Cheerful Girl And Cold CEO

Cheerful Girl And Cold CEO
Bab 25



Elena berjalan untuk masuk ke dalam restoran mewah itu dengan perasaan yang semakin gugup, jantungnya berdebar sangat cepat dari biasanya. Tangan Elena yang terus digenggam oleh Theo, pria itu seakan memberi kekuatan untuk Elena dan memberikan ketenangan untuk Elena. Sesekali mata Theo melirik Elena dengan sekilas dan tersenyum penuh dengan kelembutan.


Tatapan Elena kini tertuju pada dua pasangan paruh baya yang tak lain adalah orang tua Theo, meskipun usia mereka sudah memasuki kepala lima namun penampilan mereka terkesan modis dan juga terlihat sangat mewah, dan membuat Elena kembali malu dengan posisinya yang sangat jauh berbeda dengan keluarga Theo.


Elena mengikuti langkah Theo yang semakin mendekat pada meja orang tuanya itu, Theo tidak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Elena dan Elena tersenyum ramah pada orang tua Theo yang kini sedang menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Elena berpikir jika orang tua Theo tidak nyaman dengan keberadaannya disana.


"Selamat malam!" Sapa Elena dengan suara yang pelan karena ia merasa sangat gugup ketika menyapa kedua orang tua Theo.


"Malam! Siapa namamu?" Tanya Eveline, ibu dari Theo dengan senyuman ramah yang terukir di wajah cantiknya.


č"Namaku Elena tante!" Ucap Elena sambil tersenyum dan mencoba mengontrol perasaannya yang semakin tidak karuan itu.


Elena terkejut saat Eveline bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati dirinya, Eveline memeluk Elena dengan penuh kehangatan dan juga kelembutan. Ternyata Elena telah salah menilai orang tua Theo, mereka menyambut Elena dengan sangatt ramah dan membuat Elena menjadi merasa bersalah karena sudah berpikiran yang tidak benar terhadap dua orang paruh baya yang berada di depannya.


"Kau sangat cantik Elena! Dan kau terlihat sangat ramah dan juga baik hati. Pantas saja Theo sangat mencintaimu!" Ucap Eveline menatap wajah cantik Elena yang kini sedang tersenyum manis.


"Kenapa kau tidak memilih Elena dari dulu Theo? Kau malah memilih Angel wanitcr yang tidak pernah bersyukur memilikimu. Bahkan dia dengan tega menyakitimu berulang kali, dan aku mendengar kabar jika dia menikah dengan pria lain!" Ucap Marck, Ayah dari Theo


Theo tidak menjawab ucapan dari ayahnya, ia hanya tertawa kecil saat mendengar pernyataan yang disampaikan oleh ayahnya itu. Dalam hidupnya tidak ada rasa penyesalan karena telah menjalin hubungan kasih bersama Angel, justru Theo menjadikan luka yang telah diberikan oleh mantan kekasihnya itu sebagai pembelajaran berharga untuk kedepannya. Dan kini ia merasa bersyukur karena memiliki kekasih seperti Elena, wanita sederhana dan tidak pernah menuntut apapun t er bahkan yang paling terpenting Elena selalu memahami kondisi  Theo.


"Kapan rencana kalian untuk menikah?" Tanya Eveline menggoda Elena dan juga Theo.


Elena dan Theo merasa terkejut dan mereka kini saling bertatapan, rasa takut dan khawatir Elena seketika pergi begitu saja. Kini yang ia rasakan hanyalah bahagia dan terharu karena diterima dengan sangat baik oleh orang tua Theo, pria yang sangat dicintainya.


"Secepat mungkin aku akan menikahi Elena mom!" Ucap Theo dengan sangat tegas, dan kembali membuat Elena semakin terharu. Terlihat dari matanya yang kini mulai memerah karena menahan tangis.


Elena kini tidak bisa menahan air matanya untuk tidak turun membasahi pipinya. Perasaannya saat ini sangatlah bahagia karena ia mendapatkan restu untuk menikah dengan Theo, pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta. Theo langsung meraih Elena untuk masuk kedalam pelukan pria itu.


"Aku sangat mencintaimu Elena!" Lirih Theo sambil mengecup kening Elena dan membuat orang tuanya tersenyum bahagia menyaksikan keromantisan Elena dan juga Theo.