
Setelah 5 hari istirahat dirumah, atau lebih tepatnya mengekori segala kegiatan Ha Neul, akhirnya Taek Won kembali ke kantor. Tentu saja setumpuk laporan telah menunggunya. Ia bahkan punya 10 jadwal ke luar negeri yang tertunda.
Ok ini memang tuntutan pekerjaan yang membuatnya jadi lembur di kantor, karena itu juga Taek Won jadi ingin memanfaatkan keadaan dengan menyuruh kekasihnya, hohoho๐คญ, dia bahkan tak bisa menghentikan senyumnya mengingat status Ha Neul telah berganti menjadi kekasihnya itu.
Tapi gadis itu dengan santai menolak permintaannya.
'Aku bisa buatkan kau bekal'
'Kau kan biasa makan diluar'
'Aku tak mau terlibat gosip denganmu'
๐
Alasan terakhir itu, adalah alasan yang paling menyebalkan. Wajar saja kan kalau orang menggosipi nya, Taek Won malah sangat ingin memperkenalkan Ha Neul pada dunia dan mengklaim bahwa gadis itu adalah miliknya dan orang yang menjelek-jelekkan gadis itu harus berurusan dengannya.
Sekarang aku hanya mau hidup dalam damai'.
"........" Jawaban yang hanya bisa membuatny tutup mulut. Menyebalkan sekali!!!!.
Hari ini, tepatnya 15 menit lagi, Taek Won ada jadwal ke Gapyeong, daerah itu hanya berjarak 3,5 km dari pulau Nami dan tadinya Taek Won berniat mengajak Ha Neul kesana. Sayangnya gadis itu bahkan memutuskan sambungan telepon sebelum Taek Won sempat mengatakan ingin mengajaknya.
"E...hati-hati".
Itulah kata terakhir sebelum sambungan telpon terputus. Sungguh tak romantis sama sekali.
Jadi....
Kenapa gadis itu setuju jadi kekasihnya???
5 hari yang lalu memang sama sekali tak ada ungkapan cinta nan romantis, hanya kata salah paham dan situasi aneh yang membuatnya berpikir gadis itu menyukainya.
Lalu kenapa hari ini Taek Won malah kepikiran hal itu. Bukannya harusnya ia senang-senang saja.
Gadis itu menerimanya bukan karena kasihan kan??. Tidak mungkin!!.
"Pak direktur???......Pak direktur????."
"Pak!!."
Sebuah tepukan di bahu menyadarkan Taek Won dari lamunannya. Ia bahkan tanpa sadar melamun ditengah rapat. Kenapa aku ini?????
"Kita bahas lagi sepulang saya dari Gapyeong. Rapat hari ini selesai." Taek Won lalu bergegas ke luar ruangan. Ia ingin menenangkan pikirannya.
"!!!!!!"๐ฎ๐ฒ
"........."
"Kau....sejak kapan....bagaimana kau bisa berada di dalam ruang kantor ku??," tanya Taek Won bingung.
"Tadi sebenarnya aku tak diizinkan masuk, tapi kemudian aku bertemu asisten mu, dan dia menyuruhku menunggu disini."
Taek Won masih mengerutkan dahi bingung. "Bukankah kau bilang tak mau kekantor??."
"Kau meninggalkan bekal buatan ku didepan pintu."
"......"Ok.....
"Kau bilang tak mau terkena gosip dan ingin hidup damai, jadi kenapa...
"Sebenarnya Onnie (kakak perempuan) memaksaku kesini. Dia ada diluar bersama si kembar. Dia ingin menitipkan si kembar pada mu. soalnya Onnie ada pemotretan di Brazil".
Sejak kejadian 5 hari yang lalu, Ha Neul sudah ikut bimbel dan kadang pulang larut. Ia jadi kesulitan untuk mengurus si kembar. Ha Na yang awalnya menjadi babysitter, sekarang sudah kembali ke pekerjaannya dulu, yaitu menjadi model. Ia di kontrak oleh perusahaan Taek Won dan kadang punya jadwal yang sama dengannya, jadi saat Ha Na tidak ada, Taek Won lah yang menjaga si kembar.
Tapi kali ini, Tae Won tidak ada kerjaan yang mengharuskannya ke Brazil. Jadi Ha memutuskan untuk menitipkan si kembar pada Taek Won.
Ohhh.....
"Tapi kenapa hanya kau yang menunggu disini??."
"......"
Ha Neul langsung cemberut. "Aku juga tidak mau!!!. Tapi Onnie bilang takut kau keburu pergi ke Gapyeong. Aku disuruh menunggu disini. Kenapa rapatnya lama sekali??. Si kembar bosan menunggu, onnie mengajak mereka makan."
Taek Won melirik kearah jam di dinding. Hampir setengah 2 siang. Karena ia tak datang selama 5 hari, semua laporan selama 5 hari itu langsung dibahas di ruang rapat dan memakan waktu yang lama.
"Kau lapar tidak??.Mmm, bisa senyum padaku tidak??, kan bukan aku yang memaksamu datang kesini." Taek Won akhirnya mendekati gadis yang sedari tadi menampakkan wajah kusut itu. "Segitu tidak sukanya berada di dekatku ya??."
Akhirnya Ha Neul menarik nafas dalam dan membuka kotak bekal makan siang. "Kalau kau tidak meninggalkan kotak bekal itu, onnie tidak akan tau kau mau pergi ke Gapyeong. Ia tidak akan menyuruhku kesini dan memaksaku untuk ikut denganmu ke sana." Jelas gadis itu kesal.
Taek Won kegirangan dalam hati. "Aku akan di sana selama 2 minggu. Apa kau tidak apa-apa??."
Ha Neul mendengus kesal. "Aku tau. Makanya aku ikut. Kau pasti sibuk kan!. Dan tak mungkin kau menjaga si kembar sendirian. Aku sudah izin tidak masuk bimbel. Jadi sementara kau bekerja, aku akan jalan-jalan dengan mereka ke pulau Nami, jaraknya kan tidak terlalu jauh".
๐คจApa dia lupa aku punya bodyguard??.
"Aku tau kau punya bodyguard, tapi tetap saja itu akan mengganggu pekerjaan mereka dan aku merasa tidak enak."
......tapi aku hanya memesan 1 kamar hotel.
"Kau bisa memesan 1 kamar lagi untuk ku, biar aku tidur bersama si kembar, jadi pekerjaanmu tak kan terganggu dan ku pastikan tidak akan mengganggumu."
"........" Aku lebih suka kita satu kamar, jadi aku kan bisa setiap saat....
"Kau kesana untuk bekerja kan, jadi aku tidak mau mengganggu pekerjaanmu!."
Taek Won menatap Ha Neul dengan pandangan takjub dan penuh curiga. "Bagaimana kau bisa tau apa yang kupikirkan???."
๐"Memangnya kau memikirkan apa??."
"......"
"Tidak ada." Taek Won memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan itu dari pada mengambil resiko gadis didepannya itu batal ikut dengannya.
Selesai makan siang dengan Ha Neul, mereka tetap berada di ruangan Taek Won sambil menunggu si kembar. Beberapa kali terlihat Ha Neul mengitari ruangan itu sambil mengerutkan dahi dan hal itu jelas membuat Taek Won penasaran.
"Ruangan ini.....aneh sekali!." Ha Neul berkata tepat sebelum Taek Won membuka mulut untuk bertanya.
"Rasanya seperti kau mengcopy paste kamar tidurmu. Mirip sekali."
Taek Won hanya tersenyum mendengar pernyataan itu.
"Ah, ada yang beda." Akhirnya Ha Neul tersenyum senang. Sejak tadi ia sibuk mencari perbedaan antara kamar tidur Taek Won dengan ruangan ini, dan ia menemukan jawabannya. "Tak ada celana dalam yang tersebar disini, hahahahaa".๐
"........"๐
Taek Won menggeleng tidak percaya karena gadis itu masih mengingat kebiasaan buruknya dulu persoal celana dalam. Ia mendekati Ha Neul lalu mengajak gadis itu kembali duduk di sofa sambil menggenggam tangannya. "Boleh aku tanya sesuatu??."
"Kau kan sudah bertanya."
๐"Sepertinya sifat kita tertukar".
Ha Neul mengerutkan dahi bingung. "Itu pertanyaan ya??." Tanya gadis itu.
"Dulu rasanya aku bukan orang seperti ini." Gumam Taek Won sambil mengingat dirinya yang dulu. "Aku dijuluki pria dingin nan kejam. Tapi....sepertinya sekarang tidak lagi."
"Tenang saja, kau masih tetap menyebalkan seperti biasanya kok." Jelas Ha Neul santai.
Taek Won tersenyum dan mengelus rambut Ha Neul. "Jadi.....kenapa kau setuju menjadi kekasihku??. Apa kau suka padaku??, apa yang kau sukai dariku??. Apa kau mencintaiku???."
Ha Neul terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan itu.
"Mungkin.....
"Karena aku kasihan padamu."
Jawaban itu jelas membuat senyum Taek Won berlahan-lahan menghilang. Keduanya terdiam dan kediaman itu menyakiti hati Taek Won.
"Itu kan yang kau pikirkan!." Ha Neul tersenyum lembut ke arah Taek Won lalu mengelus pelan rambut pria itu.
Sekarang pria itu menatapnya bingung.
"Jangan berpikiran sempit seperti itu. Karena banyak alasan yang bisa kau pilih kenapa aku setuju menjalin hubungan denganmu. Alasan konyol pun boleh, yang pasti bukan karena aku kasihan atau ingin memiliki hartamu."
"Aku terus berpikir bahwa kau orang baik, orang yang terlalu baik. Kenapa bisa suka padaku??. Kenapa kau bisa muncul disaat aku membutuhkan pertolongan??, siapa kau??, apa kau mengenalku??, kenapa meski aku menyakiti hatimu, kau tetap kembali dan tersenyum padaku. Kau membuatku merasa ungkapan kata ma'af jadi tak ada gunanya. Jadi kenapa aku harus menolak mu??. Toh nanti ada waktunya kalau memang kau bukan yang terbaik untukku, kita pasti berpisah juga. Jadi setelah memikirkan hal itu......
"........."
Ha Neul menghentikan penjelasannya karena tiba-tiba Taek Won memeluknya.
"Ucapan mu bisa membuatku terkena serangan jantung." Ungkap Taek Won. Sedari tadi detak jantungnya kian meningkat tiap mendengar penjelasan dari Ha Neul. Ia bahkan bisa merasakan gadis itu tersenyum dipelukannya.
"Aku tak pernah tau kalau kau bisa memikirkannya sampai sejauh itu. Tapi aku senang mendengarnya. Kau membuatku semakin jatuh cinta padamu."