
Sehari setelah diabaikan Ha Neul, Taek Won mendadak mengadakan rapat bersama bodyguard dan asistennya. Rapat itu membahas tentang bagaimana cara ia berbaikan dengan Ha Neul, termasuk membahas tentang video gila yang sekarang telah viral di internet.
Dong Ho mengomeli Taek Won karena penampilannya berantakan. Pria itu tidak mencukur jenggot dan kumisnya yang telah tumbuh subur di sekitar wajahnya. Sungguh mengurangi ketampanan pria itu.
Taek Won mengabaikan saja keluhan itu
"Dong Ho hyung cari dan tangkap orang gila penyebar video itu, pastikan dia menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Hae Jin hyung dan Sang Hyuk hyung, kalian perintahkan semua karyawan di perusahaan IT untuk menghapus akun gila yang berhubungan dengan ku terutama yang menyebar rumor bahwa aku gay. Yong Guk hyung, batalkan semua kegiatanku di perusahaan sampai bulan depan. Dan Taek Yeon hyung tolong persiapkan semuanya, termasuk cincin pernikahan. Aku akan melamarnya besok."
"......."
"Apa kau yakin, ini tidak terlalu mendadak??." Yong Guk bertanya karena Taek Won tak memiliki persiapan apapun untuk melamar Ha Neul.
"Apa kau yakin kau tidak akan ditolak???." Sang Hyuk ikut bertanya.
"Kau berani mengambil resiko menanggung malu jika lamaran mu gagal??." Pertanyaan Taek Yeon justru makin membuat Taek Won galau.
"Resiko ditampar juga ada loh!!. Kau tidak lupa kan kalau Ha Neul benci jadi pusat perhatian."
"........." Taek Won melirik sebal kearah Dong Ho. Pria itu melempar map didepannya kearah bodyguard yang hanya tersenyum tak tau malu itu.
Taek Won menarik nafas dalam, niatnya untuk mengadakan pesta kejutan romantis di malam kelulusan Ha Neul gagal total. Ia berniat mengabadikan pesta itu dengan merekamnya secara online (live on youtube). Pria itu sudah menelpon Ha Neul ratusan kali dan Ha Neul masih mengabaikannya sampai sekarang.
"Kalau kau ditolak....
"Aku tidak mungkin ditolak!!!!".😡 Taek Won mendelik kearah Yong Guk.
Yong Guk tersenyum senang. "Aku kan hanya bilang kalau...., toh kemungkinannya sekarang sudah menjadi 50%. Apa kau lupa akhir-akhir ini kau sengaja tak menelponnya. Ji Min mengatakan padaku, kalau Ha Neul sudah mulai meragukan perasaanmu. Apalagi sekarang kau ketahuan berbohong padanya, kau bilang kemarin kalau kau di Bali kan!."
"Itu kan karena aku ingin memberi kejutan padanya, aku juga sengaja lembur kerja dua bulan agar bisa bulan madu lebih lama." Taek Won menjawab frustasi.
"Oh, ku kira kau menikmati hubungan mu dengan Dong Ho, kalian cocok loh😅."
Taek Won melirik kesal kearah Taek Yon. Pria itu hanya tersenyum. "Setelah video itu viral, banyak video lain bermunculan, itu waktu kalian sedang bersama, ada yang terbaru juga, kalian berenang di Bali. Dan wow, yang menyukainya lebih dari 10 ribu."
Dong Ho menatap Taek Won sedikit curiga. "Apa kau menikmati hubunganmu denganku??."
PLAKKK
Akhirnya sebuah map berhasil mengenai Dong Ho dan pria itu hanya tertawa.
"Kau membiarkan rumor gay itu menyebar sejak kau memilih kami jadi bodyguard mu. Dan aku ingat kau melarang ku memblokir semua akun yang menyebar foto dan video serta artikel tentang kita yang disangka gay". Dong Ho akhirnya membahas tentang hal itu.
"Kalian kan tau alasannya. Aku benci di dekati para wanita-wanita itu. Kalau bukan urusan bisnis, aku bahkan tidak sudi makan malam berdua bersama mereka. Rumor gay itu sedikit banyak membantuku menyingkirkan mereka dan menjauhkan orang-orang mencari tau tentang Ha Neul. Aku hanya tidak menyangka kalau seperti ini jadinya."
Hae Jin tersenyum mendengar penjelasan itu. "Jadi kau membiarkan rumor itu menyebar demi melindungi Ha Neul??." Tanya pria itu.
Taek Won langsung menjawab. "Tentu saja!. Berkat rumor itu, orang-orang mengabaikan para wanita yang dekat denganku dan meski ada Ha Na noona dan bahkan meski aku sudah memperjelas hubunganku dengan Ha Neul, orang masih berpikir aku gay, jadi mereka tak ada yang mengusik Ha Neul selama gadis itu kuliah. Tapi sekarang aku tak menginginkan rumor seperti ini lagi, tidak setelah hal ini malah merusak hubunganku dengan Ha Neul."
"Oo, jadi kau sangat-sangat mencintai Ha Neul begitu??. Kau...tidak mencintaiku?🤭."
"Hyung mau ku lempar lagi??". Tanya Taek Won kesal. Kali ini ada laptop yang ia siap lempar kearah Dong Ho tapi langsung ditahan oleh Yong Guk.
"Tapi bagaimana kalau Ha Neul menolak mu besok, ini hanya bagaimana jika. Kita kan tidak tau apa yang akan terjadi. Apa kau akan membencinya?? Apa perasaanmu padanya akan berkurang. Yang malu adalah kau dan itu juga akan berdampak pada bisnismu. Dan kami tentu saja sangat menghawatirkan mu."
Taek Won menarik nafas dalam. Ia jelas paham betul resiko yang dijelaskan Sang Hyuk padanya tadi. Dan tentu saja dia tak mau hal itu terjadi.
"Jadi apa kau yakin kau akan tetap mencintainya meski dia menolak mu besok??." Tanya Sang Hyuk lagi.
"Aku yakin cintaku takkan berkurang meski dia menolak ku. Toh ini bukan pertama kalinya aku melamarnya. Tapi mungkin aku juga akan sangat sakit hati. Tapi setelahnya aku akan berusaha keras lagi sampai dia mau menjadi istriku. Aku tak pernah sekalipun berpikir untuk menyerah mendapatkan Ha Neul."
"........" Sungguh jawaban yang membuat orang lain salut.
Taek Yeon berjalan mendekat kearah Taek Won. Ia menepuk bahu pria itu seolah menenangkannya. "Aku harap dia juga begitu terhadapmu sekarang. Aku akan mencari cincin yang pas untuk kau dan Ha Neul. Ji Min akan membantuku memesan baju pengantin yang pas untuk kalian berdua karena rapat dan misi kami juga selesai. Kami pergi dulu."
"........." Taek Won menatap kaget ketika melihat Ji Min keluar dari ruang rahasia yang ada dalam kantornya.
"Kau......
.....sejak kapan??, apa yang kau lakukan disitu???." Tanya Taek Won kaget.
Ji Min menjawab santai sambil menunjukkan meteran yang ada ditangannya. "Aku baru saja mengukur.....ehhemm, sorry hyung aku sedikit menyentuh bagian-bagian yang tidak seharusnya ku sentuh." Ji Min bergegas pergi sebelum Taek Won menyadari apa yang baru saja dilakukannya.
"YAA!!!!." 😡Taek Won berteriak marah, ia ingin mengejar Ji Min tapi mengurungkan niatnya begitu menyadari Ha Neul juga berada diruangan itu. Sayangnya Ha Neul lebih dulu mengunci pintu ruang rahasia di kantor Taek Won mengabaikan pria itu yang sekarang menggedor pintu dengan rasa frustasi.
Sejak kapan mereka ada di sana??.
🌺🌺
Beberapa menit yang lalu sebelum rapat mendadak itu berlangsung. Ji Min membujuk Ha Neul untuk ikut dengannya ke perusahaan Taek Won. Ji Min berkata kalau ia ingin Ha Neul mengetahui perasaan sesungguhnya dari pria yang kemarin sengaja diabaikannya itu.
"Kau meragukan perasaan Taek Won hyung kan!!, jadi sekarang akan kami tunjukan kalau Taek Won hyung benar-benar sangat mencintaimu sampai menyebalkan rasanya." Jelas Jimin.
Ha Neul melirik kesal kearah Ji Min. "Kalau menyebalkan kenapa kau masih mau membantunya??."
"Tentu saja karena aku selalu ada dipihak Taek Won hyung sampai kapanpun."
"......."
😑"Dasar brother complex!!!." Akhirnya Ha Neul mengikuti Ji Min. Mereka diam-diam masuk ke kantor Taek Won ketika pria itu sedang rapat di ruangan lain dan keduanya bersembunyi diruang rahasia didalam kantor itu.
"Lalu...untuk apa kau bawa meteran??." Tanya Ha Neul heran. Ia melihat Jimin sejak tadi sibuk memainkan meteran itu.
"ini namanya pita ukur. Aku mempelajarinya semalam. Nah, coba berdiri!. Aku akan mengukur tinggi badanmu dan bagian tubuhmu yang lain."
😑"Aku tau aku pendek, tapi tinggiku melebihi panjang pita ukur itu." Ucap Ha Neul kesal. "Dan lagi, kau itukan seorang dokter, untuk apa kau mempelajari hal itu, kau ingin ganti profesi jadi tukang jahit??".
😑Jimin mengabaikan ucapan Ha Neul. "Sudahlah, kau berdiri saja, diam dan biarkan aku mengukur semuanya sambil menyaksikan seorang Jung Taek Won mengungkapkan isi hatinya."
"......."
🌺🌺
Keduanya tak mengatakan apapun setelah ditinggalkan berdua diruangan itu. Taek Won menatap kaca yang membatasi tempatnya dengan ruang rahasia seolah ia bisa menatap Ha Neul dibalik kaca itu. Padahal hal sebaliknya juga terjadi. Ha Neul sejak tadi juga menatap Taek Won, meneliti penampilan pria itu.
Tiba-tiba ide lucu terlintas dibenak gadis itu, dan hal itu membuat senyum diwajahnya mendadak berkembang. Ha Neul menghidupkan komputer di dalam ruangan itu yang langsung terhubung dengan komputer di luar ruangan. Taek Won menyadari hal itu dan melihat kalimat yang membuatnya merasa déjà vu.
Selamat Mengikuti Interview
"Apa anda bisa berhitung dengan baik???."
Pertanyaan itu membuat Taek Won mendadak tersenyum. Ia memperbaiki cara duduknya seolah ia adalah seseorang yang sedang mengikuti interview, lalu menjawab pertanyaan yang diajukan Ha Neul. "Meski tidak membawa sertifikat, saya yakin saya bisa menjawab soal matematika, fisika bahkan kimia jika anda berniat menguji kemampuan berhitung saya. Dan saya yakin saya lebih pintar daripada anda."
"....."😑 Jawaban yang jelas membuat Ha Neul berniat memukul kepala pria sombong itu.
"Bahasa apa saja yang anda kuasai, yang berarti benar-benar anda kuasai termasuk cara menulisnya???."
"Saya mempelajari bahasa secara otodidak dan menguasai 25 bahasa termasuk cara menulisnya. Dan saya bisa mengajari anda jika anda mau dan itu gratis."
"Apa kau bisa memainkan alat musik??."
Taek Won tersenyum. "Aku bahkan bisa bernyanyi dengan baik.😊"
😒Dasar sombong!!
"Apa kau bisa memasak??."
Kali ini Taek Yon tersenyum malu. "Aku pernah membakar dapurku ketika mencobanya dan Taek Yon hyung tidak mengizinkan ku bermain di dapur lagi."
Oh...akhirnya ada juga yang tidak bisa di lakukan orang ini😏
"Apa kau bisa bersih-bersih rumah??."
😐"Aku....tidak keberatan melakukannya."
😒Benarkah??
"Apa motto hidup anda???."
Kali ini Taek Won menjawab dengan serius. " Membuat seorang Kim Ha Neul bahagia."
"....."😕"Kenapa bukan orang tua???, kenapa bukan untuk diri anda sendiri??."
Taek Won tersenyum. "Aku tidak punya orang tua lagi. Dan kalau Ha Neul bahagia, maka aku juga bahagia."
".....Jadi anda bersedia melakukan apa saja demi Kim Ha Neul???."
"Ya!."
"Termasuk membatalkan niat gila anda untuk melamarnya besok secara live."
"......" Kali ini Taek Won menunjukkan wajah sedih. Jelas sudah jawabanya persoal lamaran besok. Mendengar pertanyaan Ha Neul bisa dipastikan bahwa besok memang gadis itu berniat menolaknya.
"Jadi kau tidak mau menikah denganku?." Taek Won sedih. Pria itu menarik nafas dalam. Lagi, sepertiya ia kembali harus menunggu.
"Aku tidak bermaksud mengabaikan mu, aku...aku melakukan pekerjaanku sampai tidak sempat bermain ponsel, aku ingin libur panjang setelah kita menikah. Dan ketika kau mengirim pesan dan menelpon ku terakhir kali, aku....sudah berada di Korea."
Taek Won mengeluarkan kalung yang ia beli 2 hari yang lalu, ia sibuk berkeliling toko perhiasan dan akhirnya menemukan kalung yang ia cari. Setelah itu Ji Min menelponnya dan memberi tau kesalahpahaman Ha Neul.
"Aku bukan gay dan kau pasti tau itu, seberapa sering aku mencium mu dan mau melakukan hal mesum padamu. Aku tak pernah berniat melakukan hal itu pada orang lain selain dirimu."
"......"
"Aku sudah mencintaimu sejak aku mengenal kata cinta. Tapi perasaan itu....sepertinya....tak sedalam perasaanmu. Karena aku setiap hari selalu berpikir ingin bersama denganmu. Bersama yang berarti kau juga ada dipelukan ku saat aku tidur."
Taek Won menatap kaca pantulan dirinya. Ia tau Ha Neul pasti juga sedang menatapnya. Taek Won tersenyum sedih. Pria itu menarik nafas dalam. "Jadi.....apa kau masih mengizinkan ku berada di hati mu. Aku....masih tidak keberatan menunggu."
Ha Neul berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah. Sungguh gadis itu benar-benar terharu melihat betapa kecewanya Taek Won dan betapa tegarnya hati pria itu
"Kau......
.....meski sekarang tampak sedikit berantakan dengan kumis dan jenggot tipis diwajahmu, kau masih terlihat tampan dan menyebalkan seperti biasanya. Kelakukanmu juga cukup baik dengan memikirkan bagaimana caranya mendapatkan hatiku dan itu membuktikan bahwa kau benar-benar pria setia dan penuh tanggung jawab."
"......." Taek Won terdiam mendengar penjelasan itu.
"Aku tidak tau kalau kau disiplin atau tidak, tapi akan kupastikan mendisiplinkan soal pakaian dan kelakukan gilamu. Akan ku pastikan kau membalas dan mengangkat telpon ku tepat waktu."
"......"
"Aku bisa memainkan alat musik sementara aku ingin kau bersenandung menina bobokan anak-anak kita nantinya."
😳
"Aku bisa memasak apapun, jadi kau tidak perlu khawatir. Dan aku tidak mau kau hanya makan cake coklat, jadi saat kita bersama tolong makan sayurnya juga."
"....Oke."
"Soal membersihkan rumah, kita bisa bekerja bersama-sama. Jadi, apa kau setuju dengan semua hal itu???."
Taek Won mengangguk setuju.
"Jadi apa kau akan menuruti semua perkataan ku?."
"Apapun itu." Jawab Taek Won mantap
Ha Neul menarik nafas dalam dan menetapkan hatinya. Pertanyaan terakhir.
"Jadi......apa kau mau menikah denganku??."
🌸🌸🌸