CEO AND I

CEO AND I
27. Too Sweet



Taek Won menemani Ha Neul melihat pengumuman kelulusan di Universitas Negeri Seoul.


Yah, Gadis yang minggu kemarin terang-terangan melamarnya itu akhirnya ia izinkan ikut ujian masuk kedokteran di UNS dan tentu saja Ha Neul lulus. Terlihat dari nama gadis itu berada paling atas di papan pengumuman. Sebenarnya mereka bisa melihat pengumuman melalui jejaring sosial, tapi jarang-jarang Taek Won punya kesempatan jalan dengan kekasihnya itu.


"Aku yang lulus, kenapa kau yang senyum-senyum??." Tanya Ha Neul heran.


Taek Won masih dengan senyum tampannya, menoleh kearah kirinya dimana Ji Min menghela nafas dengan raut wajah kecewa. "Dia juga lulus." Ucap Tek Won bangga.


Ji Min tak mampu berkata apapun dan hanya menatap papan pengumuman dengan tatapan nanar. Kalau saja Taek Won tidak menugaskannya untuk menjaga Ha Neul 24 jam dan sampai memaksanya ikut ujian masuk. Ia bersumpah tidak akan pernah mau masuk kuliah. Apalagi jurusan kedokteran.


"Tenang saja!." Taek Won menepuk bahu anak laki-laki yang sudah dianggapnya seperti adiknya itu. "Aku bisa mengajarimu apapun, bahkan masalah kedokteran, kau juga bisa belajar berdua dengan Ha Neul dimana pun dan kapanpun. Sekarang, aku percaya padamu, hahahahaa."


Sepertinya pria ini jadi gila setelah Ha Neul mengikatnya dengan sebuah cincin.


"Apa kalian ingin aku mengantarkan kalian berkeliling. Sungguh aku tak keberatan sama sekali, iku sering dipanggil kesini sebagai motivator."


Ha Neul menggeleng. "Sebaiknya kita segera ke restoran yang di pesan Hae Jin oppa. Kita perlu membicarakan pesta kejutan besok."


Taek Won mengangguk setuju, ia berjalan dan dengan santainya menggenggam tangan gadis itu mengabaikan Ji Min yang hanya menghela nafas dalam. Sampai di mobil, Taek Won malah berperilaku bak supir, membukakan pintu mobil untuk Ha Neul dan juga Ji Min dan masih dengan senyum bodohnya menyupir sambil bersenandung riang.


"Besok, aku akan membelikan mobil. Jadi kalau aku tak sempat mengantarkan kalian ke kampus. Kalian bisa pergi berdua."


"......."


"......."


"Ah...kalian juga butuh ponsel baru yang lebih canggih. Aku akan menyuruh salah satu pegawai IT ku untuk memodifikasi ponsel itu, menambahkan beberapa aplikasi. Jadi seandainya aku di luar kota atau ke luar negeri. Aku tetap bisa mengontrol keberadaan kalian. Kalian dilarang mematikan ponsel, menolak panggilan ku dan di larang keras mengabaikan pesan ku."


Ha Neul : "........"Posesif πŸ˜‘


Ji Min : "........" Sial!!! seharusnya aku tidak setuju untuk kuliah.


Taek Won menatap Ji Min dari kaca spionnya. "Kalian di izinkan punya banyak teman, di izinkan untuk jalan dan makan bersama. Tapi harus ingat, saat aku menyuruh kalian pulang. Kalian harus pulang tepat waktu."


Ji Min dan Ha Neul menyadari kalimat itu di tujukan untuk keduanya, karena keduanya tidak punya teman yang seumuran dengan mereka.


"Aku sudah membelikan pakaian untuk kalian dan sudah di letakkan di rumah. Aku tidak mau orang menilai buruk penampilan kalian, jadi jangan membiarkan pakaian-pakaian itu hanya menggantung di lemari."


"Dan satu lagi. Jangan terlalu menarik perhatian lawan jenis. Kalian berdua sudah punya pacar."


"......" Ji Min dan Ha Neul spontan melirik ke arah kaca spion mobil. Seorang pria dewasa menatap mereka dengan mata penuh ancaman yang jelas membuat nyali keduanya ciut.


🌺🌺


Sesampainya di restoran yang memang hanya berjarak 10 menit dari kampus, mereka mendapati Hae Jin, Sang Hyuk, Yong Guk dan juga si kembar sedang menikmati 3 mangkuk besar patbingsu, dan tentu bukan itu saja, ada begitu banyak cupcake di atas meja.




Mereka bertiga yang berpakaian putih-putih itu sudah tampak seperti pelayan yang melayani duo imut menggemaskan di depan mereka. Mereka bahkan menyuapi si kembar secara bergiliran.


Di meja yang berada tepat disebelah mereka, tampak Taek Yeon dan Dong Ho sedang menikmati cake coklat dengan santainya.



Seolah belum cukup saja rasa takjubnya. Ha Neul melihat Ji Min yang baru datang, duduk dan langsung makan cake bak memakan sepotong pizza. 3 kali gigit dan sepotong cake strawberry itu habis meninggalkan saus di sudut bibirnya. Wuahhhh, daebak!!.😧


"Kau tidak mau makan juga?." Taek Won bertanya sambil menyendok kan cake lemon di depannya. "Aku bisa menyuapi mu.πŸ˜ƒSay Aaaa....."


"........"


Ha Neul menggeleng. Ia sendiri malah sudah merasa mual melihat mereka makan.


"Si kembar bilang, kalau Ha Na sering mengajak mereka makan disini. Ha Na juga sering membawa cup cake disini kalau ada pemotretan di luar Seoul. Jadi ku pikir, dessert pestanya di pesan dari restoran ini saja," akhirnya Hae Jin mulai membahas tentang pesta kejutan besok.


"Bukankah seharusnya ini sudah di rencanakan dari jauh-jauh hari?. Oppa baru mau pesan hari ini??," tanya Ha Neul bingung.


Hae Jin tersenyum malu. "Sebenarnya, semuanya sudah beres sejak kemarin, hanya saja aku ingin menunjukkan sesuatu padamu dan meminta pendapat."


Hae Jin memanggil pelayan lalu pelayan itu tampak sibuk memanggil beberapa orang di dapur restoran dan setelah itu, rasa mual Ha Neul kian bertambah.



"Karena Ha Na seorang model, aku ingin kuenya seperti ini. Bagaimana menurutmu?." Kue berbentuk baju pengantin pun membuat Ha Neul tercengang. Kue itu persis sama dengan wedding dress yang ia pesan untuk kakaknya.


"Ha Na sangat suka cake ubi ungu dan aku suka white cake, tapi karena undangan kita lumayan banyak, jadi aku memilih untuk memesan 1000 cupcake."





"Aku juga menyediakan keranjang lucu jika ada tamu undangan yang ingin membawa cupcake itu pulang. Bagaimana menurutmu??, ah...aku memutuskan cookies sebagai suvenirnya."



Entah kenapa Ha Neul menghela nafas lega. Untungnya Hae Jin bukan calon suaminya tapi calon suami kakaknya dan memang mereka penyuka makanan manis, tapi ini sungguh terlalu berlebihan. Terlalu manis hingga Ha Neul pikir ia mungkin terkena diabetes setelah ini.


Ha Neul menoleh kearah Taek Won yang menatap cake dengan pandangan memuja. Maniak manis satu ini jelas sudah memikirkan ide gila di kepalanya. Jadi sebelum Ha Neul benar-benar terkena diabetes. ia menarik tangan Taek Won dan mengancam pria itu.


"Aku hanya ingin satu buah cake coklat di hari pernikahanku. Cake dengan ukuran normal tanpa tambahan cupcake atau makanan manis lainnya, dessert buah."


"......"


Dan tentu, Taek Won hanya mampu menatap datar gadis yang tak tau hal romantis itu. Tapi selanjutnya langsung tersenyum senang. "Kau bahkan sudah memikirkan hari pernikahan kitaπŸ˜†πŸ˜†. Senangnya."


"......."😐


"Pokoknya aku hanya mau pernikahan yang normal."


Taek Won tersenyum namun tak mengatakan apapun lagi. Ha Neul jelas tak menyadari, kalau ia baru saja menghancurkan khayalan Taek Won tentang kerajaan cake di hari pernikahan mereka.


🌸🌸🌸