CEO AND I

CEO AND I
4. Beside Me



"Kenapa kita ada disini???".


"Kau bilang benci ada di apartemen kan!!!."


"Jadi karena itu kita kesini???."


"........."


"Heii................"


Ha Neul menarik nafas kesal. Minggu, seharusnya menjadi hari libur kerja yang ia nantikan, tapi Taek Won malah seenaknya mengetuk pintu apartemen kakaknya, bermain dengan kedua keponakan kembarnya bahkan tertidur di kamar kakaknya itu sampai menjelang makan malam.


Begitu bangun, pria itu berkata bahwa ia ingin main di taman bermain.


"Ini sudah jam setengah 11 malam, kau tau, taman bermain sudah tutup jadi tak ada gunanya..........



Tiba-tiba seluruh lampu di taman bermain menyala, dan semua permainan ikut menyala.


"Uang selalu bisa digunakan dalam kondisi apapun, dimana pun dan kapanpun. Nah, bagaimana kalau kita naik yang itu."


"........"😐


Taek Won menarik tangan Ha Neul yang mau tidak mau terpaksa mengikuti pria itu menaiki kuda??.


"Selain komik dan game online, kau juga suka taman bermain ya??." Tanya Ha Neul lagi. Taek Won kembali diam tak memberi respon dan setelah bosan menaiki kuda yang terus berputar itu, ia menarik tangan Ha Neul dan mengajak gadis itu menuju rumah hantu yang langsung ditolak mentah-mentah oleh gadis itu.


"Mereka kan tidak nyata." Taek Won masih menarik tangan Ha Neul.


"Bagimu. Tapi kalau kau bisa melihat mereka dengan mata kepalamu sendiri ku jamin kau tak kan pernah mau bermain dengan hal-hal seperti ini." Kali ini Ha Neul yang menarik tangan Taek Won dan mengajaknya pergi dari situ.


"Padahal aku sudah buatkan ice cream coklat tadi pagi." Ha Neul berkata sambil menatap ice cream coklat yang berhasil masuk separuhnya kedalam mulut Taek Won. Mereka baru saja selesai mengelilingi taman bermain dan memainkan semua permainan yang ada di taman itu kecuali rumah hantu yang sengaja Ha Neul lewatkan.


Mendengar perkataan Ha Neul, Taek Won tiba-tiba melempar ice cream di tanganya ke kotak sampah dan segera mengajak Ha Neul pulang.


"Kan tidak perlu sampai dibuang seperti itu." Komentar Ha Neul sambil mengikuti Taek Won.


"Lalu sisanya mau kau makan??. Aku sih tidak sudi memakan sisa orang lain." Taek Won segera masuk ke dalam mobil dan menarik tangan Ha Neul yang tadi ingin duduk di kursi depan, ia memaksa gadis itu duduk di sebelahnya.


"Tapi kau kan bisa menghabiskannya." Ha Neul terpaksa duduk di samping Taek Won, rasanya pria itu pernah berkata kalau ia tidak suka orang lain berdekatan dengannya, sedikit heran juga kenapa kali ini pria itu malah memaksanya seperti itu.


Sesampainya di apartemen, Taek Won segera menuju ke kamarnya sementara Ha Neul mengeluarkan ice cream dan cake coklat yang tadi pagi di buatnya lalu membawanya ke kamar Taek Won karena sepertinya pria itu berniat menghabiskan makanan itu di kamarnya.


" .......😐😐😐Ma'af........"😳


"????"


Ha Neul masih berdiri di depan pintu, sedikit terkejut karena tidak sengaja menyaksikan Taek Won yang sedang berganti pakaian. Untung saja pria itu belum sempat melepas handuk yang melilit di pinggangnya kalau tidak, suara teriakan memalukan pasti terdengar di apartemen itu. Ha Neul buru-buru keluar dan berbalik. Wajahnya jelas memerah karena malu.


"Masuklah!!!." Perintah Taek Won dari dalam kamar. "Temani aku menonton!!." Tambahnya, setelah Ha Neul memasuki kamar.


"Apa???."


"Kau tuli ya??, aku bilang temani aku menonton!!." Taek Won berjalan kearah tempat tidur dan duduk bersandar disana lalu menghidupkan TV layar datar super besar di dinding kamar.


"Kenapa??, kau tidak suka film nya??. Ma'af saja, kalau film romantis sih aku tidak punya."


Ha Neul masih berdiri sambil memegang ice cream dan cake coklat, bingung apa ia juga harus ikut duduk di tempat tidur pria itu atau segera pergi dari kamar itu sebelum pikiran negatif mengganti image 'pria aneh' yang ia sematkan dengan image baru yaitu 'pria mesum'.


"Kau tenang saja, aku tidak tertarik dengan anak kecil, dan film yang ku putar juga tidak ada adegan dewasanya." Taek Won berkata sambil menyibukkan diri memilih judul film kartun yang akan ia tonton.


"Bagaimana kalau kau nikmati saja film nya sendiri dan aku langsung pu.........


Taek Won menatap Ha Neul dengan pandangan tajam, pria itu berdiri dan mengambil makanan yang dipegang Ha Neul lalu meletakkannya di atas tempat tidur. Kemudian menarik tangan Ha Neul dan memaksa gadis itu untuk ikut duduk di atas tempat tidur dan menemaninya menonton.


Rasa canggung hanya berlangsung beberapa detik saja, karena Ha Neul yang memang penyuka film animasi dan kartun langsung ikut tertawa bersama Taek Won menyaksikan para minion berwarna kuning itu menunjukkan aksi lucu mereka.


 


 


Taek Won menyelimuti Ha Neul yang ketiduran setelah selesai menonton film tadi, sama sekali tak berniat membangunkan gadis itu. Ia malah ikut-ikutan membaringkan dirinya disebelah Ha Neul dan tersenyum menatap wajah gadis yang tertidur pulas itu.


Pagi tadi saja, suasana hatinya benar-benar buruk karena mendapat telepon dari asistennya di perusahaan. Efek dari pertengkaran dengan bibinya seminggu yang lalu berdampak pada menurunnya para investor yang mau bekerja sama dengan perusahaan dan bahkan ada yang membatalkan kontrak.


Selesai mengurusi urusan perusahaan sampai jam 12 siang di hari libur, Taek Won mendapati apartemennya sepi. Ia baru ingat kalau Ha Neul tidak bekerja pada hari minggu dan entah kenapa Taek Won mendadak benci sendirian. Ia menelpon Ha Neul berkali-kali tapi sama sekali tidak diangkat. Akhirnya Taek Won memutuskan datang ke apartemen gadis itu berniat memarahinya karena tidak mengangkat telpon.


Tapi begitu melihat si kembar yang berumur 3 tahun itu muncul di balik pintu, niat Taek Won langsung hilang.



Ia akhirnya malah mengajak si kembar bermain bahkan sampai ketiduran bersama kedua makhluk imut itu.


Pukul sepuluh malam Taek Won terbangun dan sadar ia masih berada di kamar kakak perempuan Ha Neul bersama si kembar. Berniat segera pulang karena merasa tidak enak tidur di tempat orang lain, ia malah mendengar pembicaraan antara Ha Neul dan kakak perempuannya itu tentang dirinya.


"Bukankah ia lebih seperti orang yang kesepian???. Dari gosip yang ku dengar dari para tetangga. Jung Taek Won itu dibenci keluarganya karena tiba-tiba muncul dan mengambil alih perusahaan. Padahal dulunya ia bekerja di salah satu perusahaan IT ternama dan tidak pernah benar-benar menampakkan wajahnya ke depan publik, karena ia anak hasil selingkuhan, dan ibu kandungnya adalah seorang *******, gosipnya lagi dia itu CEO perusahaan IT paling terkenal di Korea." Kim Ha Na berkata sambil membantu Ha Neul menghias cake.


"Kakak sebaiknya berhenti mendengar gosip seperti itu, Jung Taek Won kan sudah berbaik hati membantu kita, jadi kita tidak boleh ikut-ikutan menggosipinya, dan mungkin saja itu semua hanya gosip murahan untuk menjatuhkan nama baiknya kan!!." Ha Neul yang sedang memanggang kue menasehati kakak perempuannya.


Taek Won tersenyum mendengar ucapan Ha Neul, merasa sedikit aneh karena selama ini gadis itu terlihat tak begitu peduli bahkan benci padanya.


"Bukannya mau ikutan menggosipinya. Kakak malah ingin kau berteman dengannya, karena ia terlihat seperti tak punya teman satupun. Kau mungkin tidak tau, dulu sebelum kakeknya Jung Taek Won meninggal, kakeknya itu pernah menolong kakak dan menyelamatkan si kembar saat kecelakaan 3 tahun yang lalu, dari situ kakek Jung sering bermain bersama si kembar karena dia juga dirawat di Rumah Sakit, dan disitu juga kakak banyak mendengar cerita tentang Jung Taek Won dari kakeknya. Dia bilang dia memiliki cucu yang sangat tampan dan baik hati tapi begitu menyedihkan dan berniat mencarikan istri untuknya, dan kakak menawarkan mu menjadi calon istrinya dan dia setuju, hehehe."


"Apa!!!."


"Hahahahaaha....., tapi itu kejadiannya sudah lama, kakak bahkan hampir melupakannya kalau saja kejadian beberapa minggu ini tidak menimpah kita dan Jung Taek Won tidak mendadak muncul dengan kebaikannya itu, dan lagi dia juga sangat tampan. Kakak jadi benar-benar ingin kau menikah dengannya."


"Kakak, apa urat syaraf mu ada yang putus??." Ha Neul bertanya dengan nada datar. Kakaknya malah kembali tertawa.


Taek won juga berpikiran sama dengan Ha Neul, Ha Na mungkin sudah gila.


"Kan lebih baik denganmu daripada dengan kakak yang sudah janda beranak 2 ini. Kau juga tidak punya pacar kan!!!."


"Kakak!!!!!." 😡Ha Neul berteriak kesal, lelucon kakaknya sama sekali tidak lucu.


"Baiklah-baiklah, kita tidak akan membahas ini lagi."


Ha Neul baru saja memasukkan ice cream coklat buatannya kedalam kulkas ketika kakak perempuannya itu kembali tersenyum jahil padanya.


"Tidakkah kau sadar kalau Jung Taek Won itu hanya bicara padamu, dia juga mengizinkan mu bicara informal padanya, dan tak pernah memarahi mu karena tak memanggilnya sebagai tuan, dia bahkan mengundangmu ke rumah. Dia pasti suka padamu kan!!!. Dia itu sangat tertutup jadi pasti dia hanya membuka hatinya padamu wahai adikku sayang."


Ha Neul menghela nafas dalam dan menatap kakaknya dengan pandangan datar. Sementara Taek Won yang masih menguping malah mengerutkan dahi bingung. 


"Pertama. Jung Taek Won bicara padaku karena aku ini pembantunya, kedua, aku kerumahnya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, kau tau betapa menyakitkannya itu. Aku ini lulusan terbaik dan malah menjadi pembantu padahal tadinya ku pikir aku bakal di jadikannya asisten di perusahaan itu. Lagi pula, sikap baiknya itu mungkin hanya muncul di depan kakak saja, gosip yang kudengar dia tidak pernah ramah pada siapapun dan fakta yang terjadi padaku, dia sama sekali tidak ramah padaku. Jangan-jangan sebenarnya dia suka pada kakak."


Taek Won sedikit terkejut mendengar pernyataan Ha Neul.


"Tapi bagi kakak dia seperti adik laki-laki yang bisa diandalkan, terutama dalam hal keuangan, dia juga sangat menyukai si kembar, dan dia juga sangat menyukaimu." Jelas Ha Na.


"Oh, ayolah, hentikan pembicaraan tidak masuk akal ini." Ha Neul menatap kakaknya kesal.


"Bagiku dia seperti bos besar tidak lebih, dan aku tidak mau punya hubungan rumit dengan orang seperti itu. Lihat saja kakak dan suami kakak serta keluarganya yang super kaya itu, kalian berdua saling mencintai tapi keluarga suami kakak sangat membenci kakak, karena kakak miskin dan tidak berpendidikan tinggi."


"Orang kaya seperti mereka cendrung memikirkan bibit bebet bobot pasangan mereka sebelum benar-benar menjalin hubungan, dan meski ada saja yang tidak peduli akan hal itu tapi tetap saja selalu timbul masalah besar, dan lihat sekarang, setelah suami kakak meninggal, mereka jelas menelantarkan kakak kan!!!. Jadi aku tidak mau mencicipi jalan yang pernah kakak lalui seperti itu."


Taek Won kembali tersenyum mengingat percakapan itu.


Pria itu merapikan rambut yang menutupi wajah Ha Neul. Akhir-akhir ini entah kenapa keberadaan Ha Neul membuat hatinya nyaman.


 


🌸🌸🌸