dibuatkan sarapan oleh seorang wanita yang bukan pelayannya dirumah. Bahkan selama ia menjalin hubungan dengan Angel, Angel sama sekali tidak pernah membuatkan ia sarapan seperti apa yang dilakukan oleh Elena.


"Kau adalah wanita baik yang pernah ku kenal Elena!" Lirih Theo.